Ikuti International Education Program, SD Islam Al Azhar 38 Bantul Siapkan Murid Berkelas Dunia

BANTUL – Komitmen SD Islam Al Azhar 38 Bantul dalam menyiapkan generasi berwawasan global kembali diwujudkan melalui langkah nyata. Sebanyak 23 murid dan 4 guru pendamping resmi diberangkatkan mengikuti International Education Program (IEP) ke dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia, dengan tema “Expanding Horizons, Bridging Cultures and Inspiring Change”.

Program yang berlangsung selama lima hari, 25–29 Januari 2026, ini bukan sekadar perjalanan luar negeri, melainkan sebuah misi pembelajaran internasional yang memadukan pengalaman akademik, pertukaran budaya, serta pembentukan karakter global sejak dini.

Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Saiful Bahri MPd Gr, menegaskan bahwa IEP dirancang sebagai bentuk experiential learning agar murid tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari dunia nyata.
“Anak-anak akan belajar langsung bagaimana sistem pendidikan, budaya, dan cara berpikir masyarakat di negara lain. Ini pengalaman yang tidak tergantikan,” ujarnya.

Rombongan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Changi Airport, Singapura, menggunakan maskapai Scoot pada Minggu pagi, menandai dimulainya perjalanan edukatif lintas negara tersebut.

Pertukaran Budaya Jadi Puncak Program

Agenda inti IEP berlangsung pada Senin–Selasa, 26–27 Januari 2026, melalui school program bersama Sekolah Kebangsaan (SK) Taman Damansara Aliff, Malaysia, mitra strategis SD Islam Al Azhar 38 Bantul.
Selama dua hari, murid akan terlibat langsung dalam kegiatan:

Sit in Class, merasakan suasana belajar di sekolah Malaysia dan memahami perbedaan sistem pendidikan.
Collaborative Activity, proyek kelompok bersama murid lokal untuk melatih komunikasi lintas budaya dan kerja sama tim.

Cultural Exchange Performance, ajang diplomasi budaya yang menampilkan Simfoni Angklung Medley Nusantara, geguritan, puisi, serta story telling tentang batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Baca Juga  SD Islam Al Azhar 59 Wonosari bersama LAZ Al Azhar Peduli Warga yang Terkena Musibah

Penampilan tersebut menjadi simbol diplomasi budaya sejak usia sekolah, memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada publik internasional.

Belajar dari Kota Dunia

Tak hanya di ruang kelas, para murid juga diajak belajar dari lingkungan kota. Di Singapura, mereka mengunjungi Jewel Changi dan Merlion Park, sementara di Malaysia rombongan menyusuri Istana Negara, Batu Caves, Genting Highland, serta berfoto di Menara Kembar Petronas (KLCC).
Selama program, murid dibekali aturan disiplin ketat, termasuk larangan penggunaan handphone di area sekolah dan pengelolaan uang saku mandiri di bawah pengawasan guru pendamping, sebagai latihan tanggung jawab dan kemandirian.

Koordinator kegiatan, Rahmawati AMd Kep, dalam sesi Technical Meeting menyampaikan harapannya agar program ini berjalan lancar dan memberi dampak jangka panjang bagi murid.

“Kami mohon doa restu dari orang tua dan masyarakat. Semoga anak-anak pulang membawa ilmu, pengalaman, dan cara pandang baru tentang dunia,” ungkapnya.

Melalui IEP ini, SD Islam Al Azhar 38 Bantul kembali menegaskan perannya sebagai sekolah unggulan yang konsisten membuka jendela dunia bagi murid-muridnya—menyiapkan generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap bersaing di level global. (Septri)