SLEMAN – Kegiatan Market Day telah usai. Lapak-lapak dibongkar, dan Auditorium Al Hafidh sudah ditutup. Tetapi ada satu momen yang justru menjadi puncak makna dari seluruh rangkaian kegiatan itu, yakni penyerahan hasil keuntungan.
Sehari setelah kegiatan di Auditorium Al Hafidz Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Jumat (13/2/2026), suasana berubah menjadi lebih khidmat. Para “Pengusaha Cilik” yaitu ketua kelas 3—Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusj, Ibnu Fadlan, dan Ibnu Haitsam—berdiri rapi bersama guru pembimbing Fitria Kusumawati. Di tangan mereka, sebuah amanah yaitu hasil keuntungan Market Day yang telah mereka hitung dengan teliti. Mereka mewakili semua teman-temannya.
Uang sebesar Rp1.302.100 itu bukan sekadar angka. Di dalamnya ada kerja keras menawarkan dagangan, ketelitian menghitung kembalian, juga semangat pantang menyerah saat pembeli datang silih berganti.
“Ini uang hasil keuntungan Market Day yang sebagian disumbangkan oleh anak-anak,” ujar Fitria.
Dengan wajah bangga namun penuh kesadaran, perwakilan siswa menyerahkan langsung donasi tersebut kepada Kepala LAZ Al Azhar Yogyakarta, Muchlas Madani, didampingi Ustadz Sujarwo Putra. Jabat tangan kecil mereka terasa hangat—seolah menjadi simbol pertemuan antara belajar dan berbagi.
Tak ada sorak-sorai kali ini. Yang ada adalah senyum tulus dan rasa haru. Anak-anak menyadari, keuntungan yang mereka peroleh tidak berhenti sebagai milik pribadi. Ia berubah menjadi sedekah—menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
Di momen itulah pelajaran sesungguhnya terjadi. Bahwa menjadi juragan cilik bukan hanya tentang pandai berdagang, tetapi juga tentang berani berbagi.
Dari tangan-tangan kecil itu, lahir pesan besar: rezeki akan tumbuh lebih berkah ketika disalurkan dengan ikhlas. (Chaidir)







