Dipercaya Jadi Tuan Rumah, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari Ambil Peran Strategis Program BBGTK DIY

WONOSARI – Kepercayaan menjadi kata kunci yang menguatkan langkah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari saat didapuk sebagai tuan rumah kegiatan strategis Sosialisasi Produk dan Program BBGTK DIY Tahun 2026. Penunjukan ini bukan sekadar administratif, melainkan pengakuan atas kapasitas, kesiapan fasilitas, serta rekam jejak sekolah dalam mendukung penguatan mutu pendidikan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan yang digelar atas kolaborasi BBGTK DIY bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul ini berlangsung maraton sejak 10 Maret hingga 9 April 2026 di berbagai titik. Namun, pelaksanaan di Al Azhar Wonosari pada Rabu, 9 April 2026, menjadi salah satu simpul penting, menghadirkan 61 peserta dari unsur kepala sekolah dan operator PAUD hingga SD.

Sejak siang hari, Aula Al Hafidh dan ruang IT sekolah dipadati peserta yang datang dengan semangat kolaborasi. Suasana hangat langsung terasa saat kegiatan dibuka, diawali sambutan Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Danar Kusuma, yang menegaskan bahwa kepercayaan ini menjadi energi baru bagi sekolah untuk terus berkontribusi lebih luas.

“Ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga amanah. Al Azhar Wonosari siap menjadi ruang tumbuh bersama bagi para pendidik,” ungkapnya penuh optimisme.

Kegiatan kemudian resmi dibuka oleh Arisandi Purba yang menekankan pentingnya akurasi data dan kesiapan sumber daya manusia dalam menjawab tantangan pendidikan ke depan.

Memasuki sesi inti, tim BBGTK DIY yang terdiri dari Sriyanti, Muda Nurul Khikmawati, dan Sri Purnama Surya menghadirkan materi yang aplikatif dan relevan. Mulai dari sosialisasi program unggulan, pembaruan dan sinkronisasi Dapodik, hingga proses verifikasi dan validasi data GTK yang menjadi fondasi kebijakan pendidikan.

Tak hanya itu, peserta juga diajak terlibat dalam Training Need Assessment (TNA), sebuah langkah strategis untuk memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi guru secara lebih terarah dan berbasis data.

Diskusi yang hidup, pertanyaan yang kritis, serta keterlibatan aktif peserta menjadi gambaran bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan ruang belajar bersama yang dinamis.

Penunjukan Al Azhar Wonosari sebagai tuan rumah semakin menegaskan posisinya sebagai mitra terpercaya dalam pengembangan pendidikan di Gunungkidul. Lebih dari sekadar lokasi, sekolah ini hadir sebagai pusat sinergi—mempertemukan kebijakan, data, dan praktik pendidikan dalam satu ruang kolaboratif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas data GTK semakin presisi dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru dapat terpetakan dengan tajam. Pada akhirnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya besar untuk mendorong pendidikan yang lebih berkualitas, adaptif, dan berdaya saing di Gunungkidul. (Chaidir)