Sekolah Terpadu Internasional Berbasis Islam Diperkenalkan di AYWS X HAWS Expo 2026

* Hafidh Asrom menegaskan pendidikan dibangun melalui proses panjang, kini berkembang menjadi 22 sekolah dan 2 pesantren.

* AYWS–HAWS menghadirkan konsep pendidikan terpadu berbasis nilai keislaman dan standar internasional.

* Kolaborasi global, fasilitas modern, dan penguatan bahasa menjadi kunci mencetak generasi berdaya saing dunia.

HAWS – Pendiri Hafidh Asrom World Schools (HAWS) dan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Drs HA Hafidh Asrom MM, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh komitmen dan konsistensi.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kiri)

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan AYWS X HAWS Expo 2026 yang digelar di Kampus HAWS Magelang, Sabtu (8/8/2026). Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, akademisi dari North Illinois University (NIU) yakni Prof. James Cohan, Ph.D. dan Prof. Teresa Wasonga, Ph.D., serta para Kepala Satuan Pendidikan (KSP) se-Kota Magelang dan seluruh unit AYWS–HAWS.

AYWS x HAWS Expo 2026 diisi dengan kegiatan International Teachers’ Workshop, Trial Class bersama Native Teacher, Play Date, Cooking Class, Exhibition, Performance, hingga kesempatan meraih beasiswa

Dalam paparannya, Hafidh Asrom mengisahkan perjalanan pengembangan pendidikan yang telah dimulai sejak lebih dari dua dekade lalu. Diawali dari pendirian unit TK hingga SMA, Namun berkat konsistensi dan komitmen, kini telah berdiri 22 sekolah dan dua pondok pesantren yang tersebar,.

“Ini bukan perjalanan singkat. Ini adalah ikhtiar panjang yang kami jaga dengan semangat dan keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan nama Al-Azhar merupakan bagian dari sistem waralaba pendidikan yang telah dikenal luas dalam mencetak generasi berakhlakul karimah. Nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pendidikan yang dikembangkan.

Pengembangan tidak hanya berhenti pada sekolah formal, tetapi juga mencakup pondok pesantren modern berbasis boarding school dengan fasilitas setara hotel. Salah satunya berada di Kampus Sleman 1 yang terintegrasi dengan jenjang lengkap mulai dari KB hingga SMA. Tingginya minat masyarakat bahkan mendorong penambahan unit sekolah dalam satu lokasi.

Hafidh menjelaskan, AYWS juga mengembangkan kawasan Asram Edupark seluas sekitar 12 hektare sebagai pusat pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Kawasan ini dirancang untuk membentuk karakter, kemandirian, dan kreativitas siswa, sekaligus menjadi daya tarik bagi berbagai kalangan, termasuk akademisi internasional.

Pengembangan berlanjut di Kampus Gamping yang mengusung konsep internasional dengan fasilitas premium setara hotel bintang lima. Kampus ini menjadi salah satu model sekolah terpadu bertaraf internasional yang mencakup seluruh jenjang pendidikan.

Konsep pendidikan AYWS bahkan telah mendapat pengakuan luas dan dibagikan kepada ratusan pondok pesantren dalam forum nasional sebagai referensi pengembangan pendidikan berbasis integrasi nilai keislaman dan internasionalisasi.

Di berbagai wilayah, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini terus meningkat. Di Bantul, antrean pendaftaran siswa bahkan telah terjadi hingga beberapa tahun ke depan. Sementara di Wonosari, dikembangkan konsep pendidikan terpadu berbasis pesantren dengan dukungan program beasiswa  bagi siswa berprestasi.

Dikatakan, pengembangan terbaru tengah dipersiapkan di kawasan Patuk, Gunungkidul, dengan lahan sekitar 15 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem pendidikan terpadu yang juga melibatkan masyarakat dalam berbagai sektor ekonomi dan sosial.

Hafidh Asrom menegaskan, visi besar yang diusung adalah menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menyatukan berbagai latar belakang dalam harmoni keberagaman.

“Kami tidak hanya membangun sekolah, tetapi membangun masa depan. Anak-anak kami siapkan untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat global, baik ke Amerika, Australia, Jepang, dan negara lainnya,” ungkapnya.

Penguatan Jaringan

Penguatan jaringan internasional terus dilakukan, salah satunya melalui kerja sama dengan North Illinois University (NIU) yang ditandai dengan penandatanganan MoU di Amerika Serikat. Selain itu, pengembangan kemampuan bahasa hingga delapan bahasa, termasuk bahasa Mandarin, menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran.

Dalam aspek fasilitas, AYWS–HAWS menghadirkan konsep pendidikan terintegrasi, termasuk layanan daycare profesional untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern. Berbagai sarana juga disiapkan, seperti program manasik haji edukatif, amphitheater berkapasitas hingga 10.000 orang, hingga pengembangan green campus dan museum pendidikan.

Kampus Terbuka

Menariknya, konsep sekolah yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat aktivitas masyarakat. Kampus dibuka untuk publik dengan berbagai fasilitas, termasuk ruang pertemuan dan integrasi kafe dengan perpustakaan umum guna mendorong budaya literasi.

“Kami ingin sekolah menjadi ruang hidup masyarakat, tempat belajar, berdiskusi, dan tumbuh bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hafidh Asrom juga menekankan bahwa seluruh elemen di sekolah adalah pendidik, tidak hanya guru, tetapi juga seluruh karyawan yang terlibat dalam proses keseharian siswa.

Ia berharap kehadiran HAWS di Magelang tidak menjadi satu-satunya sekolah berstandar internasional, melainkan mampu memicu tumbuhnya ekosistem pendidikan yang kuat dan kolaboratif.

“Kami ingin Magelang memiliki banyak sekolah internasional berbasis nilai keislaman. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama membangun generasi unggul yang berdaya saing global namun tetap berakar pada akhlak,” ujarnya.

Hafidh Asrom menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Magelang atas dukungan yang diberikan, serta berharap adanya sinergi dalam pengembangan infrastruktur kawasan pendidikan agar dapat menunjang aktivitas belajar secara optimal.

“Mohon doa dan dukungan semua pihak agar ikhtiar ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya. (Chaidir)