Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul Apresiasi Langkah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari Perkuat Budaya Literasi

  • Dapat apresiasi: Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul, Rukmini, mengapresiasi keseriusan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari dalam memperkuat literasi murid.
  • Luncurkan buku antologi: Murid kelas 4–6 bersama guru dan karyawan menerbitkan Sepotong yang Tak Terlihat, Sebuah Antologi yang berisi puisi, prosa, cerita fiksi, opini, dan artikel.
  • Padukan literasi dan budaya: Peringatan Bulan Bahasa 2026 menghadirkan pertunjukan seni, peragaan busana batik, serta interaksi inspiratif bersama kreator konten cilik Baby Dinar.

AYWS – Upaya SD Islam Al Azhar 59 Wonosari menumbuhkan budaya literasi melalui karya nyata mendapat apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gunungkidul. Peluncuran buku antologi karya murid bersama guru dan karyawan dinilai menjadi bukti keseriusan sekolah dalam membangun tradisi membaca, menulis, dan berkarya di lingkungan pendidikan.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gunungkidul, Rukmini MM, saat menghadiri peringatan Bulan Bahasa 2026 di Auditorium Al Hafidh, Kampus Al Azhar Wonosari, Kamis (8/10/2026).

Dalam sambutannya, Rukmini menilai kehadiran buku antologi Sepotong yang Tak Terlihat, Sebuah Antologi menunjukkan bahwa SD Islam Al Azhar 59 Wonosari tidak sekadar berbicara tentang pentingnya literasi, tetapi juga memberikan ruang nyata bagi warga sekolah untuk menghasilkan karya tulis.

“Karya ini dapat menunjukkan bahwa SD Islam Al Azhar 59 Wonosari serius dalam menempuh program penguatan literasi bagi murid-murid,” ujarnya.

Apresiasi tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan literasi di sekolah dapat diwujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan mendorong murid menuangkan gagasan, pengalaman, dan imajinasi ke dalam tulisan yang dapat dibaca serta diapresiasi oleh orang lain.

Antologi yang diluncurkan dalam rangkaian Bulan Bahasa itu memuat beragam tulisan, mulai dari puisi, prosa, cerita fiksi, kisah perjalanan hidup, opini, hingga artikel. Karya tersebut ditulis oleh murid kelas 4–6 bersama guru dan karyawan sekolah.

Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, penerbitan buku ini menjadi ruang bagi murid untuk mengenali potensi diri, melatih kemampuan berbahasa, serta membangun keberanian menyampaikan pemikiran melalui karya. Proses tersebut juga membuka kesempatan bagi mereka untuk memahami bahwa setiap pengalaman dan gagasan dapat memiliki nilai ketika dirangkai menjadi tulisan.

Merajut Literasi dan Budaya dalam Bulan Bahasa

Peringatan Bulan Bahasa 2026 di SD Islam Al Azhar 59 Wonosari mengusung tema “Sastra dan Swarna Batik: Merajut Kata, Mewarnai Budaya, Menginspirasi Negeri”. Tema ini merefleksikan upaya sekolah memadukan pengembangan kemampuan berbahasa dan sastra dengan pengenalan serta pelestarian budaya Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan seluruh murid tersebut dihadiri Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Wonosari Rohimul Anwar SP MPd, Wakil Kepala Bidang Akademik BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools Suhartini MPd, serta jajaran Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari.

Suasana auditorium berlangsung semarak melalui berbagai pertunjukan seni, musik, tari, musikalisasi puisi, serta gerak dan lagu yang dibawakan murid. Beragam penampilan tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil di depan umum, dan kemampuan bekerja sama.

Kecintaan terhadap budaya bangsa juga ditampilkan melalui peragaan busana batik oleh murid kelas 1–3. Mereka tampil mengenakan busana batik dan topi hasil karya sendiri. Selain mengenalkan batik sebagai warisan budaya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mengekspresikan imajinasi melalui karya yang mereka buat.

Perpaduan literasi, seni, dan budaya tersebut menjadikan Bulan Bahasa bukan hanya perayaan tahunan, melainkan juga ruang pembelajaran yang memberi kesempatan kepada murid untuk berkembang melalui beragam bentuk ekspresi.

Hadirkan Inspirasi dari Dunia Digital

Peringatan Bulan Bahasa kali ini juga menghadirkan Baby Dinar, kreator konten cilik yang dikenal melalui kanal YouTube dengan 3,39 juta pelanggan. Kehadirannya disambut antusias oleh para murid yang berkesempatan berinteraksi secara langsung.

Setelah rangkaian kegiatan di auditorium, para peserta mengikuti sesi foto bersama. Baby Dinar juga bertemu secara khusus dengan murid kelas 6 dalam suasana akrab untuk berbagi cerita sebagai sesama murid kelas 6.

Pertemuan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi para murid. Selain dapat bertemu dengan sosok yang mereka kenal melalui media digital, mereka juga memperoleh kesempatan untuk berbagi pengalaman dan membangun semangat dalam menjalani kegiatan belajar.

Kebersamaan itu ditutup dengan foto bersama dan saling mendoakan agar seluruh murid kelas 6 memperoleh kelancaran serta hasil terbaik dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2027.

Melalui peringatan Bulan Bahasa 2026, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan pelestarian budaya. Apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gunungkidul terhadap peluncuran antologi menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus menghadirkan kegiatan yang menumbuhkan minat baca dan kemampuan menulis.

Pada akhirnya, keberhasilan membangun budaya literasi tidak hanya diukur dari banyaknya buku yang dibaca, tetapi juga dari tumbuhnya keberanian untuk menuangkan gagasan dan menghasilkan karya. Dari ruang kelas hingga halaman-halaman buku, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari berupaya menanamkan pemahaman bahwa setiap murid memiliki cerita, pemikiran, dan potensi yang layak dikembangkan. (Meyta)