Satu Pekan English Qur’an Educamp SD Islam Al Azhar 38 Bantul di Pare Kediri

.

  • Pembelajaran Bahasa & Karakter: 34 siswa mengikuti program intensif di FEE Center Pare untuk melatih conversation, kosakata harian, dan keberanian berbicara bahasa Inggris.
  • Integrasi Keislaman & Outdoor Learning: Kegiatan dipadukan dengan pembiasaan salat berjamaah, tahsin/tahfiz, serta kunjungan edukatif ke Candi Tegowangi dan alam sekitar.
  • Misi Membentuk Generasi Global: Bertujuan membekali siswa dengan kemampuan global tanpa meninggalkan identitas, nilai-nilai keislaman, dan akhlak mulia.

AYWS – Belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Ada banyak hal yang bisa dipelajari anak ketika mereka berani mencoba pengalaman baru, bertemu lingkungan yang berbeda, dan belajar menjadi lebih mandiri. Pengalaman inilah yang dirasakan oleh 34 siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul saat mengikuti program English Qur’an Educamp di Future English Education Center (FEE Center), Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur, pada 4–10 Oktober 2026.

Selama satu pekan, para siswa mengikuti kegiatan pembelajaran intensif yang memadukan keterampilan berbahasa Inggris, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an, dan pembentukan karakter. Program ini menjadi salah satu upaya SD Islam Al Azhar 38 Bantul dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi muslim yang percaya diri, mandiri, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Berada di Kampung Inggris Pare memberikan kesempatan bagi siswa untuk merasakan suasana belajar bahasa Inggris secara lebih nyata. Mereka tidak hanya mempelajari kosakata atau memahami materi, tetapi juga berlatih menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari. Melalui kegiatan Conversation Class, Daily Vocabulary, hingga presentasi kelompok, siswa didorong untuk lebih berani berbicara, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dengan teman. Proses belajar yang interaktif ini membantu mereka membangun kepercayaan diri sekaligus membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi.

Pengalaman belajar juga diperluas melalui kegiatan outdoor learning. Para siswa diajak mengeksplorasi lingkungan Kampung Inggris Pare dan mengunjungi Candi Tegowangi, sebuah situs bersejarah yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar di luar ruang kelas. Perjalanan ini bukan sekadar kegiatan jalan-jalan. Anak-anak mendapatkan pengalaman untuk mengenal lingkungan baru, belajar dari kehidupan di sekitarnya, serta melatih keberanian dan kemandirian selama mengikuti rangkaian kegiatan. Di tengah padatnya aktivitas belajar bahasa Inggris, pembinaan keislaman tetap menjadi bagian penting dalam keseharian siswa. Melalui program yang terintegrasi, anak-anak dibiasakan melaksanakan salat berjamaah, berzikir, serta mengikuti kegiatan Tahsin dan Tahfidzul Qur’an.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan berbahasa asing dan wawasan global perlu berjalan beriringan dengan penguatan iman, adab, serta akhlak mulia. Anak-anak diajak memahami bahwa menjadi generasi yang siap bersaing di dunia internasional bukan berarti meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislaman. Justru, bekal ilmu pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan dapat tumbuh bersama sebagai bagian dari pembentukan karakter mereka.

Kepala SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Muhammad Saiful Bahri, menyampaikan bahwa kegiatan di luar sekolah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pendidikan yang membekali siswa dengan kemampuan untuk berkembang di lingkungan yang semakin luas, tanpa kehilangan pijakan nilai-nilai Islam.

“Melalui interaksi langsung di FEE Center, kami ingin anak-anak belajar keluar dari zona nyaman, membangun kemandirian, dan semakin percaya diri. Kemampuan berbahasa Inggris yang baik serta fondasi Al-Qur’an yang kuat merupakan bekal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan masa depan,” ungkap Muhammad Saiful Bahri.

Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung seperti ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui praktik, interaksi, dan pembiasaan. Anak-anak tidak hanya belajar tentang suatu materi, tetapi juga belajar menghadapi tantangan, menyesuaikan diri, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Inilah pentingnya menghadirkan pendidikan yang memberi kesempatan kepada anak untuk belajar dari banyak pengalaman, baik di dalam maupun di luar kelas.

Rangkaian English Qur’an Educamp ditutup dengan kegiatan outbound dan berburu oleh-oleh khas Pare. Suasana kebersamaan, pengalaman baru, dan berbagai tantangan yang dilalui selama sepekan menjadi kenangan tersendiri bagi para siswa. Setelah kembali ke Bantul, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai cerita perjalanan. Semangat untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, menjaga hafalan Al-Qur’an, serta menerapkan kemandirian dan kedisiplinan diharapkan terus tumbuh dalam keseharian mereka, baik di sekolah maupun di rumah.

Bagi SD Islam Al Azhar 38 Bantul, pendidikan adalah proses mendampingi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang utuh. Anak perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kecerdasan, melatih keterampilan, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat iman dan akhlaknya. Melalui program-program pembelajaran yang bermakna, SD Islam Al Azhar 38 Bantul terus berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama. (Umi)