- Peningkatan Kompetensi Guru: Seluruh guru dan karyawan SD Islam Al Azhar 38 Bantul mengikuti seminar internasional untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris serta pemahaman komunikasi dalam dunia pendidikan.
- Kolaborasi Internasional: Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi dari Mindanao State University – Iligan Institute of Technology, Filipina, yang membahas pentingnya pemahaman konteks sosial, budaya, dan pragmatik dalam berbahasa.
- Komitmen Sekolah Berwawasan Global: Seminar ini merupakan upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidik agar mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dan siap mencetak generasi berwawasan internasional.
AYWS – Belajar tidak berhenti ketika seseorang sudah menjadi guru. Justru, menjadi pendidik berarti harus terus belajar, berkembang, dan membuka diri terhadap berbagai perubahan di dunia pendidikan.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Seminar “Bridging Linguistic Structures and Social Dynamics in Global Communication” yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SD Islam Al Azhar 38 Bantul di Kampus AYWS Gamping, Jumat (18/9/2026).
Seminar ini menghadirkan dua akademisi dari Mindanao State University – Iligan Institute of Technology, Philippines, yaitu Assoc Prof Sittie Noffaisah B Pasandalan MA dan Dr Danilyn T Abingosa sebagai pembicara. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah SD Islam Al Azhar 38 Bantul untuk terus meningkatkan kompetensi pendidiknya, khususnya dalam kemampuan berbahasa Inggris dan komunikasi dalam konteks pendidikan yang semakin terbuka dan terhubung secara global.
Dalam seminar tersebut, para peserta diajak melihat bahasa dari sudut pandang yang lebih luas. Bahasa bukan hanya tentang apakah sebuah kalimat sudah benar secara tata bahasa, tetapi juga tentang apa maksud yang ingin disampaikan, kepada siapa kita berbicara, dalam situasi apa, serta bagaimana budaya dan hubungan sosial memengaruhi makna sebuah komunikasi. Salah satu pembahasan menarik dalam seminar adalah bahwa satu kalimat yang sama dapat memiliki maksud berbeda ketika digunakan dalam situasi yang berbeda. Karena itu, kemampuan berkomunikasi tidak cukup hanya dengan menguasai kosakata dan struktur kalimat, tetapi juga membutuhkan kemampuan memahami konteks dan dinamika sosial.
Peserta juga diajak memahami bahwa komunikasi melibatkan berbagai aspek, mulai dari struktur bahasa, makna, fungsi bahasa, hingga konteks sosial dan budaya. Bahkan, cara seseorang berbicara dapat menunjukkan hubungan, tingkat kedekatan, rasa hormat, maupun posisi sosial antara satu orang dengan orang lainnya. Hal ini menjadi semakin penting dalam dunia pendidikan. Guru tidak hanya perlu mampu menggunakan bahasa dengan benar, tetapi juga perlu mengetahui bagaimana memilih cara berkomunikasi yang tepat sesuai dengan karakter peserta didik dan situasi yang dihadapi.
Materi seminar juga mengajak peserta melihat perkembangan komunikasi di era global. Interaksi saat ini tidak lagi terbatas pada satu bahasa, satu budaya, atau satu lingkungan. Komunikasi global menuntut kemampuan untuk memahami perbedaan latar belakang bahasa dan budaya serta mampu membangun pemahaman bersama. Dalam konteks pendidikan, hal tersebut menjadi bekal penting bagi guru.
Pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris, diharapkan tidak berhenti pada kemampuan berbicara dan menulis secara benar, tetapi juga membangun intercultural communicative competence, yaitu kemampuan berkomunikasi secara tepat ketika berhadapan dengan orang-orang dari latar bahasa dan budaya yang berbeda. Bagi guru SD Islam Al Azhar 38 Bantul, wawasan seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia yang semakin terbuka.
Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, M Saiful Bahri MPd Gr, menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kapasitas guru. “Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam skill bahasa Inggris, menambah wawasan mengenai penggunaan bahasa yang tepat dan efektif antara guru dan murid, serta menambah relasi di ranah internasional,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya sekolah memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik.
Bagi SD Islam Al Azhar 38 Bantul, guru yang terus belajar adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang terus berkembang. Karena itu, kesempatan untuk belajar dari akademisi, praktisi, maupun institusi pendidikan dari berbagai negara menjadi pengalaman yang berharga. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen sekolah untuk tidak hanya mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang memiliki wawasan global, kemampuan komunikasi, dan kesiapan berinteraksi di tengah masyarakat internasional. Sebab, ketika dunia pendidikan terus bergerak maju, guru pun perlu bergerak bersamanya.
Di SD Islam Al Azhar 38 Bantul, belajar bukan hanya untuk murid. Guru pun terus belajar, bertumbuh, dan di-upgrade agar mampu memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman hari ini, dan untuk masa depan yang semakin mendunia. (Umi)






