- Murid kelas VII mengikuti program Beyond the Classroom bersama dua mahasiswa dari Northern Illinois University, Amerika Serikat.
- Pembelajaran berlangsung interaktif melalui praktik membuat Peanut Butter and Jelly (PB&J) Sandwich sambil menggunakan bahasa Inggris.
- Kepala Satuan Pendidikan Indra Juharni, M.Pd menegaskan program ini memperkuat kompetensi global, komunikasi lintas budaya, dan karakter Islami murid.
AYWS – SMP Islam Al Azhar 66 Bantul terus menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif melalui program Beyond the Classroom. Kali ini, seluruh murid kelas VII diajak mengikuti kegiatan bertajuk “English Meets Culture: Making an American PB&J Sandwich” bersama dua mahasiswa dari Northern Illinois University, Amerika Serikat, yakni Ms. Lorrayne dan Ms. Yaniz, pada Senin, 27 Juli 2026, di Aula Lantai 4 sekolah.
Program ini menjadi bagian dari pembelajaran lintas budaya yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada murid dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sekaligus mengenal budaya masyarakat Amerika melalui salah satu makanan khasnya, Peanut Butter and Jelly (PB&J) Sandwich.
Suasana belajar berlangsung penuh antusias. Para murid tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai sejarah dan budaya di balik PB&J Sandwich, tetapi juga mempraktikkan secara langsung cara membuatnya. Selama kegiatan berlangsung, seluruh instruksi disampaikan menggunakan bahasa Inggris sehingga murid terbiasa mendengar, memahami, dan merespons percakapan dalam bahasa internasional tersebut.
Melalui pendekatan learning by doing, murid memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Mereka memperkaya kosakata, melatih kemampuan berbicara, mendengarkan instruksi dalam bahasa Inggris, hingga berinteraksi secara aktif dengan mahasiswa internasional. Interaksi tersebut menjadi pengalaman berharga yang mampu meningkatkan keberanian serta kepercayaan diri murid dalam berkomunikasi dengan penutur asing.
Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni, M.Pd, mengatakan bahwa bahwa program Beyond the Classroom merupakan salah satu bentuk implementasi visi sekolah dalam mencetak generasi yang berkecakapan global, berkarakter Islami, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional.
“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang memperluas wawasan murid. Kehadiran mahasiswa dari Northern Illinois University memberikan kesempatan bagi murid untuk berinteraksi secara langsung dengan penutur internasional sehingga kemampuan berbahasa, komunikasi lintas budaya, dan kepercayaan diri mereka semakin berkembang,” ujarnya.
Sekolah terus berupaya menghadirkan berbagai program internasional yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan karakter bangsa. Ia percaya bahwa wawasan global harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter Islami. Murid kami didorong untuk terbuka terhadap keberagaman budaya, namun tetap memiliki akhlak yang baik, adab yang kuat, serta identitas sebagai generasi Indonesia yang berkarakter. Itulah yang menjadi ciri khas pendidikan di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul.
Program Beyond the Classroom juga menjadi implementasi nyata visi sekolah dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, memiliki kemampuan berbahasa asing, berpikir kritis, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional.
Kegiatan ini sekaligus melanjutkan berbagai kolaborasi internasional yang telah dijalankan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dalam memperkuat pendidikan berbasis global dan cross-cultural understanding. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan kompetensi akademik, keterampilan komunikasi, serta pengalaman lintas budaya sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Rike)






