Perkuat Silaturahmi dan Sinergi, Hafidh Asrom Sambut Pimpinan BSI dan Mandiri Utama Finance di Driving Range Asram Edupark

SLEMAN – Nuansa kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam pertemuan antara Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs HA Hafidh Asrom MM, dengan jajaran pimpinan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) serta Mandiri Utama Finance yang berlangsung di Driving Range Asram Edupark, Kamis (11/6/2026).

Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang dialog strategis antara dunia pendidikan dan sektor keuangan dalam membangun kolaborasi yang saling mendukung. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ade Iman Rakhman selaku Division Head Oto Mandiri Utama Finance, Muhammad Taqiyuddin sebagai Area Manager BSI Yogyakarta, Suhaimi dari Consumer Financing BSI, Agus Hari Nugroho sebagai Area Consumer Financial Manager Yogyakarta, Felicianus Ari selaku Branch Manager Mandiri Utama Finance, serta Andri Priyono sebagai Marketing Manager Mandiri Syariah Jawa Tengah.

Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung santai namun tetap sarat makna. Hamparan hijau Driving Range yang menjadi bagian dari pengembangan terbaru Asram Edupark menjadi latar interaksi yang cair dan penuh keakraban. Para tamu tampak antusias ketika diberi kesempatan untuk mencoba langsung fasilitas tersebut melalui kegiatan pemukulan bola golf.

Aktivitas ini tidak hanya menjadi hiburan semata, melainkan juga bagian dari pengenalan konsep pendidikan berbasis pengalaman yang dikembangkan oleh Yayasan Asram. Driving Range tersebut dirancang tidak sekadar sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang melatih konsentrasi, ketelitian, serta pengendalian diri.

Dalam kesempatan tersebut, Hafidh Asrom menyampaikan secara langsung visi besar pengembangan Asram Edupark sebagai pusat pembelajaran terpadu yang mengedepankan pendekatan holistik. Ia menekankan bahwa pendidikan masa kini tidak cukup hanya mengandalkan metode konvensional di dalam ruang kelas, melainkan perlu didukung oleh pengalaman nyata di lapangan.

“Konsep yang kami bangun di Asram Edupark adalah menghadirkan pembelajaran yang hidup. Anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengalami, merasakan, dan mempraktikkan secara langsung,” ungkap Hafidh Asrom.

Lebih lanjut, ia memaparkan beragam fasilitas unggulan yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Laboratorium Alam, yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan sebagai media belajar yang kontekstual dan aplikatif. Di tempat ini, peserta didik dapat memahami berbagai konsep ilmu pengetahuan melalui pengamatan dan praktik langsung.

Selain itu, terdapat pula Greenhouse Melon yang menjadi sarana edukasi di bidang pertanian modern. Fasilitas ini dirancang untuk mengenalkan teknologi budidaya tanaman kepada siswa sejak dini, sekaligus menumbuhkan minat terhadap sektor agrikultur yang inovatif dan berkelanjutan.

Tidak kalah menarik, Manasik Park hadir sebagai wahana pembelajaran praktik ibadah haji dan umrah. Dengan fasilitas yang menyerupai kondisi sebenarnya, siswa dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah secara lebih mendalam dan aplikatif.

Kawasan Asram Edupark juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang lain yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Di antaranya vila dan glamping yang mendukung kegiatan pembelajaran berbasis alam, rafting yang melatih keberanian dan kerja sama tim, area outbound untuk pengembangan karakter, serta taman-taman tematik yang ramah anak dan inspiratif.

Para pimpinan dari BSI dan Mandiri Utama Finance tampak memberikan respons positif terhadap konsep pengembangan yang ditawarkan. Mereka menilai bahwa pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan aspek akademik, karakter, dan pengalaman lapangan merupakan langkah inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk menjajaki potensi kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan yang berkelanjutan. Sinergi antara lembaga pendidikan dan sektor keuangan diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan kualitas sarana maupun akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, dialog hangat terus terjalin, diselingi canda dan interaksi ringan yang semakin mempererat hubungan antar pihak. Suasana Driving Range yang terbuka dan asri turut menciptakan atmosfer yang kondusif untuk bertukar gagasan secara lebih santai namun tetap produktif.

Hafidh Asrom menyampaikan harapannya agar silaturahmi yang terjalin tidak berhenti pada pertemuan ini saja, melainkan dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berharap ke depan dapat terbangun kerja sama yang kuat dan berkesinambungan, sehingga apa yang kami kembangkan di Asram Edupark ini benar-benar dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan visi yang sejalan, pertemuan ini menjadi langkah yang menjanjikan dalam membangun kolaborasi strategis antara Yayasan Asram dengan institusi keuangan, demi menghadirkan inovasi pendidikan yang lebih progresif dan berdampak. (Chaidir)