- 13 tim siswa SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta mengunggah laporan penelitian OPSI 2026 pada 31 Agustus 2026.
- Siswa menjalani proses riset mulai dari pengembangan ide, seleksi proposal, pengumpulan data, pengujian hingga penyusunan laporan.
- OPSI melatih kemampuan berpikir ilmiah, kerja sama, manajemen waktu, menerima masukan, dan mencari solusi berbasis penelitian.
AYWS – Sebanyak 13 tim siswa SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta berhasil mengunggah laporan penelitian dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Senin (31/8/2026).
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjang para siswa dalam mengembangkan penelitian. Prosesnya tidak berlangsung singkat, melainkan dimulai dari menemukan dan mengembangkan ide, menyusun proposal, mengikuti proses seleksi, memperbaiki rancangan penelitian berdasarkan masukan juri, hingga melaksanakan penelitian dan menyusun laporan akhir.
Kepala Satuan Pendidikan SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta, Mudzofir MA, mengatakan keikutsertaan dalam OPSI bukan semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, proses penelitian menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk membangun cara berpikir ilmiah sekaligus belajar menghadapi berbagai persoalan secara sistematis.
OPSI menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, menemukan ide, kemudian mengolahnya menjadi sebuah penelitian yang dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan.
Dalam proses seleksi proposal, masing-masing tim memperoleh review dan masukan dari para juri. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi siswa untuk memperbaiki sekaligus menyempurnakan rancangan penelitian sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Setelah proposal dinyatakan lolos, perjalanan penelitian pun berlanjut. Para siswa harus mempersiapkan berbagai kebutuhan penelitian, termasuk pembuatan ethical clearance bagi kelompok yang memerlukannya. Selanjutnya, mereka menjalani proses pengumpulan data, pengamatan maupun pengujian, mengolah hasil penelitian, hingga menyusun laporan berdasarkan panduan OPSI 2026.
Dalam perjalanan tersebut, berbagai tantangan tidak terhindarkan. Para siswa harus melakukan penyesuaian terhadap rancangan penelitian, menghadapi persoalan di lapangan, mengatur waktu, sekaligus memastikan setiap tahapan penelitian dapat berjalan sesuai kaidah yang ditetapkan. Justru melalui proses itulah pengalaman belajar yang sesungguhnya terbentuk.
Keikutsertaan dalam OPSI mengajarkan siswa bahwa penelitian bukan sekadar menghasilkan sebuah laporan. Di dalamnya terdapat proses panjang untuk belajar berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, menerima masukan, melakukan revisi, mengelola waktu, serta memahami suatu permasalahan sebelum kemudian mencari solusi melalui pendekatan ilmiah.
Yang penting dari proses ini bukan hanya hasil akhirnya, tetapi pengalaman siswa dalam menjalani seluruh tahapan penelitian. Mereka belajar bahwa sebuah ide perlu diuji, dikembangkan, diperbaiki, dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Bagi SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta, pengalaman 13 tim tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menumbuhkan budaya riset di kalangan siswa. Rasa ingin tahu yang muncul dari berbagai persoalan di sekitar diharapkan tidak berhenti sebagai pertanyaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi gagasan dan penelitian yang memiliki nilai manfaat.
Keberhasilan mengunggah laporan penelitian pada OPSI 2026 sekaligus menjadi buah dari kerja bersama antara siswa, guru pembimbing, dan sekolah. Para guru pembimbing memberikan pendampingan selama proses penelitian, mulai dari pengembangan gagasan hingga penyelesaian laporan.
Atas capaian tersebut, apresiasi diberikan kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang telah bekerja keras melewati setiap tahapan penelitian. Bagi 13 tim OPSI SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta, perjalanan tersebut bukan sekadar pengalaman mengikuti kompetisi. Ia menjadi bekal untuk terus belajar, berani mengembangkan gagasan, menghasilkan karya, serta melihat berbagai persoalan dengan cara berpikir yang lebih kritis dan ilmiah. (*)






