Kuatkan Karakter, Petakan Potensi, dan Jelajahi Sejarah: Keseruan Hari Kedua MPLS yang Sarat Makna

  • Hari kedua MPLS diawali apel pagi, pembiasaan ibadah di Masjid Al Hafidz AYWS, serta penguatan karakter, disiplin, dan nilai religius.
  • Murid mengikuti screening keagamaan dan Bahasa Inggris untuk memetakan potensi serta mendukung pembelajaran yang lebih personal dan efektif.
  • Kegiatan ditutup dengan jalan sehat, bakti sosial, kunjungan edukatif ke Monumen Jogja Kembali (Monjali), dan pembuatan video sejarah guna menumbuhkan empati, wawasan kebangsaan, serta kreativitas digital.

AYWS – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua bagi murid baru berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Mengusung konsep pendidikan yang holistik, agenda hari ini tidak hanya fokus pada adaptasi lingkungan fisik sekolah, melainkan juga menyentuh aspek spiritual, pemetaan akademik, kepedulian sosial, hingga pengenalan sejarah bangsa.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara apik untuk membentuk karakter murid baru yang unggul, agamis, dan berwawasan luas.

Kedisiplinan dan Penguatan Iman di Pagi Hari

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan apel pagi rutin di lapangan utama sekolah. Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, para murid baru berbaris dengan rapi dan khidmat. Dalam amanatnya, pembina apel menekankan pentingnya kedisiplinan dan manajemen waktu sebagai kunci utama meraih kesuksesan di jenjang pendidikan yang baru ini.

Usai apel pagi, kegiatan bergeser ke masjid Al Hafidz AYWS untuk melaksanakan pembiasaan ibadah pagi. Kegiatan ini merupakan pilar penting sekolah dalam menanamkan nilai-nilai religius sejak dini.

Suasana religius yang syahdu begitu terasa saat para murid dengan khusyuk mengikuti rangkaian ibadah, yang meliputi:

•              Pembacaan Ikrar Murid sebagai bentuk penguatan iman.

•              Salat Duha Berjamaah untuk melatih kebiasaan ibadah sunah.

•              Dzikir dan Doa Bersama demi kelancaran proses menuntut ilmu.

•              Tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama guna menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci.

Screening Komprehensif: Memetakan Bakat Keagamaan dan Kemampuan Bahasa

Memasuki pertengahan hari, sekolah memfokuskan agenda pada pemetaan potensi akademik dan non-akademik murid melalui dua sesi screening khusus. Langkah ini diambil agar proses pendampingan belajar ke depan dapat berjalan lebih personal dan efektif.

1. Screening Keagamaan

Sesi ini ditujukan untuk memetakan kemampuan awal membaca Al-Qur’an serta pemahaman ibadah praktis murid. Hasil dari pemetaan ini akan digunakan sebagai dasar pengelompokkan kelas pembelajaran agama pada tahap selanjutnya, sehingga tidak ada murid yang tertinggal. Selain itu, sesi ini juga berfungsi untuk mendeteksi potensi bakat khusus di bidang keagamaan, seperti seni tilawah, kaligrafi, hingga hafalan Al-Qur’an (tahfidz).

2. Screening Bahasa Inggris

Bekerja sama dengan Divisi Pengembangan Bahasa, sesi ini dirancang untuk melihat sejauh mana kemampuan dasar (basic skills) berbahasa asing para murid baru. Melalui asesmen interaktif, sekolah dapat merumuskan program pembiasaan bahasa asing yang paling tepat guna mendukung visi sekolah yang berwawasan global.

Meniti Jejak Sejarah: Jalan Sehat, Baksos, hingga Eksplorasi Monjali

Puncak keseruan hari kedua MPLS ditandai dengan kegiatan luar ruangan yang menggabungkan aspek kesehatan, sosial, dan edukasi. Seluruh murid baru didampingi panitia melakukan jalan sehat dari sekolah menuju salah satu destinasi bersejarah terdekat, yaitu Monumen Jogja Kembali (Monjali).

H. Ahmad Latif Noor, M.Or. ketua panitia kegiatan sekaligus guru olahraga menyampaikan bahwa ada yang istimewa dari perjalanan kali ini. Tidak sekadar berjalan kaki, para murid baru juga diajarkan arti penting berbagi melalui aksi Bakti Sosial (Baksos). Sepanjang rute perjalanan, para murid membagikan bingkisan sembako dan makanan ringan kepada warga sekitar, pembersih jalan, serta pekerja informal yang mereka temui.

“Kami ingin menanamkan jiwa sosial dan empati yang tinggi pada diri anak-anak sejak hari pertama mereka masuk. Belajar itu tidak hanya di dalam kelas dengan buku, tetapi juga turun ke jalan melihat dan peduli pada sesama,” tambah Latif.

Sesampainya di Monjali, para murid langsung disambut dengan atmosfer perjuangan masa lalu. Mereka diajak berkeliling museum untuk mempelajari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Agar pengalaman belajar di Monjali ini lebih membekas, para murid diberikan tugas kreatif berupa pembuatan video ulasan singkat (short video/vlog) tentang apa saja informasi sejarah yang mereka peroleh selama kunjungan. Tugas ini diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus kreativitas mereka dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif.

Sore hari, kegiatan MPLS hari kedua ditutup dengan wajah-wajah lelah namun penuh tawa riang dari para murid baru. Melalui kombinasi kegiatan fisik, olah spiritual, pemetaan potensi, dan edukasi lapangan ini, sekolah optimistis para murid baru akan tumbuh menjadi generasi emas yang cerdas, berkarakter mulia, dan siap menyongsong masa depan. (Setyo Eko)