Hadapi Tantangan Era Digital, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah

  • Parents Talk SD Islam Al Azhar 59 Wonosari mengangkat tema membangun kebiasaan orang tua untuk mendukung pendidikan anak dengan belajar dari Finlandia.
  • Mudzofir menekankan pentingnya kehadiran orang tua secara utuh, membangun kemandirian, empati, dan disiplin melalui kebiasaan sederhana yang konsisten.
  • Sinergi rumah dan sekolah menjadi kunci pendidikan anak, termasuk memberi ruang bagi anak untuk belajar dari kegagalan dan menghadapi tantangan era digital.

AYWS — SD Islam Al Azhar 59 Wonosari kembali menyelenggarakan kegiatan Parents Talk sebagai ruang belajar dan refleksi bersama bagi orang tua, guru, dan karyawan. Mengangkat tema “Membangun Habits Orang Tua untuk Mendukung Pendidikan Anak: Belajar dari Finlandia”, kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Hafidh, Kampus Al Azhar Wonosari pada Jumat, 4 September 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh orang tua/wali murid beserta guru dan karyawan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari ini menghadirkan Mudzofir, M.A., Kepala SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta, sebagai narasumber. Mudzofir merupakan lulusan kampus … yang semasa mudanya sudah erat dengan dedikasi di dunia pendidikan terutama bagi anak-anak kurang beruntung.

Dalam diskusinya bersama para orang tua, Mudzofir mengajak peserta untuk melihat kembali makna kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Menurutnya, peran orang tua tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal anak, tetapi jauh lebih luas, yakni bagaimana orang tua hadir dan terlibat dalam keseharian serta perjalanan kehidupan anak.

“Kehadiran orang tua bukan hanya tentang hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan segenap pikiran dan perasaan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam sesi Parents Talk tersebut. Anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar dari orang tua, tetapi juga dari apa yang mereka lihat, alami, dan rasakan dalam kesehariannya.

Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan anak-anak saat ini yang tumbuh dalam era gempuran teknologi dan perkembangan dunia digital. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus tanggung jawab bagi orang tua untuk membangun kebiasaan-kebiasaan positif yang dimulai dari rumah.

Mudzofir menekankan pentingnya membangun habits sederhana dan konsisten, khususnya yang berkaitan dengan kemandirian, empati, dan disiplin. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang di lingkungan keluarga diyakini dapat menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter anak.

Selain itu, orang tua juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengalami kegagalan. Kegagalan, dalam konteks pendidikan anak, tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang harus segera dihindari atau diselesaikan oleh orang tua. Justru melalui pengalaman tersebut, anak dapat belajar melakukan introspeksi, memahami konsekuensi dari pilihan yang diambil, dan menemukan nilai-nilai moral yang dapat menjadi bekal dalam kehidupannya.

Pesan lain yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya membangun sinergi antara rumah dan sekolah. Rumah dan sekolah bukanlah dua dunia yang terpisah, melainkan bagian yang saling berkelanjutan dalam proses pendidikan anak. Nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah perlu mendapatkan penguatan di rumah, demikian pula kebiasaan baik yang dibangun dalam keluarga dapat terus dikembangkan di lingkungan sekolah.

Melalui Parents Talk ini, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari berharap terbangun kesadaran bersama bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh ekosistem pendidikan. Orang tua dan sekolah perlu berjalan bersama, membangun lingkungan yang memungkinkan anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berempati, disiplin, dan memiliki karakter yang kuat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan reflektif. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai pola pengasuhan dan pendidikan anak, tetapi juga diajak untuk melihat kembali kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dibangun dalam keluarga serta bagaimana peran orang tua dapat semakin dioptimalkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah perubahan zaman. (Meyta)