SLEMAN – Di tengah arus informasi yang kian deras, kemampuan literasi bukan lagi sekadar keterampilan membaca, melainkan fondasi utama dalam membentuk cara berpikir, memahami, dan mengambil keputusan. Hal inilah yang berhasil dibuktikan oleh SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta.
Berdasarkan data Rapor Pendidikan Tahun 2025, capaian literasi sekolah ini menembus angka 97,78%. Sebuah angka yang bukan hanya tinggi, tetapi juga mencerminkan kualitas pembelajaran yang merata. Dari total 345 peserta didik, sebanyak 307 siswa telah berada di atas kompetensi minimum, 31 siswa berada tepat pada standar, dan hanya 7 siswa yang masih berada di bawahnya.
Lebih dari itu, keberhasilan ini tidak berhenti pada kemampuan membaca dasar. Siswa telah menunjukkan penguasaan literasi secara menyeluruh—mulai dari kemampuan mengakses dan menemukan informasi dengan capaian 90,87%, menginterpretasi dan memahami isi teks sebesar 91,21%, hingga mengevaluasi dan merefleksikan isi teks yang mencapai 92,03%. Ini menegaskan bahwa peserta didik tidak sekadar membaca, tetapi mampu berpikir kritis dan mendalam.
Peningkatan yang terjadi pun signifikan. Seluruh indikator literasi menunjukkan tren positif dibanding tahun sebelumnya, dengan kenaikan hingga 5,50% pada aspek evaluasi dan refleksi. Secara keseluruhan, kemampuan literasi siswa meningkat sebesar 2,22% dari tahun 2024. Ini menjadi bukti nyata bahwa upaya penguatan literasi yang dilakukan sekolah berjalan efektif dan berkelanjutan.
Capaian ini sejalan dengan semangat yang terus digaungkan: membaca bukan sekadar mengeja kata, tetapi membuka gerbang masa depan. Literasi dihadirkan bukan hanya sebagai target akademik, melainkan sebagai budaya yang membentuk karakter, nalar, dan wawasan peserta didik.
Dengan dukungan ekosistem pendidikan yang kuat dan berorientasi global, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta terus melangkah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu memahami dunia secara lebih luas. Generasi yang bukan hanya membaca, tetapi mengerti, menganalisis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Inilah potret generasi Albab-Smart—generasi yang tumbuh dengan literasi sebagai kekuatan utama. (Chaidir)







