Semangat Tanggap Darurat: Murid Kelas 5 SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Antusias Ikuti Pelatihan P3K Bersama PMI Sleman

  • Kolaborasi Bersama Ahli: SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta menghadirkan tim PMI Kabupaten Sleman untuk membekali murid kelas 5 dengan pengetahuan medis dasar dan keterampilan tanggap darurat sejak dini.
  • Materi Praktis & Interaktif: Para siswa diajarkan penanganan patah tulang, orang pingsan, mimisan, kejang, serta perawatan luka, yang dipraktikkan langsung di bawah pengawasan instruktur PMI.
  • Pembentukan Karakter Sigap: Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa yang peduli, tenang, dan sigap memberikan pertolongan pertama di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.

AYWS — Suasana belajar yang berbeda tampak di SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta, Kamis (27/8/2026). Ratusan murid kelas 5 berkumpul dengan raut wajah penuh rasa ingin tahu dan semangat tinggi untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

Sekolah menghadirkan langsung tim pemateri ahli dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman. Kehadiran para instruktur profesional ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan medis dasar serta keterampilan tanggap darurat sejak dini.

Belajar Teori hingga Praktik Langsung

Selama pelatihan, para murid dibekali dengan berbagai materi krusial pertolongan pertama yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Penanganan Patah Tulang: Teknik dasar pembidaian (spalk) dan pembalutan untuk meminimalisir pergerakan pada bagian tubuh yang cedera.
  • Pertolongan pada Korban Pingsan: Langkah-langkah aman membebaskan jalan napas dan mengatur posisi pemulihan.
  • Tindakan Cepat Menghentikan Mimisan: Penanganan tepat tanpa panik saat terjadi pendarahan hidung.
  • Penanganan Awal Anak Kejang: Sikap tenang dan penanganan yang benar untuk menjaga keselamatan korban.
  • Perawatan dan Sterilisasi Luka: Cara membersihkan, mengobati, dan membalut luka agar tidak terinfeksi.

Antusiasme para siswa terpancar jelas sepanjang acara. Mereka tidak hanya tekun menyimak pemaparan materi, tetapi juga sangat aktif mengajukan pertanyaan. Suasana semakin seru saat memasuki sesi simulasi praktik. Di bawah bimbingan dan pengawasan ketat instruktur PMI Sleman, para siswa dengan sigap mempraktikkan cara membalut luka dan memasang bidai pada teman sejawatnya.

Membentuk Karakter Peduli dan Sigap

Melalui edukasi dan praktik langsung ini, SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta berharap dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki rasa empati yang tinggi.

Pelatihan ini diharapkan melahirkan generasi muda yang peduli, sigap, tenang, dan berani mengambil tindakan pertolongan pertama saat menghadapi situasi darurat—baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di tengah masyarakat luas. (Intan)