Belajar Siaga Bencana di KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta : “Aku Siap, Aku Tenang, Aku Selamat”

  • Edukasi Mitigasi: Murid belajar mengenali bencana dan tindakan perlindungan diri saat gempa dengan cara interaktif dan menyenangkan.
  • Simulasi Gempa: Anak-anak mempraktikkan berlindung, melindungi kepala, hingga evakuasi tertib menuju titik kumpul.
  • Budaya Siaga Bencana: Kegiatan bersama BPBD Sleman memperkuat kesiapsiagaan murid, guru, dan karyawan menghadapi keadaan darurat.

AYWS – KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Mitigasi Bencana Gempa Bumi pada Selasa, 08 September 2026, bersama Tim BPBD Sleman dengan mengusung tema “Aku Siap, Aku Tenang, Aku Selamat.”

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid jenjang Toddler, KB, TK A, dan TK B. Kegiatan diawali dengan ice breaking gerak dan lagu “Ada Gempa”, dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah dan perkenalan Tim BPBD Sleman. Anak-anak kemudian diajak mengenal berbagai jenis bencana yang dapat terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Sleman, melalui penjelasan yang sederhana, interaktif, dan tidak menakutkan. Saat Tim BPBD bertanya mengenai bencana yang mereka ketahui, anak-anak dengan penuh semangat menjawab, “Stunami!”, “Gunung meletus!”, dan “Kebaran!”

Selanjutnya, Tim BPBD Sleman mengenalkan tindakan sederhana yang dapat dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Anak-anak belajar bahwa ketika gempa terjadi, mereka perlu tetap tenang dan segera melindungi diri dengan mencari tempat yang aman, seperti berlindung di bawah meja atau mencari sudut kelas yang aman.

Anak-anak juga diperkenalkan cara menggunakan benda di sekitar, seperti kursi atau tas, untuk melindungi kepala. Enam anak berpartisipasi aktif menjadi contoh dalam praktik perlindungan diri dan evakuasi.

Edukasi ini tidak hanya diberikan kepada murid, tetapi juga kepada Bapak dan Ibu Guru serta seluruh warga sekolah sebagai bagian penting dari kesiapsiagaan, mengingat guru menjadi ujung tombak dalam menjaga keselamatan anak ketika terjadi keadaan darurat. Pak Adit, petugas PSB TK, turut menjadi sukarelawan untuk mengikuti praktik secara langsung bersama Tim BPBD Sleman.

Setelah sesi edukasi dan foto bersama, anak-anak kembali ke kelas untuk bermain bebas sambil menunggu simulasi gempa dimulai. Ketika seluruh kelas telah berada di dalam ruangan, Tim BPBD memberikan tanda dimulainya simulasi. Sirene berbunyi sebagai tanda terjadinya gempa dan seluruh warga sekolah segera melakukan tindakan perlindungan diri.

Terdengar suara anak-anak menyerukan, “Gempa, gempa, gempa!” Ada yang merunduk sambil memegang kepala, melindungi kepala menggunakan tas, bahkan ada yang langsung berlindung di bawah meja seperti yang telah dicontohkan sebelumnya.

Anak-anak juga belajar mengucapkan kalimat thayyibah sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon perlindungan Allah SWT. Setelah sirene berhenti, Ibu Guru mengajak anak-anak melakukan evakuasi menuju titik kumpul di area parkir sekolah dengan sigap, tertib, dan tetap aman.

“Lindungi kepala,” menjadi pesan yang terus diingatkan selama proses evakuasi. Sesampainya di titik kumpul, guru memastikan seluruh anak telah keluar dari kelas, memeriksa kondisi anak, dan melaporkan keadaan kepada Kepala Sekolah.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan ucapan terima kasih kepada Tim BPBD Sleman atas edukasi dan pendampingan yang diberikan. Melalui kegiatan bertema “Aku Siap, Aku Tenang, Aku Selamat”, KB TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta berkomitmen menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini.

Anak-anak tidak hanya belajar mengenali bencana, tetapi juga belajar untuk tetap tenang, melindungi diri, mengikuti arahan guru, melakukan evakuasi secara tertib, mengenali titik kumpul, serta saling membantu dan menjaga keselamatan bersama.

Kegiatan ini juga menjadi penguatan kesiapsiagaan bagi guru dan karyawan dalam menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekolah. Bencana mungkin tidak dapat diprediksi, tetapi kesiapsiagaan dapat dipelajari sejak dini. Karena anak yang siap akan lebih tenang, dan anak yang tenang tahu bagaimana menyelamatkan diri. (Fadhil)