Siswa SMP Islam Al Azhar 66 Bantul Dilatih Jadi ‘First Aider’ Luka Psikologis

  • Edukasi First Aider Sebaya: Siswa kelas VII dan VIII dilatih menjadi pemberi pertolongan pertama luka psikologis bagi teman yang membutuhkan dukungan emosional.
  • Keterampilan & Peran Nyata: Pelatihan mengajarkan cara menjadi pendengar yang berempati, mendeteksi tanda gangguan psikologis, serta menghubungkan teman ke fasilitas kesehatan/guru BK.
  • Lingkungan Sekolah Suportif: Kegiatan ini bertujuan mengikis stigma kesehatan mental dan membangun ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan saling peduli.

AYWS – Kesehatan mental remaja kini tidak lagi hanya menjadi urusan tenaga medis atau guru bimbingan konseling. Seluruh murid kelas VII dan VIII SMP Islam Al Azhar 66 Bantul didorong untuk mengambil peran aktif sebagai first aider—pemberi pertolongan pertama—bagi sesama teman yang sedang mengalami luka psikologis.

Gagasan penting ini mengemuka dalam kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang digelar sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Bantul 1 pada Jumat, 31 Juli 2026.

Hadir sebagai narasumber, dr. Kusumaningrum Wijayanti dari Puskesmas Bantul 1, menekankan bahwa sebaya memiliki kedekatan emosional yang sangat krusial. Dalam paparannya, beliau mengajak murid untuk lebih peka merangkul teman sejawat yang tengah menghadapi tekanan mental.

Bukan Cuma Penonton, Tapi Pendengar yang Berempati

Menjadi first aider luka psikologis tidak menuntut siswa menjadi ahli terapi, melainkan menjadi sosok teman yang siap hadir di saat kritis. Lewat pelatihan ini, para siswa diajarkan keterampilan dasar pertolongan pertama, meliputi:

  • Menciptakan Ruang Aman: Menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi.
  • Memberikan Dukungan Emosional: Menunjukkan empati dan kepedulian nyata.
  • Jembatan Bantuan: Keberanian menghubungkan teman yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut kepada guru BK, petugas UKS, atau tenaga profesional.
  • Deteksi Dini & Hapus Stigma: Peka mengenali perubahan sikap teman serta bersama-sama mengikis stigma negatif seputar masalah kesehatan mental.

Sesi yang berlangsung interaktif ini disambut antusias oleh para murid. Diskusi hangat mengalir saat membahas berbagai dinamika dan tantangan yang kerap dihadapi remaja masa kini.

Membangun Ekosistem Sekolah yang Suportif

Penanggung jawab UKS SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Miss Eka Mei Restu Safitri, A.Md.Keb., menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi bersama Puskesmas Bantul 1 ini.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, mudah dipahami, dan dikemas interaktif. Kami berharap setelah pelatihan ini, murid tidak hanya makin peduli pada diri sendiri, tapi juga mampu menjadi first aider yang berempati—menjadi pendengar yang baik, memberi dukungan awal, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi semua,” ungkapnya.

Langkah ini mempertegas komitmen SMP Islam Al Azhar 66 Bantul untuk tidak sekadar mencetak prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter murid yang tangguh, memiliki empati sosial tinggi, dan siap menjadi garda terdepan pendukung kesehatan mental di lingkungannya. (Nurul Fatimah)