Say No to Bullying, Yes to Life Goals! Intip Serunya Cara Sekolah Kita Bikin Murid Makin Beradab dan Visioner

  • Stadium General MPLS menghadirkan materi pencegahan bullying dan kekerasan seksual bersama UPT P2TP2A serta psikolog Nurtika Ulfah, M.Psi., disertai Deklarasi Komitmen Zero Tolerance terhadap bullying dan kekerasan seksual.
  • Penguatan karakter dilakukan melalui materi Ke-Al Azhar-an dan Tata Adab oleh Bowo Sidarto, yang mengajak seluruh murid berkomitmen menjunjung tinggi disiplin, etika Islami, dan budaya saling menghargai.
  • Murid juga dibekali perencanaan studi lanjut dan penyusunan Life Goals bersama guru BK Nadia Mardhatilla dan Waka Kurikulum Dian Larasati untuk mempersiapkan masa depan secara terarah sesuai potensi masing-masing.

AYWS – Melanjutkan kegiatan MPLS dengan semangat yang segar, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta  kembali menggelar rangkaian Stadium General yang sarat akan makna dan edukasi bagi seluruh murid. Kegiatan yang berlangsung meriah di Auditorium AYWS Kampus Sleman 1  ini tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas akademik, tetapi juga pembangunan karakter, mentalitas, serta kesiapan menyongsong masa depan. Rangkaian acara kolosal ini dirancang khusus untuk membekali para murid agar menjadi generasi muda yang beradab, berprestasi, dan memiliki visi hidup yang jelas.

Sesi pembuka diawali dengan pemaparan yang sangat krusial di era digital saat ini, yakni Stadium General dari UPT P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak). Mengangkat tema yang tengah menjadi perhatian serius, yaitu “Pencegahan Bullying dan Kekerasan Seksual”, sesi ini sukses membuka mata seluruh murid. Para pemateri dari UPT P2TP2A memberikan pemahaman mendalam mengenai batasan-batasan interaksi sosial, bahaya laten kekerasan seksual, serta dampak destruktif perundungan bagi kesehatan mental korban.

Melanjutkan tema perlindungan anak, agenda bergulir pada Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Kekerasan Seksual yang dibawakan langsung oleh Nurtika Ulfah, M.Psi., Psikolog. Dengan gaya bahasa yang luwes, interaktif, dan kekinian khas anak muda, beliau mengajak para murid untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar serta berani “speak up” jika melihat atau mengalami tindakan yang tidak menyenangkan. Pemateri juga membagikan tips psikologis praktis tentang bagaimana mengelola emosi dan membangun sirkel pertemanan yang sehat, suportif, dan positif di lingkungan sekolah.

Puncak emosional dari sesi ini adalah penandatanganan dan pengucapan “Komitmen Deklarasi Pencegahan Bullying serta Kekerasan Seksual” oleh seluruh elemen sekolah. Suasana haru dan penuh determinasi terasa saat para murid, guru, dan staf secara serentak menyuarakan janji untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menerapkan prinsip zero tolerance to bullying. Deklarasi ini menjadi bukti nyata dan komitmen absolut bahwa sekolah kita benar-benar serius dalam menciptakan ruang aman bagi setiap murid untuk berkembang tanpa rasa takut.

Tak hanya soal perlindungan dan kenyamanan diri, fondasi karakter spiritual dan tata krama murid juga menjadi sorotan utama melalui materi “Ke-Al Azhar-an dan Tata Adab”. Sesi yang penuh nilai luhur ini disampaikan secara lugas dan inspiratif oleh Bapak Bowo Sidarto selaku Koordinator TANSEK. Beliau memberikan penekanan kuat bahwa kecerdasan intelektual setinggi apa pun tidak akan ada artinya jika tidak dibarengi dengan adab dan akhlak yang mulia.

Setelah mendalami esensi tata adab, Bowo Sidarto kemudian memimpin seluruh murid untuk menggemakan Pernyataan Komitmen Bersama. Melalui komitmen ini, para murid berjanji untuk senantiasa menjunjung tinggi aturan-aturan yang berlaku, menjaga kedisiplinan yang berakar pada kesadaran diri, serta mengedepankan etika islami dalam setiap tindakan nyata. Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak ekosistem sekolah yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga islami, harmonis, dan penuh rasa saling menghargai.

Memasuki paruh kedua rangkaian acara, fokus para murid diajak melesat ke depan melalui sesi Stadium General: Sosialisasi Studi Lanjut. Sesi yang sangat dinantikan ini dipandu oleh Nadia Mardhatilla, Guru Bimbingan Konseling (BK). Secara komprehensif, Nadia memaparkan berbagai jalur masuk Perguruan Tinggi, teknik pemetaan minat bakat, serta strategi adaptif dalam memilih program studi yang paling selaras dengan potensi unik masing-masing murid.

Menambah bobot dari sesi karir ini, Dian Larasati selaku Waka Bidang Pengembangan Kurikulum turut memberikan wawasan strategis yang tak kalah penting. Beliau menjabarkan secara detail bagaimana program dan struktur kurikulum di SMA ini dirancang secara khusus untuk menjadi batu loncatan yang kuat bagi pencapaian studi lanjut para murid. Selain itu, Ibu Dian juga memotivasi murid dengan membagikan data historis keberhasilan luar biasa dari lulusan-lulusan sebelumnya yang sukses menembus berbagai universitas favorit.

Hal yang paling seru dan interaktif dari sesi ini adalah momen “Pembuatan Life Goals” atau penyusunan peta jalan kehidupan. Para murid diajak untuk melakukan refleksi diri yang mendalam, menuliskan mimpi-mimpi besar mereka, dan menyusun langkah-langkah taktis untuk mencapainya. Melalui pendampingan sinergis dari Ibu Nadia dan Ibu Dian, seluruh murid diajarkan cara menetapkan target jangka pendek dan jangka panjang secara SMART (Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Tepat Waktu), sehingga memicu ledakan motivasi belajar sejak bangku SMA.

Secara keseluruhan, rangkaian Stadium General ini terbukti sukses menyuntikkan paradigma dan energi baru bagi seluruh warga sekolah. Mulai dari ikhtiar membangun lingkungan yang steril dari bullying, menanamkan akar adab islami yang kuat, hingga merancang cetak biru masa depan yang gemilang, semuanya terangkum sempurna dalam satu hari yang bersejarah ini. Harapannya, ilmu dan komitmen yang telah terukir tidak hanya berhenti sebagai catatan apik di atas kertas, melainkan bertransformasi menjadi aksi nyata menuju generasi emas yang berakhlak mulia dan berprestasi tinggi. (Setyo Eko)