Ikuti FLN 2026, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari Bawa Semangat Literasi ke Tingkat Nasional

WONOSARI — Semangat literasi kembali bergema dalam gelaran Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang diselenggarakan oleh Komunitas Yuk Menulis di kawasan wisata edukatif Gubug Watu Kali pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan berskala nasional ini menjadi ruang inspiratif bagi para pegiat literasi, penulis, pendidik, komunitas membaca, hingga tokoh pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk pertama kalinya, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari turut ambil bagian dalam ajang FLN 2026. Keikutsertaan perdana tersebut diwakili oleh Dyah Widiastuti selaku Guru Kelas 1. Momen ini menjadi langkah awal yang membanggakan dalam mendukung gerakan literasi nasional sekaligus memperluas wawasan pendidikan dan budaya literasi di lingkungan sekolah.

FLN 2026 berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Tidak hanya dihadiri peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, acara ini juga menghadirkan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Para pegiat literasi, pakar pendidikan, penulis nasional, komunitas membaca, hingga tokoh inspiratif Indonesia hadir untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta motivasi tentang pentingnya budaya membaca dan menulis di era modern.

Rangkaian kegiatan yang disuguhkan pun beragam, mulai dari launching buku, seminar pendidikan, diskusi literasi, festival budaya, hingga sesi berbagi inspirasi bersama tokoh-tokoh nasional. Suasana alam yang asri dan menenangkan di Gubug Watu Kali semakin menambah hangatnya interaksi antar peserta yang datang dengan satu tujuan yang sama: menyalakan literasi untuk negeri.

Keikutsertaan perdana SD Islam Al Azhar 59 Wonosari dalam FLN 2026 menjadi bukti bahwa semangat literasi dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari lingkungan sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir motivasi baru untuk membangun budaya membaca dan menulis yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan di sekolah.

“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu berpikir, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sekitar,” ungkap Dyah Widiastuti di sela kegiatan.

Selain menghadiri festival, Dyah Widiastuti juga menerima penghargaan tingkat nasional dari Komunitas Yuk Menulis sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan dukungan dalam gerakan literasi sekolah. Penghargaan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus penyemangat untuk terus mengembangkan budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Melalui FLN 2026, Komunitas Yuk Menulis kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang kolaborasi literasi yang inklusif dan inspiratif bagi masyarakat Indonesia. Festival ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa literasi adalah pondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

Di akhir kegiatan, terselip harapan besar agar semangat literasi tidak berhenti hanya di satu acara. Literasi harus terus hidup di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Karena melalui membaca, seseorang mengenal dunia, dan melalui menulis, seseorang meninggalkan jejak pemikiran yang akan terus hidup sepanjang waktu.

Mari bersama menyalakan literasi untuk negeri, membuka ruang bagi generasi muda untuk berani bermimpi, berkarya, dan menjadi bagian dari masa depan Indonesia yang lebih gemilang. (Dyah)