* Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa.
* Kota Magelang mencatat TKA tertinggi di Jawa Tengah melalui inovasi dan adaptasi sistem pendidikan.
* Pemkot dorong pendidikan inklusif, beasiswa, dan rencana Smart School mulai 2027.
HAWS — Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa pendidikan berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan AYWS X HAWS Expo 2026 yang digelar di Kampus HAWS Magelang, Sabtu (8/8/2026).
Acara ini turut dihadiri akademisi dari North Illinois University (NIU), yakni Prof James Cohan PhD dan Prof Teresa Wasonga PhD, Pendiri AYWS dan HAWS Drs HA Hafidh Asrom MM, Ketua Yayasan Hafidh Asrom Yogyakarta Eny Yustini SE, serta para Kepala Satuan Pendidikan (KSP) se-Kota Magelang dan seluruh unit AYWS–HAWS.
Kehadiran para akademisi internasional tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi dan perspektif global bagi pengembangan pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Damar mengungkapkan optimismenya terhadap perkembangan dunia pendidikan di Kota Magelang. Ia mengaku langsung tertarik dan memberikan dukungan penuh ketika pertama kali melihat konsep dan paparan mengenai sekolah yang dikembangkan oleh AYWS–HAWS.
“Saya melihat ada sesuatu yang fundamental dan kuat dari konsep pendidikan ini. Karena itu, saya tidak ragu untuk langsung mendukung,” ujarnya.
Damar juga menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak lepas dari keberanian untuk belajar dari praktik terbaik di berbagai negara. Ia mengusung pendekatan “Amati, Tiru, dan Modifikasi” sebagai strategi percepatan peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, langkah tersebut telah menunjukkan hasil nyata. Kota Magelang kini mencatatkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi di Jawa Tengah, baik untuk jenjang SD maupun SMP.
“Ini membuktikan bahwa kita berada di jalur yang benar. Tidak perlu malu meniru yang baik, selama kita mampu menyesuaikan dengan kondisi kita,” tegasnya.
Damar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Magelang membuka ruang seluas-luasnya bagi lembaga pendidikan untuk berkembang, termasuk sekolah berstandar internasional. Ia menilai keberagaman pilihan pendidikan justru akan memperkaya ekosistem dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami keunikan setiap peserta didik. Menurutnya, tidak semua anak harus unggul di semua bidang, melainkan perlu diarahkan sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Tidak semua burung bisa berenang, dan tidak semua ikan bisa terbang. Pendidikan harus mampu mengembangkan potensi terbaik setiap anak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Damar menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara sebagai bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Kami berkomitmen tidak boleh ada anak yang tidak sekolah di Kota Magelang. Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan,” katanya.
Sekolah Unggulan
Sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan, Pemerintah Kota Magelang juga berencana menghadirkan sekolah unggulan berbasis teknologi atau Smart School yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa dengan potensi unggul untuk berkembang secara optimal.
Namun demikian, Damar menegaskan bahwa akses pendidikan berkualitas harus tetap inklusif. Ia mendorong adanya program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan terbaik.
“Jangan sampai pendidikan hanya dinikmati oleh mereka yang mampu secara ekonomi. Kita harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua,” tegasnya.
Apresiasi
Damar memberikan apresiasi kepada Drs HA Hafidh Asrom MM, atas kontribusinya menghadirkan lembaga pendidikan berstandar internasional di Kota Magelang. Ia meyakini kehadiran HAWS akan memberikan dampak besar dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter.
“Kalau kita ingin bangsa ini maju, maka kunci utamanya adalah pendidikan. Dari bangku sekolah inilah masa depan itu dibentuk,” ujarnya. (Chaidir)






