Guru SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta Juara Nasional LKG 2026, Ciptakan Inovasi Belajar Berbasis AI

  • Eko Sulistyorini, guru Bahasa Jerman SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, meraih Juara 2 nasional LKG 2026 lewat inovasi Deutsch AI Mystery Room berbasis IFP dan AI.
  • Dari 35 sekolah pendaftar, 10 finalis terbaik terpilih mengikuti babak final di Al Azhar Pusat, Jakarta. SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta mengirimkan dua tim finalis.
  • Prestasi ini menunjukkan komitmen guru untuk mengembangkan pembelajaran interaktif, memanfaatkan teknologi secara relevan, dan meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.

AYWS – Inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan bermakna.

Terobosan inilah yang mengantarkan Eko Sulistyorini MPd Gr, guru Bahasa Jerman SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, meraih Juara 2 tingkat nasional dalam Final Lomba Kompetensi Guru (LKG) 2026 Sekolah Islam Al Azhar se-Indonesia. Babak final LKG dilaksanakan secara luring pada 24 Oktober 2026 di Kampus Al Azhar Kebayoran Baru.

Prestasi membanggakan tersebut diraih dalam kategori Lomba Inovasi Pembelajaran Interaktif Berbasis Interactive Flat Panel (IFP)/Al Azhar Tech Berbasis AI. Babak final diselenggarakan di Al Azhar Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta.

Eko tampil dengan inovasi bertajuk Deutsch AI Mystery Room, sebuah pendekatan pembelajaran Bahasa Jerman yang memadukan teknologi layar interaktif IFP dengan pemanfaatan kecerdasan buatan. Melalui konsep tersebut, pembelajaran bahasa asing dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih dinamis, menantang, dan melibatkan murid secara aktif.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak berhenti pada penggunaan perangkat digital di ruang kelas. Teknologi dapat menjadi sarana untuk merancang pengalaman belajar yang mendorong partisipasi, kreativitas, dan pemahaman murid terhadap materi.

Deutsch AI Mystery Room, Belajar Bahasa Jerman Lebih Interaktif

Dalam Deutsch AI Mystery Room, teknologi dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Jerman melalui misi dan tantangan yang harus diselesaikan murid. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk terlibat langsung dalam proses belajar, bukan sekadar menerima penjelasan materi dari guru.

Penggunaan IFP memungkinkan materi disajikan secara interaktif, sedangkan dukungan AI menjadi bagian dari upaya mengeksplorasi pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Dengan rancangan pembelajaran seperti ini, proses belajar bahasa asing berpeluang terasa lebih kontekstual dan menyenangkan. Murid tidak hanya diarahkan untuk menguasai materi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang mendorong keterlibatan dan pemahaman secara lebih mendalam.

Inovasi tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, ketika guru dituntut tidak hanya menguasai substansi mata pelajaran, tetapi juga mampu merancang strategi pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik dan kebutuhan murid.

Dua Tim SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta Tembus Final Nasional

Prestasi Eko Sulistyorini bukan satu-satunya kabar menggembirakan dari SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta. Sekolah ini juga berhasil mengantarkan satu tim lainnya ke babak final LKG 2026 melalui kategori Lomba Video Pembelajaran Mendalam.

Tim tersebut terdiri atas Widigdya Ilham Jauhari SIP, Tri Wahyu Anisah SPd, dan Aliva Rizkia Riyandari, S.Si. Keikutsertaan mereka hingga babak final menjadi bukti lain dari partisipasi aktif para pendidik SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta dalam mengembangkan praktik pembelajaran.

Persaingan dalam ajang ini berlangsung melalui proses seleksi. Dari 35 sekolah yang mendaftar, dipilih 10 finalis terbaik untuk mengikuti babak final di Jakarta. SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta menjadi salah satu sekolah yang berhasil mengirimkan dua tim finalis dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.

Keberhasilan ini memiliki arti penting bagi pengembangan profesionalisme guru. Selain menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan, kompetisi juga membuka ruang bagi pendidik untuk mengembangkan gagasan, menguji pendekatan pembelajaran, serta berbagi praktik baik yang dapat memperkaya dunia pendidikan.

Kompetensi Guru Menjawab Tantangan Pendidikan Digital

Lomba Kompetensi Guru (LKG) Sekolah Islam Al Azhar se-Indonesia menjadi salah satu ruang bagi para pendidik untuk menunjukkan kemampuan profesional dan kreativitas dalam mengembangkan pembelajaran. Melalui kompetisi semacam ini, guru didorong untuk terus memperbarui kompetensi, mengeksplorasi metode mengajar, serta merespons perubahan kebutuhan pendidikan.

Di tengah perkembangan AI dan transformasi digital, peran guru tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pembelajaran. Teknologi bukan pengganti peran pendidik, melainkan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya proses belajar apabila dirancang sesuai tujuan pembelajaran dan kebutuhan murid.

Prestasi Eko Sulistyorini melalui Deutsch AI Mystery Room menunjukkan salah satu cara teknologi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa asing. Sementara itu, keberhasilan tim Video Pembelajaran Mendalam mencapai final memperlihatkan semangat yang sama untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran melalui karya dan inovasi.

SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah berjuang dan berkontribusi dalam LKG 2026. Pencapaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pendidik untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, inspiratif, serta bermakna bagi murid.

Dua tim yang berhasil menembus final dan prestasi Juara 2 nasional yang diraih Eko Sulistyorini menjadi modal berharga bagi sekolah untuk terus mengembangkan budaya inovasi. Pada akhirnya, keberhasilan sebuah inovasi pembelajaran tidak hanya tercermin dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan proses belajar yang semakin relevan dan memberi manfaat bagi murid. (Frau Rini)