AYWS Entrepreneur Lab Hadirkan Pembelajaran Interaktif untuk Kembangkan Potensi Siswa

SLEMAN – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai kegiatan edukatif yang digelar di Laboratorium Entrepreneur, Gedung Matarindo, Kamis (11/6/2026). Puluhan siswa SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs HA Hafidh Asrom MM, yang secara langsung memberikan motivasi kepada para siswa. Dalam acara tersebut hadir Wakabid Keagamaan Dr Yogi E Ginanjar LC MA dan Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Ardian Sinta Budiyono SPd.

Dalam sambutannya, Hafidh Asrom menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak untuk tumbuh, berekspresi, serta mengembangkan potensi diri.

“Dunia anak adalah dunia bermain. Maka tugas kita adalah menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah banyaknya lembaga pendidikan, diperlukan konsep pembelajaran yang komprehensif dan berorientasi masa depan. Karena itu, berbagai program disiapkan, mulai dari pengenalan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), pengembangan keterampilan melalui laboratorium, hingga pembinaan olahraga.

Suasana semakin hidup ketika Hafidh Asrom mengajak siswa berinteraksi secara langsung. Dengan gaya yang hangat dan komunikatif, ia melontarkan pertanyaan sederhana yang mampu membangkitkan keberanian anak-anak.

“Siapa yang akan melanjutkan ke SMP? Silakan angkat tangan,” tanyanya. Sejumlah siswa pun langsung merespons dengan penuh antusias.

Ia kemudian melanjutkan dengan pertanyaan yang lebih memantik semangat, “Siapa yang ingin jadi presiden?” Beberapa siswa kembali mengangkat tangan, disambut tepuk tangan dan tawa dari teman-temannya. Candaan ringan tentang calon wakil presiden pun turut mencairkan suasana.

Tak berhenti di situ, ia juga menanyakan siapa yang ingin menjadi aktivis, yang kembali disambut antusias oleh para siswa. Interaksi tersebut menjadi momen penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta keberanian anak untuk bermimpi sejak dini.

“Anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan, bahkan pemimpin dunia. Kita doakan bersama agar cita-cita mereka dimudahkan dan tercapai,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, siswa mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang secara terstruktur, mulai dari tur fasilitas Laboratorium Entrepreneur, praktik di kelas, hingga kegiatan olahraga seperti trial futsal. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang seimbang antara teori, praktik, dan pengembangan karakter.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada berbagai program pengembangan minat dan bakat, seperti laboratorium membatik, keramik, serta program kaderisasi kepemimpinan. Bagi siswa yang memiliki minat khusus, tersedia pula pembinaan di bidang keagamaan maupun jurnalistik, termasuk kesempatan belajar dari para praktisi.

Hafidh Asrom mengajak seluruh siswa untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak dalam mengenali potensi diri serta meraih cita-cita mereka di masa depan.

Melalui pendekatan pendidikan yang terpadu antara akademik, keterampilan, dan karakter, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Chaidir)