BANTUL – Suasana pagi yang cerah menyelimuti pelaksanaan upacara dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Senin (4/5/2026). Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh seluruh murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul serta SD Islam Al Azhar 38 Bantul.
Barisan peserta yang tertata rapi, suara tegas pemimpin upacara, serta langkah mantap para pengibar bendera menjadi gambaran kedisiplinan dan semangat kebangsaan yang terpancar dalam kegiatan tersebut. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi mendalam terhadap makna pendidikan bagi kemerdekaan bangsa.
Dalam amanatnya, Kepala SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni MPd, mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali mengingat makna penetapan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara. Ia menegaskan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara menjadi fondasi dalam menghadirkan pembelajaran yang memerdekakan dan bermakna.
“Pendidikan memiliki kontribusi besar terhadap kemerdekaan bangsa. Lebih dari itu, pendidikan juga mengantarkan manusia menjadi pribadi yang merdeka,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa konsep “merdeka” menurut Ki Hajar Dewantara adalah kemampuan individu untuk hidup mandiri, tidak bergantung pada orang lain, serta mampu mengatur dan mengarahkan dirinya sendiri, baik secara lahir maupun batin.
Sejalan dengan perkembangan pendidikan saat ini, Indra Juharni menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berpusat pada murid. Pendekatan ini menekankan pada proses memahami konsep secara utuh, mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata, serta mendorong murid untuk berpikir kritis, reflektif, dan kreatif.
“Saya berpesan kepada bapak ibu guru untuk menjadi penggerak pendidikan. Antarkan murid-murid menuju gerbang kesuksesan sesuai kodratnya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap murid memiliki bakat, minat, dan cita-cita yang berbeda, sehingga pembelajaran perlu dirancang secara bermakna melalui pengalaman belajar yang kontekstual, eksploratif, dan mendorong keterlibatan aktif murid.
Pendekatan pembelajaran mendalam ini selaras dengan filosofi Ki Hajar Dewantara tentang “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak”. Guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi membimbing proses belajar agar murid mampu membangun pemahaman, mengembangkan karakter, serta memiliki kesadaran belajar sepanjang hayat.
Upacara Hardiknas tahun ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berpusat pada murid, dan relevan dengan tantangan zaman. SMP Islam Al Azhar 66 Bantul terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada masa depan. (Argo)







