- Tujuh cabang lomba: Bulan Bahasa 2026 menghadirkan kompetisi pidato bahasa Inggris, sesorah Jawa, mendongeng, cerpen, kaligrafi Arab, poster digital, dan video berita.
- Perkuat literasi digital: Workshop pengeditan video bersama Ridwan Abdullah dari Balai Tekkomdik DIY membekali murid dengan keterampilan produksi informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
- Siapkan prestasi dan karakter: Para pemenang akan mengikuti pembinaan untuk FLS3N, FELKA, dan OSEBI, dengan penekanan pada kecakapan berbahasa, kreativitas, serta adab.
AYWS – Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Di dalamnya terdapat nilai persatuan, identitas budaya, kreativitas, sekaligus cerminan karakter seseorang. Semangat inilah yang dihidupkan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta melalui puncak kegiatan Bulan Bahasa 2026 pada Selasa (27/10/2026) bertema *“Bangga Berbahasa, Berkarya Menjadi Generasi Beradab”.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai agenda tahunan untuk memperingati Bulan Bahasa, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendorong murid mengembangkan keterampilan berbahasa, menuangkan gagasan dalam karya, serta membiasakan diri bertutur kata dengan santun.

Melalui perpaduan lomba bahasa, seni, literasi, dan kreativitas digital, SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta berupaya menanamkan pemahaman bahwa kecakapan berbahasa harus berjalan seiring dengan pembentukan adab.
Menghidupkan Semangat Sumpah Pemuda
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat duha berjamaah di Masjid Al-Hafidz, dilanjutkan pengarahan kepada murid. Setelah itu, para peserta berparade menuju lokasi lomba masing-masing dengan didampingi anggota OSIS.
Kepala SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Fajar Arif Herjayanto, menegaskan bahwa Bulan Bahasa menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat persatuan yang diwariskan para pemuda melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Salah satu ikrar yang menjadi perhatian adalah tekad menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bagi Fajar, semangat tersebut tidak cukup hanya dihafalkan sebagai bagian dari sejarah, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Murid diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan santun, sekaligus menjaga persatuan melalui komunikasi yang menghargai orang lain. Pesan tersebut menegaskan bahwa bahasa memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi. Cara seseorang bertutur juga mencerminkan sikap, penghormatan, dan tanggung jawabnya terhadap sesama.

Ketua Jam’iyyah SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Laila Fitriyah, turut mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecakapan berbahasa dan pembentukan karakter.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi perlu diiringi adab dalam bertutur, bersikap, maupun berkarya. Jam’iyyah yang didukung 11 personel turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, antara lain melalui pemberian hampers hadiah Bulan Bahasa bagi para peserta.
Tujuh Lomba, dari Bahasa Daerah hingga Kreativitas Digital
Bulan Bahasa 2026 menghadirkan tujuh cabang lomba yang memberikan ruang bagi murid untuk mengeksplorasi kemampuan, minat, dan bakat mereka.
Ketujuh cabang tersebut meliputi English Speech, sesorah bahasa Jawa, mendongeng, menulis cerpen, kaligrafi bahasa Arab, desain poster digital, dan video berita.
Setiap cabang menawarkan pengalaman belajar yang berbeda. *English Speech* melatih kepercayaan diri dan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Sementara itu, sesorah bahasa Jawa menjadi sarana merawat bahasa daerah beserta nilai unggah-ungguh dan tata krama yang menyertainya.
Melalui mendongeng dan menulis cerpen, murid diajak mengembangkan imajinasi, menyusun cerita, serta mengasah kepekaan terhadap lingkungan sosial. Kaligrafi bahasa Arab memadukan keterampilan artistik dengan pengenalan keindahan tulisan Arab.
Adapun desain poster digital dan video berita menghadirkan dimensi literasi visual serta media. Murid tidak hanya ditantang menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga belajar menyampaikan pesan secara jelas dan bertanggung jawab.
Ragam perlombaan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dapat dikembangkan melalui berbagai medium, mulai dari komunikasi lisan dan tulisan, bahasa daerah dan asing, hingga karya visual berbasis teknologi. Pelaksanaan lomba berlangsung selama tiga jam dengan dukungan 12 anggota OSIS di setiap lokasi untuk mendampingi jalannya kegiatan.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan prestasi murid. Fajar menyampaikan bahwa para pemenang akan melanjutkan ke tahap pembinaan untuk menghadapi FLS3N, FELKA, dan OSEBI. Dengan demikian, Bulan Bahasa berfungsi sebagai sarana penjaringan bakat sekaligus langkah awal pembinaan agar potensi murid dapat berkembang secara berkelanjutan.
Workshop Video Berita, Membekali Murid Menghadapi Era Digital
Salah satu agenda unggulan Bulan Bahasa tahun ini adalah workshop pengeditan video bagi peserta lomba video berita yang diselenggarakan di auditorium. Kegiatan tersebut menghadirkan Ridwan Abdullah SKom, dari Balai Tekkomdik DIY sebagai narasumber. Workshop mencakup pemaparan materi, praktik langsung, presentasi hasil, serta penyerahan plakat kepada narasumber.
Pelatihan ini memperluas pembelajaran bahasa ke ranah produksi informasi digital. Murid tidak hanya belajar menyusun narasi berita, tetapi juga mengenal proses penyuntingan video untuk menyajikan informasi secara lebih menarik dan terstruktur.
Di tengah perkembangan teknologi digital, keterampilan tersebut menjadi semakin relevan. Murid berhadapan dengan beragam informasi setiap hari dan perlu dibekali kemampuan untuk memahami, mengolah, serta menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
Melalui lomba video berita dan workshop pengeditan, sekolah memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan keterampilan berbahasa dengan literasi media dan teknologi.
Pesan yang hendak dibangun bukan semata-mata kemampuan menghasilkan konten, melainkan juga kesadaran akan pentingnya akurasi, keruntutan, dan kesantunan dalam berkomunikasi.
Empat Bahasa Warnai Puncak Acara
Setelah istirahat, salat, dan makan (ISHOMA), seluruh murid berkumpul di auditorium untuk mengikuti rangkaian acara puncak. Pembukaan berlangsung menggunakan empat bahasa, yakni Indonesia, Inggris, Arab, dan Jawa. Penggunaan beragam bahasa tersebut menjadi gambaran bahwa kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dapat berjalan berdampingan dengan penghargaan terhadap bahasa daerah dan bahasa asing.
Suasana semakin semarak dengan penampilan band kelas IX, pembacaan puisi, ansambel, dan tari. Panggung Bulan Bahasa pun menjadi ruang bagi murid untuk menampilkan kreativitas di luar kompetisi utama.
Pengumuman pemenang dilaksanakan secara bertahap dalam empat sesi, disertai penyerahan hadiah kepada para juara. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan penutupan menggunakan empat bahasa.
Perpaduan kompetisi, pelatihan, dan pentas seni tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh. Murid memperoleh kesempatan untuk berlatih, berkolaborasi, menampilkan karya, sekaligus menghargai kemampuan teman-temannya.
Bangga Berbahasa, Berkarya dengan Adab
Tema Bulan Bahasa SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta tahun ini mengandung pesan bahwa kecakapan berbahasa tidak semestinya berhenti pada kemampuan menyusun kalimat atau memenangkan perlombaan.
Bangga berbahasa berarti menghargai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya, serta terbuka untuk mempelajari bahasa lain.
Sementara itu, berkarya menjadi generasi beradab menegaskan bahwa kreativitas perlu disertai tanggung jawab dan akhlak. Bahasa yang baik bukan hanya bahasa yang tepat secara tata bahasa, melainkan juga bahasa yang jujur, santun, dan menghormati orang lain.
Melalui Bulan Bahasa 2026, SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta mempertemukan pembelajaran bahasa, kreativitas, teknologi, dan penguatan karakter dalam satu rangkaian kegiatan.
Harapannya, pengalaman tersebut tidak hanya melahirkan murid yang berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga generasi yang mampu menyampaikan gagasan dengan cerdas, menghasilkan karya yang bermanfaat, dan menjaga adab dalam setiap komunikasi. (Fajar)






