- KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) di Ruang PSB sebagai media pembelajaran digital bagi anak usia dini.
- Anak belajar sambil bermain melalui berbagai aktivitas interaktif, seperti mencocokkan hewan dan suara, puzzle, mengenal warna, bentuk, ukuran, serta alat transportasi.
- Pemanfaatan IFP didampingi guru untuk mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, sosial, kemandirian, dan karakter tanpa mengesampingkan aktivitas bermain langsung.
AYWS — Pembelajaran anak usia dini terus berkembang seiring hadirnya berbagai media pembelajaran yang inovatif. Salah satunya melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pendukung kegiatan belajar yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan.
Kegiatan pembelajaran dengan IFP di KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari dilaksanakan di Ruang PSB (Pusat Sumber Belajar). Pemanfaatan ruang dan fasilitas tersebut telah dijadwalkan secara bergantian setiap harinya untuk masing-masing kelas, sehingga seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan bereksplorasi menggunakan media pembelajaran digital.
Ruang PSB merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam menunjang proses pembelajaran dan pengembangan sarana pendidikan. Kehadiran fasilitas ini turut memberikan ruang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia dini.
Belajar Sambil Bermain dengan Media Edukatif
Di dalam Ruang PSB, IFP tidak hanya digunakan untuk menampilkan materi pembelajaran. Anak-anak juga diajak berinteraksi langsung melalui berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir, mengamati, mengenali, dan memecahkan masalah sederhana.
Salah satu aktivitas yang menarik perhatian anak adalah mencocokkan hewan dengan suaranya. Anak diajak mengenali berbagai jenis hewan sekaligus menghubungkan suara yang didengar dengan gambar hewan yang sesuai. Ada pula permainan puzzle interaktif, mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari besar hingga kecil, mengenal berbagai alat transportasi, mencocokkan gambar, mengenal warna dan bentuk, serta beragam permainan edukatif lainnya.
Aktivitas tersebut membuat anak tidak hanya melihat tampilan pada layar, tetapi juga ikut menyentuh, memilih, mencocokkan, mengurutkan, dan menemukan jawaban. Pembelajaran pun terasa seperti bermain, tetapi tetap memiliki tujuan untuk memberikan stimulasi terhadap perkembangan anak.
Mendukung Berbagai Aspek Perkembangan Anak
Penggunaan media edukatif melalui IFP dapat memberikan stimulasi pada berbagai aspek perkembangan. Permainan mencocokkan dan mengurutkan dapat melatih kemampuan kognitif serta logika sederhana. Aktivitas mengenali gambar, suara, dan menyebutkan nama benda juga dapat membantu memperkaya kemampuan bahasa anak.
Kegiatan yang dilakukan secara bergantian bersama teman turut memberikan pengalaman sosial. Anak belajar menunggu giliran, mengikuti aturan permainan, bekerja sama, dan menghargai teman. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi dapat diarahkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memiliki tujuan dan memberikan pengalaman bermakna.
Teknologi sebagai Pendukung Pembelajaran
Pemanfaatan IFP tetap dilakukan dengan pendampingan guru. Guru berperan memilih media yang sesuai, memberikan arahan, mengajukan pertanyaan pemantik, serta menghubungkan permainan dengan tujuan pembelajaran yang sedang dilakukan.
Penggunaan teknologi juga tetap diimbangi dengan berbagai aktivitas lainnya, seperti bermain secara langsung, bergerak, berkarya, bernyanyi, membaca, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Melalui pemanfaatan fasilitas PSB dan IFP secara terjadwal, KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak. Bagi anak usia dini, belajar tidak selalu harus dengan cara duduk dan mendengarkan. Belajar juga bisa sambil bermain, mencoba, tertawa, dan menemukan hal-hal baru. (Toupiq)






