dr Tirta Bikin Edukasi Kesehatan Remaja Jadi Sporty, Stylish, dan Tak Menggurui

  • Sporty dan interaktif: Stadium General diawali stretching, talkshow, dan Mini Games “Sporty Challenge”.
  • Gaya dr. Tirta: Edukasi disampaikan lugas, santai, dan dekat dengan realitas remaja sehingga tidak terasa menggurui.
  • Sehat tetap bergaya: Murid diajak menjaga gizi, olahraga, istirahat, dan kepercayaan diri tanpa harus meninggalkan gaya anak muda.

AYWS – Edukasi kesehatan remaja tak selalu harus berlangsung dalam suasana serius dan penuh istilah medis. Di SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, materi tentang kesehatan justru dikemas dengan cara yang energik, santai, dan dekat dengan keseharian anak muda.

Hal itu terlihat dalam Stadium General bertajuk “Sport, Style, and Survival: Remaja Sehat, Tetap Punya Gaya” yang digelar Senin (31/8/2026) di Auditorium Al Hafidh, Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS).

Hadir sebagai pembicara, dokter sekaligus edukator kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi MBA membawa pendekatan yang berbeda. Alih-alih menyampaikan materi kesehatan dengan gaya ceramah formal, dr Tirta mengajak para murid melihat persoalan kesehatan dari hal-hal yang memang mereka hadapi setiap hari.

Dengan gaya komunikasinya yang lugas, spontan, dan penuh energi, dr Tirta membuat topik kesehatan terasa lebih dekat dengan dunia remaja. Persoalan pola makan, aktivitas fisik, penampilan, kepercayaan diri hingga tekanan dari lingkungan dan media sosial dibicarakan dalam suasana yang cair dan interaktif.

Cara tersebut membuat sesi edukasi tidak terasa seperti sedang “diceramahi”. Para murid justru diajak terlibat dalam percakapan, merespons pertanyaan, dan melihat bahwa menjaga kesehatan bukan sesuatu yang bertentangan dengan gaya hidup anak muda.

Pesan itulah yang menjadi ruh utama Stadium General. Sehat tidak harus berarti kaku, membosankan, atau kehilangan gaya. Sebaliknya, kesehatan dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang membuat remaja semakin percaya diri dan siap menghadapi berbagai tantangan.

Sejak pukul 07.00 WIB, suasana kegiatan sudah terasa berbeda dari seminar pada umumnya. Para murid dan guru pendamping terlebih dahulu diajak mengikuti warm-up serta stretching ringan. Aktivitas tersebut menjadi pembuka yang selaras dengan tema kegiatan sekaligus mengajak peserta bergerak sebelum memasuki sesi edukasi.

Setelah itu, dr Tirta menghidupkan suasana melalui pemaparan materi dan talkshow yang berlangsung santai. Interaksi dua arah menjadi bagian penting dari kegiatan. Antusiasme murid terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, terutama mengenai persoalan kesehatan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan yang komunikatif tersebut menjadi kekuatan tersendiri. Materi kesehatan tidak berhenti pada teori, tetapi diarahkan pada kesadaran bahwa keputusan-keputusan sederhana—mulai dari memilih makanan, menjaga kebugaran, mengatur waktu istirahat hingga menyikapi tekanan sosial—ikut menentukan kualitas hidup remaja.

Suasana semakin semarak ketika peserta mengikuti Mini Games “Sporty Challenge”. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize, sertifikat, serta sesi foto bersama.

Stadium General ini diikuti seluruh murid kelas X, XI, dan XII. SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta sengaja menghadirkan konsep yang sporty dan stylish untuk menunjukkan bahwa edukasi kesehatan bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan, energik, sekaligus relevan dengan karakter generasi muda.

Respons positif pun datang dari peserta. Muhammad Fikri, murid kelas XI Sains Bisnis, mengaku senang dapat bertemu langsung dengan dr Tirta dan mengikuti materi yang menurutnya sangat dekat dengan kehidupan remaja.

“Saya senang sekali bisa berjumpa langsung dengan dr Tirta. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan keseharian kita sebagai remaja, jadi makin paham dan banyak dapat pengetahuan baru tentang kesehatan remaja dari pakarnya langsung,” ungkap Fikri.

Melalui kegiatan tersebut, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga kesehatan bukanlah pilihan antara “sehat” atau “keren”. Keduanya dapat berjalan bersama.

Remaja tetap dapat memiliki gaya, tampil percaya diri, mengikuti perkembangan zaman, sekaligus menjaga tubuh dan pikirannya. Sebab, menjadi generasi muda yang sehat bukan berarti harus meninggalkan gaya hidup masa kini, melainkan mampu memilih mana yang baik bagi diri sendiri dan memiliki kemampuan untuk bertahan menghadapi berbagai tekanan di lingkungan nyata maupun dunia digital. (Fivin)