SLEMAN – Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Fajar Arif Herjayanto MPd Gr mengajak seluruh siswa kelas IX Angkatan XIII untuk tidak takut menghadapi kegagalan dan terus berjuang meraih cita-cita.
Menurutnya, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan mulus, namun setiap tantangan dan kegagalan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang akan membentuk karakter seseorang.
Pesan tersebut disampaikan Fajar dalam acara Akhirussanah dan Pelepasan Siswa Kelas IX Angkatan XIII SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta yang berlangsung di Ballroom Hotel Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).
Acara yang berlangsung penuh khidmat dan haru tersebut dihadiri Pembina Yayasan Asram Hj Eni Yustini SE, Ketua Yayasan Asram sekaligus Ketua Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) Drs HA Hafidh Asrom MM, para Wakabid AYWS, Forum Komunikasi Jamiyyah, para kepala satuan pendidikan di lingkungan AYWS, guru, tenaga kependidikan, serta ratusan orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Fajar mengajak para siswa untuk sejenak menengok kembali perjalanan yang telah mereka lalui selama tiga tahun terakhir. Ia mengingatkan bahwa ketika pertama kali memasuki SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, para siswa datang sebagai anak-anak yang masih penuh rasa ingin tahu, membawa harapan besar dari keluarga masing-masing.
“Tiga tahun lalu kalian datang dengan langkah yang mungkin masih ragu-ragu, wajah yang masih polos, dan mimpi-mimpi yang masih tersimpan rapat di dalam hati. Hari ini kalian berdiri sebagai pribadi yang jauh lebih matang, lebih berani, dan lebih siap menghadapi dunia yang lebih luas,” ujarnya.
Menurut Fajar, proses pendidikan tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, membangun kedisiplinan, mengasah kepemimpinan, serta melatih siswa untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Karena itu, ia merasa bangga melihat perkembangan para siswa Angkatan XIII yang selama tiga tahun terakhir menunjukkan semangat belajar dan prestasi yang membanggakan.
Dari total 131 siswa kelas IX, sebanyak 42 siswa berhasil meraih prestasi akademik, sementara 102 siswa mencatatkan prestasi nonakademik di berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, keagamaan, hingga kompetisi sains dan teknologi.
Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya angka statistik semata, melainkan bukti bahwa para siswa telah memanfaatkan masa belajar mereka untuk terus bertumbuh dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.
“Prestasi yang kalian raih hari ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, doa, serta dukungan orang tua dan guru. Tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Semua membutuhkan proses yang panjang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa budaya berprestasi di SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta terus berkembang dari tahun ke tahun. Bahkan menjelang kelulusan, sejumlah siswa masih aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Salah satunya adalah Alman Mustamir Suandar dari kelas IX B yang saat ini tengah berjuang pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA. Selain itu, sejumlah atlet sekolah juga dijadwalkan mengikuti kejuaraan internasional pada akhir Juni mendatang.
Tak hanya prestasi siswa, capaian akademik sekolah juga menunjukkan tren positif. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut mengantarkan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta meraih peringkat ketiga SMP swasta terbaik di Kabupaten Sleman berdasarkan hasil akademik peserta didik.
Meski demikian, Fajar menegaskan bahwa pendidikan yang dijalankan sekolah tidak hanya berorientasi pada nilai dan prestasi akademik. Menurutnya, keberhasilan sejati justru terletak pada kemampuan siswa menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.
Karena itulah sekolah mulai menerapkan rapor akhlak sebagai instrumen untuk memantau perkembangan karakter siswa sejak kelas VII hingga kelas IX.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Kami percaya bahwa ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah, sementara akhlak yang baik akan menjadi cahaya bagi ilmu yang dimiliki,” ungkapnya.
Terus Bergerak
Fajar kemudian menyampaikan pesan khusus yang menjadi inti dari sambutannya. Ia mengingatkan para siswa bahwa kehidupan setelah lulus SMP akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Tidak semua rencana akan berjalan sesuai harapan dan tidak semua impian dapat diraih dengan mudah.
Karena itu, ia meminta para lulusan untuk memiliki ketangguhan atau resilience sebagai modal utama menghadapi masa depan. “Jika tidak bisa terbang, maka berlarilah. Jika tidak bisa berlari, maka berjalanlah. Jika tidak bisa berjalan, maka merangkaklah. Apa pun yang kalian lakukan, teruslah bergerak menuju cita-cita,” pesannya.
Menurut Fajar, setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing menuju keberhasilan. Ada yang berhasil lebih cepat, ada pula yang harus melewati banyak kegagalan sebelum mencapai impiannya.
Namun yang membedakan orang sukses dengan yang menyerah bukanlah kecerdasan semata, melainkan kemauan untuk bangkit setiap kali terjatuh. “Kegagalan bukan lawan dari kesuksesan. Kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Jangan pernah malu gagal. Yang harus ditakuti adalah ketika kita berhenti mencoba dan berhenti belajar,” tegasnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk berani memiliki mimpi besar. Menurutnya, banyak tokoh hebat lahir dari lingkungan yang sederhana, tetapi mampu memberikan pengaruh besar karena memiliki keberanian untuk bermimpi dan ketekunan untuk mewujudkannya.
“Kalian boleh berasal dari mana saja, tetapi jangan pernah membatasi mimpi kalian. Bermimpilah setinggi mungkin, lalu iringi dengan kerja keras, doa, dan akhlak yang baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Fajar turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta selama tiga tahun terakhir.
Ia mengakui bahwa keberhasilan pendidikan tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi yang baik antara sekolah dan keluarga. Dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan prestasi siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Selama tiga tahun ini kami berusaha menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Hari ini kami mengembalikan putra-putri Ayah dan Bunda untuk melanjutkan perjalanan menuju masa depan yang mereka cita-citakan,” ujarnya.
Pesan Perpisahan
Menjelang akhir sambutannya, suasana ballroom semakin haru ketika Fajar menyampaikan pesan perpisahan kepada para lulusan. Ia mengingatkan bahwa meskipun para siswa akan melanjutkan pendidikan di sekolah yang berbeda-beda, ikatan antara guru dan murid tidak akan pernah terputus.
“Hari ini kalian akan berpisah jalan. Kalian akan melanjutkan perjalanan ke tempat yang berbeda-beda. Namun jangan pernah berpisah doa. Karena yang paling abadi bukanlah kebersamaan secara fisik, melainkan doa, restu, dan kasih sayang yang akan terus mengiringi langkah kalian ke mana pun berada,” pungkasnya.
Tepuk tangan panjang dari para orang tua, guru, dan siswa menutup sambutan tersebut. Bagi Angkatan XIII, akhirussanah bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penanda dimulainya perjalanan baru untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi dengan bekal ilmu, akhlak, dan ketangguhan yang telah ditempa selama menempuh pendidikan di SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta. (Chaidir)






