- Alumnus menginspirasi: Egiansyah Pratama Riyadi, alumnus SMP Islam Al Azhar 26, berbagi perjalanan pendidikannya hingga menjadi koas FK UGM.
- Cita-cita butuh proses: Siswa kelas 9 diajak memahami pentingnya mengenali potensi diri, disiplin, konsisten, dan terus belajar.
- Masa depan dipersiapkan: Career Talkshow menjadi bagian Program Project Kokurikuler Kelas 9 untuk membantu siswa merancang masa depan sesuai potensi dan minat.
AYWS — Menentukan masa depan bukanlah perkara menemukan satu profesi yang paling bergengsi, melainkan proses panjang untuk mengenali potensi diri, membangun kebiasaan positif, serta berani memperjuangkan cita-cita. Semangat inilah yang dihadirkan dalam kegiatan Career Talkshow bagi seluruh murid kelas 9 SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta.
Mengusung tagline “Kenali Potensi Diri, Bangun Masa Depan Impian”, kegiatan yang merupakan bagian dari Program Project Kokurikuler Kelas 9 pada Rabu (9/9/2026) ini menghadirkan sosok inspiratif dari lingkungan sekolah sendiri, yaitu Egiansyah Pratama Riyadi, alumnus SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta Angkatan VI.
Egiansyah, atau yang akrab disapa Mas Egi, saat ini sedang menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Ia tengah menjalani tahapan kepaniteraan klinik (koas) sebagai bagian dari proses menuju profesi dokter dan diproyeksikan menyelesaikan rangkaian pendidikannya hingga wisuda pada Oktober 2026.
Selama kurang lebih 60 menit, Mas Egi berbagi cerita perjalanan pendidikannya, mulai dari masa SMP hingga perjuangannya menempuh pendidikan kedokteran. Bukan hanya berbicara tentang profesi dokter, ia mengajak para murid untuk memahami bahwa setiap cita-cita membutuhkan proses, kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.
Dari Bangku SMP hingga Menjadi Calon Dokter
Salah satu hal yang menarik dari sesi Career Talkshow ini adalah ketika Mas Egi kembali mengenang masa belajarnya di SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta. Saat menjadi murid, ia mengikuti Program Kelas Bilingual dan dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam menyelesaikan tugas serta memiliki kedisiplinan dalam belajar.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu dibangun dalam waktu singkat. Kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak bangku sekolah—seperti bertanggung jawab terhadap tugas, disiplin terhadap waktu, mau belajar, dan tidak mudah menyerah—dapat menjadi fondasi penting dalam perjalanan seseorang menuju cita-citanya.
Di hadapan adik-adik kelasnya, Mas Egi juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berlangsung lurus dan mudah. Ada proses panjang yang harus dijalani, tantangan yang perlu dihadapi, serta komitmen untuk tetap bertahan ketika menghadapi kesulitan.
Kisah tersebut menjadi pesan penting bagi murid kelas 9 bahwa cita-cita bukan sekadar tentang “ingin menjadi apa”, tetapi juga tentang “ingin menjadi pribadi seperti apa” dan “proses apa yang bersedia kita jalani untuk mencapainya.”
Belajar Mengenali Potensi dan Menyiapkan Masa Depan
Career Talkshow ini tidak diarahkan semata-mata untuk mengenalkan berbagai profesi kepada murid. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk mulai melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri.
Setiap murid memiliki potensi, minat, karakter, dan kekuatan yang berbeda. Ada yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, teknologi, sains, bahasa, seni, bisnis, pendidikan, maupun bidang-bidang lainnya. Karena itu, mengenali potensi diri sejak dini menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pendidikan dan pengembangan diri di masa depan.
Melalui pengalaman Mas Egi, murid diajak memahami bahwa pilihan masa depan perlu dibangun berdasarkan proses mengenali diri, bukan sekadar mengikuti tren atau pilihan orang lain.
“Kenali Potensi Diri, Bangun Masa Depan Impian” kemudian menjadi lebih dari sekadar tagline. Pesan tersebut menjadi ajakan agar setiap murid mulai bertanya kepada dirinya sendiri: Apa yang saya sukai? Apa yang menjadi kekuatan saya? Apa yang ingin saya capai? Dan kebiasaan apa yang harus saya bangun mulai hari ini?
Alumni sebagai Sumber Inspirasi Nyata
Kehadiran alumni dalam kegiatan pembelajaran memberikan pengalaman yang berbeda bagi murid. Sosok yang sebelumnya pernah duduk di ruang kelas yang sama, belajar bersama guru-guru yang sama, dan menjalani dinamika sebagai murid SMP, kini hadir dengan pengalaman baru sebagai mahasiswa kedokteran yang sedang berada di tahap akhir perjalanan menuju profesinya.
Hal tersebut memberikan pesan yang kuat bahwa masa depan yang besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh sejak hari ini.
Bagi murid kelas 9, kisah Mas Egi menjadi bukti nyata bahwa perjalanan setelah SMP dapat membawa seseorang menuju berbagai kemungkinan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bermimpi, kesungguhan untuk berproses, dan kedisiplinan untuk menjaga langkah tetap konsisten.
Kolaborasi dalam Program Kokurikuler
Kegiatan Career Talkshow ini dipandu oleh Miftakhul Riska Fatimah SPd dan merupakan bagian dari program bidang Kurikulum yang dimotori oleh Fatwa Ika Widarti SSi Gr.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat pendampingan dari para wali kelas 9, yaitu Miss Pitra, Bu Tika, Bu Nurus, Bu Ruri, dan Bu Yuseta, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan terarah.
Kolaborasi antara bidang kurikulum, guru, wali kelas, alumni, dan murid menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui cerita, pengalaman, refleksi, dan interaksi langsung dengan sosok yang telah menjalani perjalanan nyata.
Menanamkan Keberanian untuk Bermimpi
Pada akhirnya, Career Talkshow ini bukan hanya tentang seorang alumni yang sedang menuju profesi dokter. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan tentang keberanian untuk bermimpi dan kesediaan untuk berproses.
Murid kelas 9 berada pada salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikannya. Tidak lama lagi mereka akan melanjutkan langkah menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan pilihan, tantangan, dan kesempatan yang semakin beragam.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap setiap murid dapat pulang dengan satu keyakinan sederhana: tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi selama dibarengi dengan usaha, doa, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.
Kisah Mas Egi menjadi pengingat bahwa seorang dokter tidak lahir secara tiba-tiba. Di balik jas putih dan profesi yang membanggakan, ada perjalanan panjang yang dimulai dari seorang anak yang berani memiliki cita-cita, kemudian belajar, berdisiplin, menyelesaikan tugas, menghadapi tantangan, dan terus melangkah.
Dan mungkin, di antara murid-murid kelas 9 yang mengikuti Career Talkshow hari ini, kelak akan hadir dokter, insinyur, ilmuwan, pengusaha, pendidik, pemimpin, seniman, atau profesional hebat lainnya.
Karena masa depan tidak hanya ditunggu. Masa depan dipersiapkan—dimulai dengan mengenali diri, berani bermimpi, dan sungguh-sungguh menjalani proses hari ini. Kenali Potensi Diri, Bangun Masa Depan Impian. (Fajar Arif)






