BOGOR – Di tengah arus deras media sosial yang kian membentuk cara berpikir dan berinteraksi generasi muda, pelajar dituntut tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga pencipta ruang digital yang sehat dan inspiratif. Semangat inilah yang terasa kuat dalam gelaran Silaturahmi Nasional (Silatnas) OSIS SMP/SMA Islam Al Azhar 2026 yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, kegiatan ini mempertemukan perwakilan OSIS dan MPK dari seluruh Indonesia dalam satu ruang kolaborasi. Antusiasme peserta bukan hanya terlihat dari kehadiran fisik, tetapi juga dari semangat mereka dalam menyerap isu-isu penting yang relevan dengan kehidupan pelajar hari ini—terutama soal media sosial.
SMP Islam Al Azhar 66 Bantul turut ambil bagian dengan mengirimkan tiga pengurus terbaiknya: Akmal Azzam Kurniawan (Ketua OSIS), Aquinanda Afisya Sashikirana (Wakil Ketua OSIS), dan Salwa (Ketua Bidang Kreativitas). Ketiganya tak hanya menjadi peserta, tetapi juga aktor aktif dalam dinamika diskusi dan praktik yang berlangsung.
Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah materi bertajuk “Smart Digital Leaders: OSIS Menginspirasi Budaya Media Sosial yang Positif” yang disampaikan oleh Adi Kusnanto, S.Pd. Materi ini menegaskan bahwa OSIS memiliki peran strategis di era digital—bukan hanya sebagai organisasi intra sekolah, tetapi juga sebagai motor penggerak literasi digital. OSIS didorong untuk menjadi role model dalam etika bermedia sosial, penyaring arus informasi yang kerap bias, sekaligus arsitek citra positif sekolah di ruang digital.
Tak berhenti pada teori, peserta juga diajak terjun langsung melalui penugasan membuat konten positif. Dari sinilah kreativitas dan kolaborasi lintas sekolah diuji. Hasilnya, Akmal Azzam Kurniawan bersama timnya berhasil mencuri perhatian dan meraih apresiasi sebagai salah satu dari tiga konten terbaik—membuktikan bahwa pelajar mampu bersaing sekaligus membawa pesan positif di tengah riuhnya dunia maya.
Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, Silatnas ini menjadi titik balik kesadaran bahwa media sosial bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga arena pengaruh. Melalui program-program seperti kampanye digital, konten edukatif, mading digital, hingga podcast pelajar, OSIS diharapkan mampu menghadirkan narasi yang membangun, bukan menjatuhkan.
Manfaat yang dirasakan pun nyata—mulai dari meningkatnya kemampuan komunikasi, kesadaran menjaga kesehatan mental di dunia digital, hingga tumbuhnya partisipasi aktif siswa dalam berbagai agenda sekolah. Ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk tidak terseret arus, melainkan mampu mengarahkan arus itu sendiri.
SMP Islam Al Azhar 66 Bantul pun menyambut positif hasil dari kegiatan ini dan berkomitmen mengimplementasikan nilai-nilai yang didapat. OSIS diharapkan menjadi pelopor dalam membangun budaya media sosial yang kreatif, sehat, dan inspiratif di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas capaian para siswa.
“Alhamdulillah, selamat untuk anak-anak atas kesuksesannya dalam kegiatan ini. Semoga ada hikmah di setiap detik yang telah dilalui,” ujarnya.
Di era ketika satu unggahan bisa menginspirasi ribuan orang, peran pelajar sebagai agen perubahan digital menjadi semakin nyata. Dan dari Cisarua, langkah kecil itu kini mulai bergema lebih luas. (Argo)







