- Parents Meeting menjadi wadah komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua untuk menyamakan visi pendidikan anak.
- Sekolah menyampaikan program pembelajaran, layanan, serta kebijakan yang akan diterapkan selama Tahun Ajaran 2026/2027.
- Sesi bersama Homeroom Teacher mempererat kolaborasi dalam mendampingi perkembangan dan kebutuhan setiap anak.
AYWS — Membangun pendidikan anak tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang erat dengan orang tua agar setiap anak memperoleh pendampingan yang selaras, baik di rumah maupun di sekolah.
Semangat tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Parents Meeting Tahun Ajaran 2026/2027 yang diselenggarakan Al Azhar 60 Early Years Programme (EYP) Yogyakarta pada Sabtu (18/7/2026) di Theater Room Lantai 7, Tower 2, Kampus Sleman 2.
Kegiatan yang dihadiri oleh wali murid, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, Koordinator Bidang (Korbid), tim Daycare dan Fullday, serta Homeroom Teacher ini menjadi momentum awal untuk menyamakan visi dalam mendampingi proses belajar dan tumbuh kembang anak selama satu tahun ajaran.
Kepala Satuan Pendidikan Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta, Tri Damayanti SPsi, memperkenalkan seluruh guru dan staf sekolah sekaligus mengenalkan Ketua Jamiyyah kepada para wali murid. Keberadaan Jamiyyah diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua, sehingga berbagai masukan, aspirasi, maupun evaluasi dapat disampaikan secara konstruktif demi peningkatan layanan pendidikan.
Berbagai informasi penting mengenai penyelenggaraan pendidikan juga disampaikan dalam Parents Meeting. Korbid Kurikulum memaparkan program pembelajaran dan agenda akademik yang akan dijalankan selama tahun ajaran 2026/2027. Korbid Keagamaan menjelaskan berbagai program pembiasaan yang bertujuan membentuk karakter islami sejak dini, sedangkan Korbid Kemuridan menyampaikan ketentuan mengenai aktivitas peserta didik, tata tertib, penggunaan seragam, hingga berbagai kebijakan sekolah yang memerlukan dukungan penuh dari orang tua.
Selain itu, tim Daycare dan Fullday memperkenalkan layanan pendampingan yang diberikan kepada anak selama berada di sekolah. Orang tua memperoleh gambaran mengenai aktivitas harian, pola pendampingan, serta layanan yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan perkembangan anak selama mengikuti program tersebut.
Tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, Parents Meeting juga membuka ruang dialog melalui sesi tanya jawab. Wali murid menyampaikan berbagai pertanyaan terkait program sekolah, sementara pihak sekolah memberikan penjelasan sebagai upaya membangun kesepahaman sejak awal tahun ajaran.
Momen yang paling berkesan hadir saat para wali murid mengikuti sesi bersama Homeroom Teacher di kelas masing-masing. Dalam suasana yang lebih akrab, guru dan orang tua saling mengenal, berbagi cerita mengenai karakter, kebiasaan, serta kebutuhan setiap anak. Diskusi tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi yang berkelanjutan antara guru dan keluarga, sehingga proses pendampingan anak dapat berjalan lebih optimal.
Melalui Parents Meeting ini, Al Azhar 60 Early Years Programme Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadikan orang tua sebagai mitra utama dalam pendidikan. Dengan komunikasi yang intensif, kolaborasi yang harmonis, serta tujuan yang sama, sekolah berharap setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, dan berkembang sesuai potensi terbaiknya. (Inayah)






