SPEAK: Membangun Fondasi Bahasa Inggris dan Menemukan Talenta Global Murid SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta

  • Penguatan Fondasi & Sistem Level: Program SPEAK adalah ekstrakurikuler wajib kelas X (setiap Selasa) yang membagi murid ke dalam tujuh kelas berdasarkan level kemampuan (Starter, Explorer, Builder) untuk mengasah grammar, vocabulary, dan speaking.
  • Kolaborasi Akademik & Pembinaan Talenta: Berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNY, program ini berfokus pada praktik komunikasi langsung sekaligus mengidentifikasi potensi murid di bidang public speaking, debat, dan debat internasional.
  • Dukungan SUGT & Prestasi Global: Program ini mendukung visi Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) guna menyiapkan murid bersaing di tingkat internasional, termasuk presentasi Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan studi lanjut.

AYWS — SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan murid menghadapi tantangan pendidikan dan dunia global. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui SPEAK (Student Program for English Advancement and Knowledge), program pengembangan kemampuan bahasa Inggris yang dirancang khusus untuk seluruh murid kelas X.

Program SPEAK merupakan ekstrakurikuler wajib yang dilaksanakan setiap Selasa pukul 15.45–16.45 WIB. Kehadirannya tidak sekadar menjadi tambahan pembelajaran bahasa Inggris, tetapi menjadi ruang bagi murid untuk membangun fondasi kemampuan berbahasa Inggris, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan keterampilan komunikasi secara bertahap.

Kepala Satuan Pendidikan SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, Agung Widiyantoro MPd, menyampaikan bahwa Program SPEAK dirancang secara khusus bagi murid kelas X agar mereka memiliki basic skill bahasa Inggris yang kuat sejak dini.

Dengan fondasi yang baik, menurut Agung, murid diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang untuk mengikuti berbagai program pengembangan pada jenjang berikutnya, termasuk persiapan studi lanjut, kompetisi, program akademik, hingga peluang di tingkat internasional.

Tujuh Kelas untuk Beragam Level Kemampuan

Salah satu karakteristik Program SPEAK adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa Inggris murid. Saat ini, SPEAK terdiri atas tujuh kelas, yaitu dua kelas Starter, tiga kelas Explorer, dan dua kelas Builder.

Pembagian tersebut dirancang agar murid dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Dengan pendekatan berbasis level, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan ruang bagi setiap murid untuk berkembang.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta dalam membangun budaya belajar bahasa asing yang lebih komunikatif. Murid tidak hanya mempelajari struktur dan tata bahasa, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbicara secara langsung.

Kolaborasi Sekolah dan Pendidikan Bahasa Inggris UNY

Dalam pelaksanaannya, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta menjalin kolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Program ini juga didukung oleh Bapak dan Ibu Guru SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta.

Kolaborasi tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang lebih variatif bagi murid. Melalui kegiatan pembelajaran yang komunikatif, murid mendapatkan kesempatan untuk memperkuat berbagai aspek kemampuan bahasa Inggris, mulai dari grammar, structure, vocabulary, hingga speaking.

Khansa, salah satu murid kelas Khawarizmi, merasakan manfaat dari kesempatan untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari secara langsung. “Setelah sekitar sebulan mengikuti program SPEAK saya belajar beberapa hal seperti structure, grammar, dan speaking. Setelah mempelajari structure dan grammar saya juga mendapatkan kesempatan untuk langsung berbicara di depan. Jadi, saya tidak cuma belajar teorinya tetapi juga mendapatkan pengalaman dan kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris secara langsung,” ujarnya.»

Pengalaman serupa juga disampaikan oleh Dzikra dari kelas Ghazali. Menurutnya, Program SPEAK membantu murid mengenali bagian-bagian kemampuan bahasa Inggris yang masih perlu ditingkatkan.

“SPEAK sudah membantu memberikan banyak informasi mengenai bagian mana saja yang harus saya tingkatkan dalam bahasa Inggris. Secara keseluruhan, materi yang disampaikan sangat membantu untuk jangka panjang nantinya,” ungkap Dzikra.»

Lebih dari Sekadar Belajar Bahasa Inggris

Bagi SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, SPEAK tidak hanya dirancang sebagai program pembelajaran bahasa Inggris. Program ini juga menjadi salah satu ruang untuk mengidentifikasi potensi dan talenta murid di bidang komunikasi dan bahasa.

Melalui aktivitas berbicara, presentasi, diskusi, dan praktik komunikasi, sekolah dapat melihat murid-murid yang memiliki potensi menonjol dalam bidang English speech, public speaking, English debate, storytelling, maupun presentation skills.

Talenta-talenta tersebut selanjutnya dapat dikembangkan secara lebih terarah sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai kompetisi dan ajang prestasi. Harapannya, SPEAK dapat menjadi salah satu pintu awal untuk menemukan murid-murid berbakat yang nantinya siap mewakili sekolah dalam berbagai kompetisi bahasa Inggris, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Mendukung Semangat Sekolah Unggul Garuda Transformasi

Penguatan kompetensi bahasa Inggris melalui SPEAK juga sejalan dengan langkah SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta dalam menjalankan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT).

Sebagai salah satu sekolah yang dipilih dan didukung pemerintah dalam program tersebut, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta terus berupaya menghadirkan program yang dapat memperkuat kompetensi akademik dan nonakademik murid.

Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting dalam mempersiapkan generasi yang memiliki daya saing global. Melalui SPEAK, murid dibiasakan untuk tidak hanya memahami bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai alat komunikasi dan sarana untuk mengakses peluang yang lebih luas.

Hal tersebut menjadi semakin penting seiring terbukanya berbagai kesempatan studi lanjut, kompetisi, pertukaran pelajar, forum akademik, dan kegiatan internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Mendukung KIR dan Kesiapan Kompetisi Internasional

Kemampuan berbahasa Inggris juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan prestasi akademik murid, termasuk dalam bidang Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Berbagai kompetisi dan forum ilmiah kini membuka kesempatan bagi pelajar untuk membawa karya dan inovasi mereka ke tingkat internasional. Dalam proses tersebut, murid tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang berkualitas, tetapi juga harus mampu menjelaskan gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, dan menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. SPEAK diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi yang mendukung kesiapan tersebut.

Melalui penguatan kemampuan komunikasi sejak kelas X, murid SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta diharapkan lebih siap ketika mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi, forum ilmiah, maupun program akademik di tingkat internasional.

Dengan demikian, murid tidak hanya mampu menciptakan karya dan inovasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan karya tersebut kepada dunia.

Suara Murid Menjadi Bagian dari Pengembangan Program

Seperti program pengembangan lainnya, SPEAK juga terus bertumbuh dan membutuhkan evaluasi. Berbagai masukan dari murid menjadi bagian penting dalam perjalanan program ini.

Naysa dari kelas Ghazali mengungkapkan bahwa SPEAK memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, terutama pada aspek grammar, sekaligus memberikan pengalaman belajar bersama mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNY.

«“Program SPEAK ini sangat berguna untuk improve skill bahasa Inggris, terutama di grammar yang saya sendiri masih banyak kurangnya. Saya juga belajar banyak hal baru dari program ini maupun dari kakak-kakak mahasiswa yang mengajar,” ujarnya.

Naysa juga menyampaikan sejumlah masukan terkait kesesuaian level kelas dan jadwal kegiatan. Masukan tersebut menjadi catatan penting untuk pengembangan program agar pengalaman belajar murid dapat semakin optimal.

Sementara itu, Athaya dari kelas Khawarizmi menyoroti pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang semakin menarik dan sesuai dengan kebutuhan murid. Menurutnya, tantangan program tidak hanya terletak pada materi, tetapi juga pada bagaimana kegiatan dapat membangun motivasi dan keterlibatan murid setelah aktivitas pembelajaran reguler.

Berbagai suara tersebut menunjukkan bahwa murid tidak hanya menjadi peserta dalam Program SPEAK, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangannya. Evaluasi terhadap metode pembelajaran, pengelolaan kelas berdasarkan level, jadwal, serta bentuk aktivitas akan terus menjadi perhatian agar SPEAK dapat berkembang menjadi program yang semakin efektif dan menyenangkan.

Menuju Branding Kompetensi Bahasa Inggris SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta

Ke depan, SPEAK diharapkan tidak hanya menjadi program wajib bagi murid kelas X, tetapi juga berkembang menjadi salah satu branding kompetensi bahasa Inggris SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta.

Program ini diharapkan mampu membangun fondasi bahasa Inggris yang kuat, menemukan talenta-talenta potensial, serta mempersiapkan murid untuk mengikuti berbagai program dan kompetisi.

Dengan dukungan manajemen sekolah, kolaborasi bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNY, keterlibatan Bapak dan Ibu Guru, serta masukan dari para murid, SPEAK terus diarahkan menjadi program yang memberikan dampak nyata.

SPEAK menjadi langkah awal untuk membangun murid yang tidak hanya memahami bahasa Inggris, tetapi juga berani menggunakannya, percaya diri menyampaikan gagasan, siap berkompetisi, dan mampu membawa karya serta prestasinya ke ruang yang lebih luas.

Karena bahasa bukan sekadar kemampuan untuk berbicara. Bahasa adalah jembatan untuk belajar, berkolaborasi, menyampaikan gagasan, dan membuka jalan menuju dunia.

Melalui SPEAK, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta terus menyiapkan generasi yang memiliki fondasi kuat, percaya diri, komunikatif, kompetitif, dan siap menghadapi masa depan sebagai bagian dari generasi global. (Setyo)