EduChamp Fest 2026 Jadi Panggung Kolaborasi AYWS dan Universitas Negeri Yogyakarta

  • SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta menjalin kerja sama dengan UNY melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA).
  • EduChamp Fest 2026 mengusung tema harmoni ekspresi, pembelajaran, dan keberagaman budaya Nusantara, dengan melibatkan 90 murid.
  • Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan sekolah diharapkan memperkaya pengalaman belajar serta mendorong kreativitas dan apresiasi budaya siswa.

AYWS — Bagaimana jika kreativitas, keberagaman budaya Nusantara, dan dunia akademik bertemu dalam satu ruang pembelajaran? Semangat inilah yang diusung Education Championship Festival (EduChamp Fest 2026), sebuah program pendidikan yang menjadi ruang kolaborasi antara SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta dengan Departemen Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Mengangkat tema “Menjalin Harmoni Ekspresi dan Pembelajaran dalam Ragam Budaya Nusantara”, EduChamp Fest 2026 menghadirkan semangat pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas. Program ini menempatkan kreativitas, ekspresi, dan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia sebagai bagian penting dari pengalaman pendidikan yang bermakna bagi peserta didik.

Sebanyak 90 murid SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta terlibat sebagai peserta dalam program tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dinamis, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memperluas wawasan dan mengeksplorasi potensi diri melalui kegiatan pendidikan yang kolaboratif.

Yang menjadikan program ini strategis adalah keterlibatan dunia perguruan tinggi dalam lingkungan pendidikan dasar. Melalui EduChamp Fest 2026, Departemen Pendidikan Sekolah Dasar UNY melibatkan dosen dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi ini mempertemukan perspektif akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah, sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan dan pengalaman antarlembaga pendidikan.

Sinergi tersebut diperkuat melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) tentang pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi pada Minggu (11/10/2026). Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Pradita Rizky Wirawan MPd, selaku Dosen Pendamping Himpunan Mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, dan Ardian Sinta Budiyono SPd., selaku Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta.

Penandatanganan ini menjadi landasan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. Dengan demikian, kerja sama yang terbangun tidak berhenti pada kesepakatan administratif, tetapi diarahkan untuk membuka ruang kegiatan pendidikan yang relevan, kreatif, dan memberikan nilai tambah bagi peserta didik.

Lebih dari sekadar festival, EduChamp Fest 2026 membawa pesan bahwa pembelajaran dapat menjadi ruang perjumpaan antara pengetahuan, kreativitas, dan identitas budaya. Tema keberagaman Nusantara memberikan konteks bagi pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Bagi mahasiswa PGSD UNY, keterlibatan dalam program ini membuka kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan pendidikan dasar dan memperkaya pengalaman dalam konteks praktik pendidikan. Sementara itu, bagi para murid, kolaborasi ini diharapkan menghadirkan perspektif baru tentang pembelajaran serta memperluas kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri.

Bagi SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta, kolaborasi dengan UNY merupakan bagian dari komitmen untuk membangun jejaring kemitraan yang produktif dan berkelanjutan. Kemitraan ini diharapkan menjadi pintu bagi pengembangan berbagai program edukatif yang mempertemukan inovasi pembelajaran dengan kebutuhan nyata peserta didik.

Melalui EduChamp Fest 2026, SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta bersama Departemen Pendidikan Sekolah Dasar UNY menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun pengalaman pendidikan yang lebih kaya dan bermakna. Sebuah langkah yang membawa pesan kuat: ketika sekolah dan perguruan tinggi bergerak bersama, ruang belajar dapat berkembang menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, wawasan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Nusantara. (Edi Komara)