SLEMAN – Kabar membanggakan datang dari salah satu siswi berprestasi SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, Maire Asysyifaa Kusuma. Belum lama ini, Maire berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjadi juara dalam lomba esai bergengsi Indonesia Sejuta Cita Future Leaders Chapter 12: Jepang 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tiket bagi Maire untuk mengeksplorasi Negeri Sakura dan memperluas cakrawala internasionalnya.
Bagi Maire, mengikuti lomba ini bukan sekadar mengejar gelar juara. Ia memiliki visi yang jauh ke depan, terutama terkait persiapannya menuju studi lanjut di luar negeri.
“Selain nilai akademik dan kemampuan bahasa asing, dibutuhkan motivasi internal yang kuat. Saya mengasah kemampuan menulis ini sebagai bentuk pengembangan diri sekaligus persiapan syarat studi lanjut nanti,” ungkap Maire.
Melalui ajang ini, Maire juga mengincar kesempatan untuk rejeki games memperkaya wawasan mengenai keragaman budaya di negara tujuan studi. Selain itu
melakukan kunjungan universitas (university visit) secara langsung, serta membangun jejaring dengan teman-teman baru dari berbagai sekolah dan universitas di seluruh Indonesia.
Dalam esainya yang memukau para juri, Maire menyoroti bagaimana Jepang berhasil menjadi raksasa dunia tanpa kehilangan jati dirinya. Ia berargumen bahwa Jepang sukses memadukan teknologi modern dengan nilai budaya tradisional seperti disiplin tinggi, efisiensi, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan.
Maire menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk meniru langkah tersebut. Menurutnya, pembangunan di Indonesia akan jauh lebih berkelanjutan jika kita mampu mengembangkan teknologi yang tetap berakar pada identitas budaya lokal.
Maire juga berkomentar bahwa sangat bersyukur bisa terpilih di antara ribuan peserta hebat lainnya. Bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai sekolah di Indonesia memberikan perspektif baru baginya.
“Saya sangat antusias untuk melakukan university visit di Jepang nanti dan membawa pulang banyak pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan efisiensi yang bisa kita terapkan di sini.”
“Kemenangan ini adalah langkah awal saya untuk melihat dunia lebih luas. Saya percaya bahwa teknologi sehebat apa pun tidak akan memiliki ‘jiwa’ jika kita melupakan akar budaya sendiri. Melalui program ke Jepang ini, saya ingin belajar langsung bagaimana masyarakat di sana tetap membungkuk hormat pada tradisi sambil terus berlari mengejar inovasi. Semoga ini bisa jadi bekal saya untuk berkontribusi bagi Indonesia di masa depan,” tambah Maire
Prestasi di Future Leaders Chapter 12 ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan pemikiran kritis dapat membuka pintu menuju dunia internasional. Semangat Maire dalam mempersiapkan masa depan studinya melalui tulisan dan pengembangan diri patut menjadi teladan bagi rekan-rekan pelajar lainnya.
Selamat untuk Maire Asysyifaa Kusuma! Semoga suatu saat nanti dapat melakukan perjalanan ke Jepang dan membawa ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa. (Fivin)







