Hari Minggu Tak Jadi Halangan, 138 Murid SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta Berjuang di Semifinal KSNR

  • 138 murid SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta mengikuti semifinal KSNR 8 pada Minggu, 20 September 2026.
  • Semifinal mempertemukan peserta dari berbagai SD dan MI di DIY serta Jawa Tengah untuk memperebutkan tiket ke final.
  • Dukungan orang tua dan semangat berkompetisi menjadi bagian penting dalam pengalaman murid mengasah kemampuan dan wawasan.

AYWS – Hari Minggu biasanya menjadi waktu bagi anak-anak untuk beristirahat, bermain, atau menikmati waktu bersama keluarga. Namun, Minggu (20/9/2026) menjadi hari yang berbeda bagi 138 murid SD Islam Al Azhar 31 dan SD Islam Al Azhar 77 Yogyakarta.

Sejak pagi, mereka justru bersiap mengikuti babak semifinal Kompetisi Sains dan Numerasi Nasional (KSNR) 8. Meski berlangsung pada hari libur dan digelar di sekolah lain, semangat para peserta tetap terlihat sejak kedatangan mereka di lokasi lomba.

Bagi para murid, hari libur bukan alasan untuk melewatkan kesempatan berkompetisi. Dengan membawa nama sekolah, mereka datang untuk menguji kemampuan sekaligus mengejar tiket menuju babak final KSNR.

Babak semifinal tersebut mempertemukan peserta dari berbagai SD dan MI di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Persaingan menjadi bagian dari proses yang harus mereka lalui setelah sebelumnya mengikuti rangkaian kompetisi mulai dari tahap asesmen hingga penyisihan.

Koordinator KSNR SD Islam Al Azhar 31, Intan Samudera, mengatakan tahun ini merupakan penyelenggaraan KSNR yang ke-8. Tahapan kompetisi telah dilalui secara bertahap hingga akhirnya para peserta yang lolos berhak tampil di semifinal.

Menurut Intan, perjuangan para murid diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada KSNR tahun lalu, sebanyak 11 murid berhasil melaju ke babak final.

“Tahun ini kami berharap jumlah murid yang lolos ke final bisa lebih banyak,” ujarnya.

Semangat tersebut juga dirasakan langsung oleh para peserta. Zahra dan Ara mengaku tetap senang mengikuti lomba meskipun semifinal dilaksanakan pada hari Minggu.

Bagi keduanya, mengikuti kompetisi tidak menjadi beban. Justru, KSNR memberikan pengalaman baru karena mereka dapat menguji kemampuan sekaligus berkenalan dengan peserta dari sekolah lain.

Pengalaman serupa dirasakan Rafa, murid kelas 6. Ia bersyukur mendapat kesempatan mengikuti semifinal KSNR karena kompetisi tersebut memberinya ruang untuk belajar lebih banyak. Menurut Rafa, mengikuti lomba membuat dirinya menemukan berbagai hal baru yang tidak selalu diperoleh dalam pembelajaran sehari-hari di kelas.

Semangat para murid mengikuti KSNR menunjukkan bahwa kompetisi tidak semata-mata berbicara tentang siapa yang menjadi juara. Prosesnya juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengasah kemampuan berpikir, memperluas wawasan, menghadapi tantangan, dan membangun keberanian untuk tampil dalam sebuah kompetisi.

Di balik perjuangan para peserta, terdapat dukungan orang tua yang turut mengiringi langkah mereka. Kesediaan mendampingi anak mengikuti lomba pada hari libur menjadi bagian dari dukungan terhadap proses belajar dan pengalaman yang sedang mereka jalani.

Semifinal KSNR 8 pun menjadi pengalaman tersendiri bagi 138 murid SD Islam Al Azhar 31 dan SD Islam Al Azhar 77 Yogyakarta. Mereka tidak hanya datang membawa harapan untuk lolos ke final, tetapi juga membawa pulang pengalaman, keberanian, dan semangat untuk terus belajar.

Kini, perjuangan mereka berlanjut pada penantian hasil semifinal. Bagi para murid, apa pun hasilnya, pengalaman bertanding pada hari libur tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. (Sinta Herlina)