- Guru dan karyawan SDIA 31&77 Yogyakarta mengikuti pembinaan keagamaan BPPH AYWS untuk memperkuat nilai Islam dan amanah pendidikan.
- Materi menekankan pentingnya adab, konsistensi, goal setting, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
- Pembinaan juga membekali pendidik menghadapi tantangan global school dengan penguatan karakter, nilai keislaman, dan inovasi pembelajaran.
AYWS – Guru dan karyawan SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan yang diselenggarakan oleh Bidang Keagamaan BPPH Al Azhar Yogyakarta World School (AYWS), Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini merupakan agenda pembinaan rutin yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus meningkatkan kualitas pribadi dan profesional seluruh warga sekolah.
Pembinaan keagamaan kali ini diisi oleh Wakabid Keagamaan BPPH AYWS, Dr H Yogi E Ginanjar Lc MA, bersama jajaran Tim Keagamaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana reflektif dan penuh semangat, dengan materi yang mengajak para guru dan karyawan untuk kembali memahami peran, tanggung jawab, serta nilai-nilai yang perlu dijaga dalam menjalankan amanah di lingkungan pendidikan.
Salah satu bagian penting dalam materi pembinaan adalah tentang amanah dan tanggung jawab manusia, yang kemudian dikaitkan dengan pentingnya memiliki tujuan dan arah dalam menjalankan tugas. Materi juga mengangkat goal setting sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja dan pendidikan yang terarah.
Dalam pembinaan tersebut, peserta juga diajak untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan. Konsistensi menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan budaya sekolah, karena perubahan dan kemajuan tidak selalu lahir dari langkah besar, tetapi juga dari kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus.
Menariknya, pembinaan juga mengangkat tema adaptasi dan inovasi. Dunia pendidikan yang terus berkembang menuntut para pendidik untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan. Materi tersebut diperkuat dengan pesan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya mendidik anak sesuai dengan zamannya.
Aspek adab juga mendapatkan perhatian khusus. Dalam materi disampaikan pesan “Adab di atas ilmu” yang menegaskan bahwa pembentukan karakter dan adab merupakan bagian fundamental dalam proses pendidikan. Nilai tersebut menjadi sangat relevan bagi para pendidik karena guru dan karyawan tidak hanya berperan dalam memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik.
Selain itu, pembinaan menekankan pentingnya ta’awun atau kerja sama dan partisipasi. Budaya saling membantu dan berkolaborasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Pembahasan kemudian diarahkan pada tantangan pendidikan karakter di masa depan dalam konteks global school. Hal ini menjadi pengingat bahwa membangun sekolah unggul tidak cukup hanya dengan meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, nilai keislaman, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi perubahan global. Materi pembinaan juga memperkenalkan pendekatan incremental strategy in learning sebagai bagian dari strategi pengembangan pembelajaran.
Kegiatan pembinaan keagamaan ini menjadi ruang bagi guru dan karyawan SD Islam Al Azhar 31&77 Yogyakarta untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan kembali menguatkan niat dalam menjalankan amanah pendidikan.
Bagi seorang pendidik, pembinaan semacam ini bukan hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbarui semangat dan komitmen dalam mendampingi peserta didik. Nilai-nilai keislaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta tercermin dalam proses pembelajaran, pelayanan, dan interaksi di lingkungan sekolah.
Melalui pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan, SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta terus berupaya membangun budaya sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam iman, adab, karakter, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Semoga setiap ilmu dan refleksi yang diperoleh dalam pembinaan ini menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga amanah, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus. (Edi Komara)






