- Diplomasi Budaya di Jepang: 40 murid SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta memperkenalkan identitas sekolah, Yogyakarta, dan kekayaan budaya Indonesia melalui presentasi, choir lagu Laskar Pelangi, serta Tarian Nusantara di Seijo Gakuen Junior and Senior High School.
- Belajar Sains dan Inovasi: Kunjungan ke Cup Noodles Museum Yokohama memberikan pengalaman langsung mengenal sejarah mi instan, proses produksi, kreativitas, serta penerapan STEM dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperluas Wawasan Global: Kunjungan ke Tokyo Skytree memperkaya pemahaman murid tentang arsitektur, teknologi, dan perkembangan kota modern sekaligus memperkuat karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan lintas budaya.
AYWS – Memasuki hari kelima rangkaian Student Exchange Program 2026 di Jepang, delegasi SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta melanjutkan pengalaman pembelajaran internasional melalui kunjungan edukatif ke Seijo Gakuen Junior and Senior High School serta Cup Noodles Museum Yokohama pada Kamis (5/11/2026).
Kegiatan hari kelima ini menjadi ruang pembelajaran yang bermakna bagi 40 murid dan 4 guru pendamping untuk memperluas wawasan global, mengenal keberagaman budaya, membangun komunikasi lintas negara, sekaligus memahami hubungan antara kreativitas, sains, teknologi, dan inovasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan ke Seijo Gakuen Junior and Senior High School menjadi salah satu agenda penting dalam membangun interaksi dan pertukaran pengetahuan antarpelajar Indonesia dan Jepang. Dalam kesempatan tersebut, murid-murid SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta mendapatkan ruang untuk memperkenalkan identitas sekolah, Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan, serta kekayaan kebudayaan Indonesia kepada komunitas pendidikan di Jepang.
Presentasi yang disampaikan mencakup profil SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, keistimewaan Yogyakarta sebagai kota yang memiliki kekayaan sejarah, tradisi, seni, dan atmosfer pendidikan, serta keberagaman budaya Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Tidak hanya melalui presentasi, murid juga memperkenalkan Indonesia melalui pertunjukan seni dan musik. Penampilan pertama adalah choir dengan membawakan lagu *Laskar Pelangi*, diiringi musik akustik. Lagu yang sarat dengan pesan tentang harapan, semangat belajar, dan keberanian meraih cita-cita tersebut menjadi representasi nilai pendidikan yang universal dan relevan bagi generasi muda di berbagai negara.
Suasana semakin semarak melalui penampilan Tarian Nusantara dengan busana adat Papua, diiringi lagu tradisional Sajojo. Pertunjukan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya daerah Indonesia sekaligus memperkenalkan keunikan identitas budaya Papua kepada para siswa di Jepang.
Melalui kegiatan ini, murid belajar bahwa diplomasi budaya tidak selalu harus dilakukan melalui forum formal. Seni, musik, tarian, dan komunikasi yang bersahabat dapat menjadi jembatan untuk membangun pemahaman, penghargaan, dan persahabatan antarbangsa.
Pengalaman tersebut juga menumbuhkan kepercayaan diri murid untuk tampil, berkomunikasi, serta membawa identitas Indonesia dalam lingkungan internasional.
Cup Noodles Museum Yokohama
Perjalanan edukatif berlanjut menuju Cup Noodles Museum Yokohama, sebuah museum yang memperkenalkan sejarah dan perkembangan inovasi mi instan yang menjadi salah satu produk pangan populer di dunia.
Di tempat ini, murid tidak hanya memperoleh informasi mengenai sejarah penemuan mi instan, tetapi juga mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual melalui pengenalan proses pembuatan mi.
Salah satu pengalaman menarik adalah mengikuti aktivitas pembuatan mi, mulai dari proses pengolahan bahan, pembentukan adonan, pengolahan mi, hingga menjadi produk yang siap disajikan.
Aktivitas tersebut memberikan gambaran nyata bahwa sebuah produk yang sederhana dan akrab dalam kehidupan sehari-hari ternyata melalui proses panjang yang melibatkan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, kreativitas, serta inovasi teknologi pangan.
Murid dapat mengamati bagaimana prinsip-prinsip sains diterapkan dalam proses produksi makanan. Mulai dari karakteristik bahan, perubahan tekstur, tahapan pengolahan, hingga pentingnya standar proses untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Pengalaman ini sekaligus memperkaya perspektif pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui aktivitas langsung. Murid diajak memahami bahwa sains tidak hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga hadir dalam berbagai produk dan teknologi yang digunakan manusia setiap hari.
Lebih jauh, kisah inovasi di balik produk mi instan memberikan inspirasi bahwa kreativitas, kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, dan keberanian mengembangkan gagasan dapat melahirkan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi kehidupan.
Menutup Hari dengan Mengagumi Tokyo dari Tokyo Skytree
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan edukatif di Yokohama, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tokyo Skytree pada malam hari.
Dari salah satu ikon modern Jepang tersebut, murid berkesempatan menyaksikan panorama Kota Tokyo dari ketinggian. Pemandangan metropolitan dengan tata kota, jaringan transportasi, serta gemerlap cahaya perkotaan memberikan pengalaman visual yang mengesankan.
Tokyo Skytree bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal perkembangan arsitektur, rekayasa konstruksi, teknologi, dan perencanaan kota modern.
Pengalaman ini memperlihatkan bagaimana kemajuan suatu bangsa dibangun melalui perpaduan pengetahuan, disiplin, inovasi, dan perencanaan jangka panjang.
Pembelajaran Global untuk Membentuk Generasi Berkarakter dan Berwawasan Luas
Rangkaian kegiatan hari kelima Student Exchange Program 2026 memberikan pengalaman pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas. Interaksi dengan komunitas pendidikan Jepang memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya. Pertunjukan seni Nusantara menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa. Sementara itu, kunjungan ke Cup Noodles Museum dan Tokyo Skytree memperkaya pemahaman murid mengenai sains, teknologi, kreativitas, dan inovasi.
Pengalaman internasional ini sejalan dengan komitmen SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta dalam menghadirkan pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, penguatan karakter Islami, kecakapan global, dan apresiasi terhadap keberagaman budaya.
Sebab, pendidikan tidak hanya mempersiapkan murid untuk memahami dunia melalui pengetahuan, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk berinteraksi, beradaptasi, menghargai perbedaan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global.
Mengenal dunia tanpa kehilangan jati diri. Mengembangkan kompetensi global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dan budaya bangsa. Inilah salah satu makna penting dari Student Exchange Program 2026: menghadirkan pengalaman belajar yang membuka cakrawala, menumbuhkan inspirasi, dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menjadi bagian dari masa depan dunia. (Fajar Arif Herjayanto)






