Pembagian ZIS SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Bentuk Kepedulian Terhadap Warga

BANTUL – Di bulan yang penuh berkah ini, SMPIA 66 Bantul tidak hanya meneguhkan nilai kerohanian kepada para siswa dan guru tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan sosial. Dengan tujuan mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial, ZIS SMPIA 66 Bantul tahun ini tidak hanya membagikan beras zakat saja, melainkan disertai dengan bazar pakaian layak pakai gratis dan tebus murah sembako.

Keramaian dan keantusiasan warga Dusun Karasan yang begitu hangat mewarnai suasana halaman depan sekolah dan front office SMPIA 66 Bantul pada 10 Maret 2026 di pagi hari. Beberapa guru dan OSIS mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan ketika pembagian ZIS diselenggarakan. Meja–meja tersusun rapi mengelilingi pintu depan front office diikuti dengan disusunnya pakaian dan sembako di atasnya.

Para warga mengantre dengan tertib menunggu giliran untuk mendapatkan ZIS mereka masing–masing. Pada kegiatan ini, sebanyak 132 paket zakat fitrah dibagikan kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah.

Mayoritas warga yang datang adalah ibu–ibu paruh baya. Sebagian besar warga mampir ke bazar pakaian layak pakai gratis untuk memilih pakaian seusai mengambil beras zakat. Hebatnya, para warga memilih pakaian dengan tertib dan saling menghormati satu sama lain. Bahkan beberapa justru saling membantu mencari yang dibutuhkan oleh warga yang lain. Pembagian ZIS ini pun berakhir setelah kurang lebih 2 jam.

Mungkin diselenggarakannya pembagian ZIS ini terasa cepat, namun persiapannya begitu panjang. Berawal dari pengumpulan ZIS, pakaian layak pakai, dan sembako oleh para siswa, guru, karyawan, serta beberapa warga sekitar yang ingin turut berpartisipasi. Setelah itu, ZIS yang didapatkan ditotal keseluruhannya dan total yang diperoleh adalah Rp19.170.000.

Berdasarkan rekapitulasi dana yang dihimpun melalui program Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, dana tersebut terdiri dari zakat fitrah sebesar Rp6.360.000, santunan Rp6.750.000, zakat maal Rp2.500.000, sahur dan berbuka puasa Rp650.000, bingkisan Lebaran untuk yatim dan muallaf Rp650.000, wakaf renovasi masjid Rp550.000, solidaritas Palestina Rp850.000, serta infak dan sedekah umum Rp860.000.

Sementara itu, pakaian yang telah dikumpulkan disortir antara pakaian yang layak dipakai dan tidak oleh beberapa OSIS yang bertugas. Begitu pula sembako yang didapatkan diberi harga semurah mungkin untuk bazar tebus murah sembako.

Walaupun prosesnya begitu panjang dan melelahkan, para guru dan OSIS tetap bersemangat dan bahagia karena di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini mereka diizinkan untuk dapat bersilaturahmi dan bersedekah dengan warga sekitar.

“Tujuan diadakannya program bazar pakaian layak pakai adalah untuk membantu masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan pakaian layak pakai, sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi limbah pakaian dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya reuse dan recycle,” ucap Fitriana MPd, koordinator keagamaan SMPIA 66 Bantul.

Dengan diadakannya kegiatan ini, SMPIA 66 Bantul berharap tali silaturahmi dengan warga sekitar dapat menjadi lebih erat, warga sekitar yang membutuhkan pun dapat terbantu, serta kesadaran para siswa, guru, karyawan, dan warga sekitar mengenai pentingnya reuse dan recycle dapat meningkat. (Zhafira Setyo Laksitawati)