TPA Sore: Menumbuhkan Kedekatan Anak dengan Al-Qur’an melalui Tilawati

  • Pendekatan Bertahap dan Menyenangkan: Pembelajaran metode Tilawati disesuaikan dengan perkembangan anak usia dini agar mereka mengenal huruf hijaiyah tanpa merasa terbebani.
  • Pembentukan Pembiasaan Positif: Menjadikan Al-Qur’an familiar dalam keseharian anak melalui pengulangan, pembiasaan, dan suasana belajar santai setelah jam sekolah.
  • Menanamkan Rasa Cinta Al-Qur’an: Kegiatan difokuskan untuk memupuk kenyamanan dan ikatan emosional anak dengan Al-Qur’an sejak dini, bukan sekadar mengejar kecepatan membaca.

AYWS – Mengenalkan Al-Qur’an kepada anak sejak usia dini dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Bukan tentang seberapa cepat anak mampu membaca Al-Qur’an, tetapi tentang bagaimana menghadirkan pengalaman yang menyenangkan agar anak merasa akrab, nyaman, dan tumbuh rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak kecil.

Melalui program TPA Sore, KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menjadi salah satu sarana bagi anak untuk semakin dekat dengan AlQur’an. Salah satu kegiatan di dalamnya adalah pembelajaran menggunakan metode Tilawati, yang diampu oleh Bunda Lia Nuraini dan Bu Vina Ayu Novianti.

Dalam kegiatan Tilawati, anak-anak dikenalkan dengan huruf hijaiyah dan dasar-dasar membaca Al-Qur’an secara bertahap. Materi dan proses pembelajaran disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini, sehingga anak dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman tanpa merasa terbebani.

Pengenalan dilakukan secara perlahan melalui pengulangan dan pembiasaan agar huruf-huruf hijaiyah semakin akrab bagi mereka. Suasana belajar pun dibuat menyenangkan. Anak-anak tampak antusias mengikuti arahan guru, memperhatikan contoh, kemudian mencoba bersama-sama. Ada yang dengan penuh semangat menyebutkan huruf hijaiyah, ada pula yang dengan wajah ceria mencoba mengulanginya kembali.

Momen-momen sederhana tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. TPA Sore juga menjadi ruang bagi anak untuk memiliki pengalaman positif bersama Al-Qur’an. Setelah menjalani berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah, anak kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, kegiatan ini diharapkan dapat membuat Al-Qur’an hadir sebagai sesuatu yang familiar dan menyenangkan dalam keseharian mereka.

Pada usia dini, kedekatan dengan Al-Qur’an tidak selalu harus dimulai dari kemampuan membaca yang sempurna. Mengenal huruf hijaiyah, mendengarkan bacaan, mengikuti guru, mencoba melafalkan, dan terbiasa berada dalam suasana belajar Al-Qur’an merupakan langkah-langkah kecil yang memiliki arti penting. Dari pembiasaan tersebut, perlahan tumbuh rasa nyaman dan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an.

Melalui TPA Sore dan pembelajaran Tilawati, anak-anak diajak untuk mengenal Al-Qur’an dengan cara yang bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia mereka. Guru tidak hanya mendampingi anak dalam mengenal huruf hijaiyah, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang membuat anak merasa bahwa belajar bersama Al-Qur’an adalah kegiatan yang menyenangkan.

Keceriaan anak selama mengikuti kegiatan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Senyum, semangat, dan rasa ingin tahu mereka menunjukkan bahwa belajar dapat berlangsung tanpa kehilangan keseruan. Hari demi hari, huruf hijaiyah yang awalnya masih terasa asing perlahan menjadi semakin familiar.

Pada akhirnya, TPA Sore bukan sekadar kegiatan tambahan setelah pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mendekatkan anak dengan Al-Qur’an sejak usia dini, melalui pengalaman yang sederhana namun dilakukan secara konsisten. Semoga dari langkah-langkah kecil ini tumbuh generasi yang tidak hanya mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, tetapi juga memiliki rasa dekat, senang, dan cinta kepada Al-Qur’an. Belajar bersama Al-Qur’an, satu huruf demi satu huruf, dengan hati yang ceria. (Taufiq)