SLEMAN – Suasana hangat penuh keceriaan, kebanggaan, sekaligus haru menyelimuti pelaksanaan End of Year Assembly KB-TK Islam Al Azhar 38 Bantul Tahun Pelajaran 2025–2026 yang digelar di Auditorium Al Hafidh Kampus 1 AYWS, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya menandai berakhirnya satu tahun pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang apresiasi atas proses tumbuh kembang peserta didik yang telah berlangsung dengan penuh makna.
Sejak awal acara, ratusan hadirin yang terdiri dari murid, orang tua, guru, pengurus Jam’iyyah, serta tamu undangan disuguhkan beragam penampilan yang menggambarkan potensi, kreativitas, keberanian, serta karakter positif anak-anak. Panggung ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan refleksi nyata dari proses pendidikan holistik yang diterapkan di KB-TK Islam Al Azhar 38 Bantul.
Kepala Satuan Pendidikan KB-TK Islam Al Azhar 38 Bantul, Latifah Hanum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa End of Year Assembly merupakan momentum penting yang sarat makna. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni penutup, melainkan bentuk syukur atas setiap proses belajar dan perkembangan anak.
“Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa. Ini bukan sekadar penanda berakhirnya satu tahun pelajaran, tetapi juga momentum untuk mensyukuri setiap langkah pertumbuhan dan capaian yang telah diraih oleh ananda,” ujarnya.
Latifah menekankan bahwa masa usia dini merupakan fase emas yang sangat menentukan pembentukan karakter dan kesiapan anak dalam melanjutkan pendidikan. Setiap kemajuan kecil yang ditunjukkan anak, menurutnya, adalah pencapaian besar yang layak diapresiasi.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Ekstrakurikuler Tahfidz TK A yang membacakan Surat Al-Insyirah dan At-Tin. Dengan suara lantang dan penuh percaya diri, para murid menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an yang menjadi salah satu fokus utama dalam pembelajaran di sekolah. Penampilan ini menjadi bukti keberhasilan program keagamaan yang diterapkan secara konsisten sepanjang tahun.
Latifah mengungkapkan bahwa selama Tahun Pelajaran 2025–2026, perkembangan anak dalam aspek spiritual menunjukkan hasil yang menggembirakan. Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan metode Tilawati, tetapi juga dibiasakan menghafal doa-doa harian, surat pendek, serta menerapkan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, banyak ananda yang bahkan mampu melampaui target pembelajaran Tilawati yang telah ditetapkan sekolah,” tambahnya.
Suasana semakin meriah ketika murid ekstrakurikuler tari tampil membawakan Tari Bebek. Gerakan yang lincah dan ekspresi polos nan menggemaskan berhasil mengundang gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin. Keceriaan anak-anak seolah menjadi energi yang menular ke seluruh ruangan.
Kemampuan berbahasa asing juga ditampilkan melalui English Club TK A yang membawakan drama musikal bertajuk “The Happy Garden Party”. Dengan penuh percaya diri, anak-anak berdialog dan bernyanyi dalam bahasa Inggris, menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dapat dikenalkan sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan.
Tak kalah memukau, penampilan ekstrakurikuler angklung menghadirkan harmoni musik melalui lagu “Rek Ayo Rek” dan “Laskar Pelangi”. Penampilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan musikal anak, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Keceriaan berlanjut saat murid Kelompok Bermain tampil membawakan gerak lagu “Kepompong” dan “Gembira Berkumpul”. Meski sederhana, penampilan ini sarat makna karena menunjukkan perkembangan motorik, koordinasi, serta keberanian anak dalam berekspresi di depan publik.
Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan penghargaan kepada Murid Berprestasi Kelompok Bermain. Penghargaan ini menjadi simbol bahwa setiap proses dan usaha anak dihargai, bukan hanya hasil akhir semata.
Penampilan berikutnya dari Kelas A1 melalui drama musikal “One World Many Stories” mengangkat pesan tentang keberagaman, toleransi, dan persahabatan. Anak-anak dengan polos namun penuh makna menyampaikan pentingnya hidup berdampingan dalam perbedaan.
Sementara itu, Kelas A2 membawakan drama “Pangeran Suka Jajan” yang sarat pesan moral tentang pentingnya membiasakan empat kata ajaib: “tolong”, “maaf”, “permisi”, dan “terima kasih”. Pesan sederhana ini menjadi fondasi pembentukan karakter anak sejak dini.
Salah satu penampilan yang paling memukau adalah aksi solo vokal Azlan Jovano Devandra, peraih Juara II Nasional Lomba Solo Vokal FELKA. Dengan penghayatan mendalam, ia membawakan lagu “Mengejar Matahari” yang berhasil menghipnotis seluruh penonton.
Selain itu, sekolah juga memberikan Penghargaan Tilawati kepada murid yang menunjukkan capaian terbaik dalam membaca Al-Qur’an. Ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kesungguhan anak dalam belajar nilai-nilai keislaman.
Dalam kesempatan tersebut, Latifah juga menyampaikan bahwa sebanyak 22 murid Kelompok Bermain dan 45 murid TK A telah menyelesaikan proses pembelajaran dengan baik dan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran besar orang tua. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
“Terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan doa dari seluruh orang tua. Kami meyakini bahwa pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakabid Kesekretariatan BPPH AYWS, Bashori Muhammad. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan panggung bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus merayakan hasil dari proses panjang yang telah dilalui.
“Ini bukan sekadar penutupan, tetapi perayaan atas perjuangan anak-anak kita dalam belajar,” ungkapnya.
Menurut Bashori, pengalaman tampil di depan publik menjadi sarana penting untuk membangun rasa percaya diri anak. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, guru, dan seluruh elemen pendidikan.
Menjelang akhir acara, seluruh murid dan guru tampil bersama dalam Closing Ceremony membawakan gerak lagu “Can’t Stop The Feeling”. Penampilan kolaboratif ini menjadi simbol kebersamaan, kebahagiaan, dan semangat yang menyatukan seluruh keluarga besar sekolah.
Menutup sambutannya, Latifah Hanum menyampaikan harapan agar seluruh peserta didik terus tumbuh menjadi generasi yang sehat, ceria, berakhlak mulia, serta memiliki bekal ilmu dan keterampilan yang baik.
Melalui End of Year Assembly ini, KB-TK Islam Al Azhar 38 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan anak usia dini yang holistik—mengintegrasikan aspek akademik, karakter, seni, bahasa, dan spiritual secara seimbang.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang melalui pendampingan yang tepat, penuh kasih sayang, dan berkelanjutan. (Chaidir)






