- Praktik Pembelajaran Kontekstual: Murid Science Club SMP Islam Al Azhar 66 Bantul mempelajari bioteknologi konvensional secara langsung melalui praktik pembuatan tape singkong pada Rabu, 2 September 2026.
- Proses Fermentasi: Murid diajak memahami peran ragi dan mikroorganisme dalam mengubah tekstur, aroma, serta rasa singkong menjadi produk pangan baru.
- Pengalaman Pertama & Antusiasme: Pembelajaran yang dipandu oleh Nurul Fatimah, M.Pd. ini memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan bagi para murid untuk melihat keterkaitan teori sains dengan kehidupan sehari-hari.
AYWS — Belajar sains tidak selalu harus dilakukan melalui buku dan penjelasan di dalam kelas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler Science Club, murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul diajak mengenal konsep bioteknologi secara langsung melalui kegiatan praktik membuat tape singkong.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026 ini dipandu oleh Nurul Fatimah, M.Pd. Para murid tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik yang menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta Science Club.
Kegiatan membuat tape singkong menjadi salah satu bentuk penerapan bioteknologi konvensional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan bahan sederhana berupa singkong dan ragi, murid diajak memahami bagaimana proses fermentasi dapat mengubah bahan pangan menjadi produk baru dengan karakteristik yang berbeda.
Dalam praktik tersebut, murid tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai teori fermentasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan tape. Mereka mempersiapkan singkong, memastikan bahan dalam kondisi yang sesuai, kemudian memberikan ragi sebelum singkong disimpan untuk menjalani proses fermentasi.
Ragi menjadi bagian penting dalam proses tersebut karena mengandung mikroorganisme yang membantu berlangsungnya fermentasi. Melalui proses ini, singkong mengalami berbagai perubahan, mulai dari tekstur, aroma, rasa, hingga sifat bahan setelah difermentasi.
Bagi sebagian murid, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mereka membuat produk bioteknologi secara langsung. Rasa penasaran dan antusiasme terlihat ketika mereka mengetahui bahwa bahan sederhana seperti singkong dan ragi dapat menghasilkan produk pangan melalui proses fermentasi.
Hany Viandari, murid kelas 8 Al Ziyad, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan Science Club tersebut.
“Percobaan ini sangat seru, dan ini pertama kalinya bagiku membuat produk bioteknologi yaitu tape singkong,” ujar Hany.
Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para murid. Mereka dapat menghubungkan materi bioteknologi yang dipelajari dengan proses yang benar-benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, murid juga belajar bahwa pemanfaatan mikroorganisme untuk menghasilkan produk bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan manusia. Berbagai produk pangan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti tape, tempe, yoghurt, dan roti, merupakan contoh pemanfaatan proses fermentasi dalam bioteknologi konvensional.
Keceriaan dan rasa takjub para murid selama kegiatan menjadi bagian menarik dari proses pembelajaran. Mereka tidak hanya belajar tentang bagaimana fermentasi bekerja, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba, mengamati, berdiskusi, dan menemukan pengalaman baru melalui kegiatan langsung.
Kegiatan Science Club ini menjadi salah satu upaya SMP Islam Al Azhar 66 Bantul untuk menghadirkan pembelajaran sains yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan. Melalui praktik sederhana, murid didorong untuk memiliki rasa ingin tahu, berani mencoba, serta mampu melihat keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan di sekitar mereka. Dari sebuah singkong sederhana, para murid belajar bahwa sains dapat menghadirkan banyak hal menarik. Bagi mereka, pengalaman membuat tape singkong bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi pengalaman pertama untuk merasakan secara langsung bagaimana ilmu bioteknologi bekerja dalam kehidupan sehari-hari. (fatima)






