BANTUL – Kegembiraan dan penuh semangat menggema di lapangan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Jumat (13/02). Dari siswa kelas satu hingga kelas enam, semua larut dalam euforia Tarhib Ramadan. Wajah-wajah ceria itu memancarkan satu rasa yang sama yakni rindu menyambut bulan suci yang penuh berkah.
Tarhib Ramadan tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi panggung syiar yang hidup dan membumi. Aneka kompetisi antar kelas digelar meriah—lomba paduan suara islami, nasyid, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) juz 30, hingga pidato islami bertema hikmah berpuasa.
Paduan suara dan nasyid tampil memikat. Para murid mengenakan kostum dan aksesori serasi, hasil kolaborasi manis antara sekolah dan orang tua dari rumah. Lantunan shalawat dan lagu-lagu islami menggema syahdu, menyatu dengan tepuk tangan riuh para pendukungnya.
Tak kalah menggetarkan, para peserta MHQ melantunkan kalam Ilahi dengan penuh percaya diri. Potongan ayat yang dipilih dewan juri dibacakan fasih dan tartil, menghadirkan suasana haru sekaligus bangga. Sementara itu, lomba pidato islami menjadi ajang unjuk keberanian. Dengan suara lantang dan gestur penuh keyakinan, para peserta menyampaikan pesan tentang makna sabar, disiplin, dan keutamaan berpuasa.
Koordinator Bidang Keagamaan, Devi Astriyani, menegaskan bahwa Tarhib Ramadan ini menjadi syiar sekaligus pengantar menuju Ramadan 1447 Hijriah. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif, siswa diajak menyambut bulan suci dengan hati bahagia, kesiapan fisik dan mental, serta tekad memperkuat ibadah.
“Tarhib Ramadan ini menjadi pembuka rangkaian amaliah Ramadan yang mengusung tema Ramadan Ceria, Mendidik Insan Al Azhar yang Berakhlak Mulia,” ujarnya.
Rangkaian amaliah Ramadan yang akan digelar meliputi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), bakti sosial, peringatan Nuzulul Qur’an, kegiatan terjemah dan tadabbur, hingga tadarus Al-Qur’an.
Di lapangan itu, bukan hanya lomba yang berlangsung—tetapi proses menanamkan nilai. Keceriaan berpadu dengan pendidikan karakter. Dan dari sorak sorai anak-anak itulah, semangat Ramadan tumbuh: ceria, khusyuk, dan penuh makna. (Nastiti)







