SLEMAN – Upaya Museum dan Galeri SBY–Ani dalam memperluas perannya sebagai pusat edukasi sejarah nasional kini memasuki babak baru. Rabu (28/1/2026), tim Museum dan Galeri SBY–Ani melakukan pertemuan resmi dengan jajaran pimpinan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) untuk menjajaki kerja sama strategis di bidang pendidikan, literasi sejarah, dan penguatan karakter generasi muda.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung BPPH AYWS, tim Museum dan Galeri SBY-Ani dipimpin langsung oleh Direktur Administrasi dan Bisnis, Nabila Amalina. Rombongan disambut Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs HA Hafidh Asrom MM, didampingi para Wakil Ketua Bidang BPPH AYWS serta para kepala satuan pendidikan AYWS dari berbagai jenjang, mulai pendidikan dasar hingga menengah.
Dalam forum silaturahmi tersebut, kedua belah pihak membahas potensi kolaborasi jangka panjang yang mengintegrasikan museum sebagai ruang belajar kontekstual dalam proses pendidikan formal. Nabila Amalina menegaskan bahwa Museum dan Galeri SBY–Ani sejak awal dirancang bukan hanya sebagai ruang penyimpanan artefak sejarah, tetapi sebagai media pembelajaran hidup yang menyentuh nalar, emosi, dan nilai-nilai kebangsaan generasi muda.
Sejarah tidak cukup hanya dibaca tapi harus dihadirkan dan dialami. Karena itu, museum harus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan. “Kami melihat AYWS memiliki visi yang sangat sejalan dengan semangat tersebut,” ujar Nabila.
Museum dan Galeri SBY–Ani yang berlokasi di Pacitan, Jawa Timur, merupakan ruang dokumentasi perjalanan hidup Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, mulai dari masa kecil, pendidikan, karier militer, hingga kepemimpinan nasional selama dua periode. Museum ini juga menjadi ruang penghormatan atas dedikasi Ibu Ani Yudhoyono, khususnya dalam bidang seni, budaya, dan kemanusiaan.
Di dalamnya, pengunjung diajak menyusuri perjalanan waktu melalui diorama, arsip visual, dokumentasi kebijakan, hingga benda-benda personal yang disusun secara kronologis dan naratif. Seluruhnya dikemas dengan pendekatan modern, interaktif, dan edukatif, menjadikan museum ini relevan dengan cara belajar generasi hari ini.
Lebih dari itu, Galeri Seni Ani Yudhoyono menghadirkan sisi lain dari Sejarah yakni sisi humanis dan reflektif. Karya fotografi, lukisan, dan koleksi seni yang dipamerkan menjadi penanda bahwa kepemimpinan tidak hanya dibangun oleh kekuasaan, tetapi juga oleh rasa, empati, dan kebudayaan. Bahkan, sejumlah lukisan karya SBY turut ditampilkan sebagai simbol dialog antara seni dan kepemimpinan.
Nilai-nilai inilah yang ingin dibawa ke dunia pendidikan melalui kerja sama dengan AYWS. Pihak Museum dan Galeri SBY-ANI ingin peserta didik tidak hanya tahu sejarah, tetapi memahami proses, perjuangan, dan nilai yang melahirkan sejarah itu sendiri. Kolaborasi dengan sekolah menjadi cara paling efektif untuk memastikan museum tidak berhenti sebagai ruang diam, tetapi terus hidup.
Sementara itu, Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Hafidh Asrom, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai pertemuan ini sebagai langkah awal membangun jembatan antara institusi pendidikan modern dan lembaga sejarah nasional. Menurutnya, AYWS memiliki komitmen kuat dalam menanamkan nilai kepemimpinan, kebangsaan, dan wawasan global kepada para siswanya.
“AYWS dibangun dengan semangat menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sejarah dan karakter kebangsaan,” ujar Hafidh.
Kerja sama dengan Museum dan Galeri SBY–Ani akan memperkaya pengalaman belajar siswa, baik melalui kunjungan, program bersama, maupun integrasi dalam pembelajaran.
Penjajakan kerja sama ini membuka peluang lahirnya berbagai program, seperti kunjungan edukatif terstruktur, kelas sejarah berbasis museum, proyek literasi, hingga kolaborasi pameran tematik yang melibatkan siswa. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih hidup, kontekstual, dan bermakna.
Menurut Hafidh sebenarnya AYWS juga sedang menyiapkan Pembangunan museum yang nantinya aka nada di kawasan Pathuk Gunungkidul. Namun disisi lain AYWS juga sudah memiliki museum alam berupa Lab Alam serta Lab Enterpreneur.
Dalam kesempatan itu Hafidh Asrom juga mengajak pihak Museum dan Galeri SBY-Ani bergabung dalam program Member Card AYWS yang anggota kini sekitar 10.000 yang pada umumnya alumni dan orang tua siswa, serta umum. “Seluruh anggota DPD RI sudah mendapatkan member card AYWS,” ujarnya.
Ia mengatakan, dengan memiliki Member Card AYWS maka para anggota akan mendapat potongan harga dari usaha-usaha anggota Member Card AYWS. Hal ini menjadi potensi bagi pihak Museum dan Galeri SBY-Ani untuk mendapat pengunjung yang lebih banyak. (Chaidir)







