- Apresiasi & Amanat Upacara: Upacara bendera berlangsung khidmat dengan petugas dari kelas XI Sains Alam, disertai pesan agar lelah belajar tidak menurunkan kualitas hasil belajar murid.
- Fokus Proyek SPIONASE: Murid diminta menjaga ketajaman analisis, disiplin terhadap timeline, dan tidak terdistraksi dalam menyusun Student’s Project Innovation Assessment.
- Penguatan Kompetensi: Asesmen SPIONASE dirancang untuk membangun keterampilan kognitif, self efficacy, penguasaan teknologi, manajemen waktu, serta kemampuan berkolaborasi.
AYWS – Upacara bendera hari Senin, 14 September 2026, berlangsung dengan tertib dan khidmat. Pada kesempatan tersebut, Perkasa Gadik Puriadi MPd, bertindak sebagai pembina upacara. Apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada murid kelas XI Sains Alam yang telah menjalankan tugas sebagai petugas upacara dengan sangat baik dan penuh tanggung jawab.
Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan pesan penting mengenai amanah pembelajaran yang sedang diemban oleh para murid. Ia mengingatkan bahwa rasa lelah dalam menuntut ilmu merupakan hal yang wajar terjadi dalam proses belajar. Namun, kondisi tersebut sama sekali tidak boleh dijadikan alasan untuk menyurutkan semangat maupun menurunkan kualitas hasil belajar.
Setiap tugas pembelajaran hendaknya diselesaikan secara komprehensif dan inovatif. Penekanan ini menjadi sangat krusial, terutama dalam pelaksanaan Student’s Project Innovation Assessment atau SPIONASE. Program ini menuntut komitmen tinggi dari seluruh murid agar mampu menghasilkan karya yang berbobot serta berbasis pemikiran yang kreatif.
Pembina upacara juga menekankan pentingnya menjaga fokus pada inti permasalahan yang sedang dianalisis. Dalam menyusun proyek SPIONASE, para murid diharapkan tidak terdistraksi oleh hal-hal di luar fokus utama pengerjaan. Ketajaman analisis terhadap penyelesaian masalah menjadi tolok ukur penting dari keberhasilan proyek tersebut.
Melalui asesmen SPIONASE, para murid dibiasakan untuk membangun berbagai kompetensi esensial. Asesmen ini dirancang secara khusus untuk mengasah Cognitive Skills, Self Efficacy, Technology Skills, Working with Others, serta Management Skills. Kelima aspek ini menjadi pijakan utama dalam membentuk karakter murid yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Selain penguatan kompetensi, kedisiplinan terhadap alur waktu pengerjaan juga menjadi poin penting yang disoroti. Pembina upacara mengingatkan seluruh murid untuk senantiasa memperhatikan timeline pelaksanaan proyek hingga tahap persiapan presentasi akhir. Pengelolaan waktu yang terencana dengan baik akan menentukan kelancaran dan kualitas karya yang dipresentasikan.
Sisi kolaboratif turut menjadi penekanan utama dalam amanat upacara kali ini. Aspek bekerja sama harus dijunjung tinggi karena keberhasilan proyek besar jarang dicapai secara individu semata. Keterampilan berkolaborasi ini dinilai sangat krusial sebagai bekal utama para murid dalam menghadapi tantangan serta dinamika kehidupan di masa depan.
Pada akhirnya, SPIONASE bukan sekadar penugasan akademik biasa, melainkan sarana efektif untuk melatih manajemen penyelesaian tugas secara sistematis. Melalui seluruh rangkaian proses ini, para murid diharapkan mampu menyerap nilai-nilai kedisiplinan, integritas, dan kerja keras yang bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. (Setyo)






