Perkuat Pendidikan Karakter, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari Jajaki Kolaborasi dengan Bapas

  • SD Islam Al Azhar 59 Wonosari menerima kunjungan Kepala Bapas Kelas II Wonosari, Andi Gafriana Mutiah, bersama tim untuk menjajaki kolaborasi edukasi.
  • Kolaborasi diarahkan pada penguatan pendidikan karakter, termasuk pemahaman tentang tanggung jawab, kedisiplinan, aturan, dan konsekuensi tindakan.
  • Kedua pihak berencana menindaklanjuti program edukasi karakter melalui kegiatan bersama yang diagendakan pada November 2026.

AYWS – Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di ruang kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman nyata agar mampu memahami arti tanggung jawab, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta konsekuensi dari setiap tindakan. Semangat inilah yang melandasi penjajakan kolaborasi antara SD Islam Al Azhar 59 Wonosari dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari, Gunungkidul.

Kepala Bapas Kelas II Wonosari, Andi Gafriana Mutiah, bersama tim melakukan kunjungan ke SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi lintas lembaga dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi peserta didik, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter.

Dalam kunjungan itu, tim Bapas Wonosari mengajak SD Islam Al Azhar 59 Wonosari berpartisipasi dalam kegiatan edukasi tanam yang diselenggarakan Bapas. Ajakan tersebut membuka peluang bagi siswa untuk memperluas pengalaman belajar melalui aktivitas langsung yang tidak hanya mengasah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab.

Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Danar Kusuma MPd, menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia memandang kolaborasi dengan berbagai instansi sebagai kesempatan untuk memperkaya proses pendidikan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak-anak.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Danar juga mengusulkan agar kerja sama dikembangkan melalui program edukasi karakter yang sesuai dengan usia dan kebutuhan peserta didik. Salah satu materi yang dinilai penting adalah pemahaman mengenai hubungan antara tindakan dan konsekuensi, termasuk dampak yang dapat timbul ketika seseorang melakukan kesalahan atau melanggar aturan.

Melalui pendekatan yang edukatif dan ramah anak, siswa diharapkan memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Mereka juga perlu belajar bersikap disiplin, menaati aturan, berani bertanggung jawab, serta menyadari bahwa kesalahan dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki diri.

Mengenalkan Tanggung Jawab dan Kesempatan Memperbaiki Diri

Kolaborasi dengan Bapas juga menjadi peluang bagi sekolah untuk mengenalkan peran lembaga pemasyarakatan kepada peserta didik. Anak-anak dapat memperoleh pemahaman bahwa Bapas memiliki tugas pendampingan dan pembimbingan terhadap klien pemasyarakatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengenalan ini diharapkan menumbuhkan cara pandang yang lebih bijak kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar mengenai pentingnya menaati aturan, tetapi juga memahami nilai tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kesempatan bagi setiap orang untuk memperbaiki diri.

Pendidikan karakter dengan demikian tidak berhenti pada penyampaian nasihat. Anak-anak perlu diajak memahami nilai-nilai tersebut melalui pengalaman, dialog, dan kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil diskusi, kedua pihak berencana menindaklanjuti gagasan edukasi karakter melalui kegiatan bersama yang insyaallah diagendakan pada November 2026. Rencana tersebut diharapkan menjadi awal kemitraan berkelanjutan antara SD Islam Al Azhar 59 Wonosari dan Bapas Wonosari.

Melalui sinergi ini, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak mulia dan kesadaran sosial.

Sebab, keberhasilan pendidikan bukan semata-mata diukur dari kemampuan anak menguasai pelajaran, melainkan juga dari tumbuhnya pribadi yang mampu membedakan benar dan salah, bertanggung jawab atas pilihannya, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menjadi manusia yang lebih baik. ***