SLEMAN — Pendidikan karakter sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, sinergi antara sekolah dan keluarga harus terus diperkuat agar proses pendidikan mampu melahirkan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Akhirussanah TK Islam Al Azhar 38 Bantul yang digelar di Auditorium Al Hafidh, Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS Drs. H.A. Hafidh Asrom MM, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul Edy Sutrisno MPd, jajaran pimpinan yayasan, kepala satuan pendidikan, guru, serta orang tua peserta didik.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, Edy Sutrisno MPd, mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia karena menjadi fondasi pembentukan karakter, kebiasaan belajar, dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“Kelulusan ini bukan akhir perjalanan pendidikan anak-anak kita, melainkan awal dari langkah baru yang lebih panjang. Pendidikan anak usia dini menjadi fondasi yang sangat penting karena di sinilah karakter, kebiasaan belajar, dan kesiapan anak mulai dibangun,” kata Edy.
Menurut Edy, keberhasilan pendidikan anak usia dini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, guru, dan keluarga yang secara bersama-sama mendampingi proses tumbuh kembang anak.
Ia mengapresiasi TK Islam Al Azhar 38 Bantul yang dinilai telah memberikan dasar pendidikan yang baik melalui pengembangan kemampuan dasar sekaligus penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
“Kami melihat bahwa di lembaga ini bukan hanya aspek akademik dan keterampilan yang dibangun, tetapi juga karakter, bakat, dan potensi anak-anak mulai berkembang. Nilai-nilai karakter inilah yang akan menjadi bekal utama mereka dalam menghadapi masa depan,” ujarnya.
Edy optimistis pendidikan yang diberikan sejak usia dini akan melahirkan generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara pada masa mendatang.
“InsyaAllah, pada Indonesia Emas 2045 nanti akan lahir generasi dari Al Azhar yang mampu mengemban amanah, membawa kemajuan, serta memberikan kebaikan bagi bangsa dan negara,” katanya.
Peran Utama Keluarga
Sementara itu, Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs. H.A. Hafidh Asrom, M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai hanya oleh sekolah. Menurutnya, keluarga tetap memegang peran utama dalam proses pembentukan karakter anak.
“Pendidikan anak pada dasarnya berlangsung selama 24 jam. Karena itu sekolah dan orang tua harus saling menguatkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Hafidh mengatakan Al Azhar terus mengembangkan berbagai inovasi pendidikan yang bertujuan membentuk generasi berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi penerus bangsa yang akan menjadi aktor utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi pemimpin, entrepreneur, dan pribadi yang berakhlakul karimah. Mereka harus memiliki kompetensi sekaligus karakter yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Hafidh. (Chaidir)







