Berbagi Inspirasi, Orang Tua Murid SD Islam Al Azhar 38 Bantul Jadi Guru Sehari

  • Program Parents Teacher menghadirkan orang tua dari berbagai profesi, mulai dari dokter, apoteker, polisi, dosen, hingga perancang busana untuk berbagi pengalaman langsung dengan siswa kelas 1–6.
  • Pembelajaran berlangsung interaktif selama 60 menit. Siswa diajak mengenal dunia profesi melalui cerita, praktik sederhana, dan pengalaman nyata para praktisi.
  • Program ini memperkuat sinergi sekolah dan orang tua, mengenalkan pilihan profesi sejak dini, sekaligus memberi kesempatan orang tua memahami dinamika pembelajaran di kelas.

AYWS –  Suasana belajar di SD Islam Al Azhar 38 Bantul pada Kamis (5/11/2026) tampil beda dari biasanya. Ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tampak antusias menyambut kehadiran para “guru baru” yang tak lain adalah orang tua murid sendiri dalam program bertajuk Parents Teacher.

Dalam kegiatan ini, para orang tua dari berbagai latar belakang profesi hadir untuk berbagi cerita, pengalaman kerja, serta wawasan langsung di hadapan para murid. Ragam profesi yang dibawakan sangat bervariasi mulai dari apoteker, dokter gigi, dokter hewan, polisi, dosen, peneliti, ahli teknik jalan dan jembatan, perancang busana (fashion designer), bankir, hingga praktisi tata rias (makeup artist).

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan hangat serta pembukaan bersama pihak sekolah dan pengurus Jam’iyyah di Ruang Pusat Sumber Belajar (PSB). Usai pembukaan, para orang tua narasumber langsung menuju kelas masing-masing untuk memandu sesi pembelajaran interaktif selama 60 menit. Para murid terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan materi dan aktif bertanya mengenai seluk-beluk pekerjaan narasumber.

Menjelang akhir kegiatan, beberapa orang tua sempat membagikan cerita dan kesan seru selama masuk ke kelas. Mama Estiawanda, S.Farm., Apt., yang mengajar di kelas 1, mengaku terharu dengan sambutan hangat anak-anak.

“Begitu saya datang, anak-anak langsung salim. Rasanya happy banget, merasa disayang padahal baru pertama kali jumpa,” ungkapnya penuh antusias.

Ia juga menceritakan keseruan saat anak-anak menyambutnya menggunakan bahasa Sunda, dilanjutkan dengan sesi pengenalan profesi apoteker. Anak-anak diajak mengenalkan berbagai jenis obat agar tidak takut meminumnya, hingga praktik seru meracik puyer dan memasukkannya ke dalam kapsul menggunakan bahan pengganti (tepung) yang aman sebagai latihan apoteker cilik.

Kesan mendalam juga disampaikan oleh Mama Rita Nuryani setelah mendampingi kegiatan di kelas 3. Menurutnya, terjun langsung ke kelas memberikan pandangan baru mengenai tantangan seorang pendidik.

“Masyaallah, Pak. Ternyata anak saya di rumah yang kelihatannya pendiam, di kelas malah sibuk sendiri. Dari sini saya benar-benar       sadar kalau perjuangan seorang guru untuk menyampaikan ilmu dan mendidik anak-anak itu butuh perjuangan yang luar biasa,” tuturnya.

Selain mengenalkan profesinya sebagai pendamping sosial, ia juga menyelipkan pesan moral tentang pentingnya bersyukur dengan melihat kondisi anak-anak lain di luar sana yang kurang beruntung, sehingga anak-anak bisa lebih menghargai fasilitas belajar yang mereka miliki saat ini.

Rangkaian kegiatan Parents Teacher ini kemudian ditutup secara resmi dengan penyerahan plakat kenang-kenangan serta apresiasi dari pihak sekolah kepada seluruh orang tua narasumber.

Melalui program ini, pihak sekolah dan panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat nyata, di antaranya Memberikan gambaran konkret dan inspirasi pilihan profesi sejak dini langsung dari para praktisinya. Memberikan kesempatan bagi orang tua untuk merasakan langsung dinamika interaksi dan proses mengajar di dalam kelas. Mempererat sinergi dan kolaborasi positif antara pihak sekolah dan orang tua demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menjalin tali silaturahmi serta kebersamaan yang semakin erat di lingkungan keluarga besar SD Islam Al Azhar 38 Bantul. (Umi)