- HAWS Magelang menjadi wujud visi besar Yayasan Asram dalam menghadirkan pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan karakter, akademik, dan wawasan global.
- Drs HA Hafidh Asrom MM memaparkan perjalanan Yayasan Asram, mulai dari pendiriannya sebagai bentuk bakti kepada orang tua hingga berkembang menjadi jaringan sekolah unggulan.
- Berbekal riset pendidikan internasional, pengembangan boarding school, Asram Edupark, dan kolaborasi global, Yayasan Asram menyiapkan generasi yang siap bersaing di tingkat dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
HAWS – Bagi sebagian orang, Parents Meeting merupakan agenda rutin menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Namun suasana berbeda terasa di Hafidh Asrom World Schools (HAWS) Magelang, Sabtu (18/7/2026). Di hadapan para orang tua murid, Ketua Yayasan Asram sekaligus Ketua Pembina Yayasan Hafidh Asrom Yogyakarta, Drs HA Hafidh Asrom MM, tidak sekadar memperkenalkan sekolah baru. Ia mengajak para orang tua memahami filosofi besar yang melandasi lahirnya HAWS Magelang.
Menurut Hafidh, setiap sekolah yang dibangun Yayasan Asram bukan sekadar tempat belajar, melainkan bagian dari ikhtiar panjang menyiapkan generasi Islam yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri, akhlak, dan nilai-nilai keislaman.
“HAWS bukan hadir karena kami ingin menambah sekolah. HAWS lahir dari perjalanan panjang mencari model pendidikan terbaik yang relevan dengan tantangan masa depan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pembuka kisah perjalanan hidupnya yang sarat nilai perjuangan, pengabdian, sekaligus visi besar membangun ekosistem pendidikan modern.
Berawal dari Birrul Walidain
Di balik nama besar Yayasan Asram ternyata tersimpan kisah sederhana tentang bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya. Hafidh Asrom mengisahkan, dirinya berasal dari sebuah desa di Jepara, Jawa Tengah, dan memulai karier sebagai seorang wirausahawan. Namun dalam perjalanan hidupnya muncul sebuah keinginan untuk meninggalkan warisan yang lebih besar daripada sekadar keberhasilan di dunia usaha. Keinginan itu kemudian diwujudkan melalui pendirian Yayasan Asram pada 2003.
Nama “Asram” bukanlah sebuah istilah asing, melainkan gabungan nama kedua orang tuanya. Baginya, yayasan tersebut menjadi simbol penghormatan dan rasa terima kasih kepada ayah dan ibu yang telah membentuk perjalanan hidupnya.
Nilai birrul walidain itu bahkan diwujudkan dalam berbagai bangunan pendidikan yang menggunakan nama kedua orang tua sebagai bentuk penghormatan. Mulai dari Tower Haji Asmudi-Hajjah Romlah di kawasan Gamping hingga Tower Haji Ahmad-Hajjah Budiyatun yang berasal dari Magelang.
“Bagi saya, keberhasilan harus menjadi jalan untuk memuliakan orang tua. Dari sanalah keberkahan sebuah perjuangan dimulai,” tuturnya.
Dari Kampus UGM Menuju Dunia Pendidikan
Perjalanan hidup Hafidh Asrom juga tidak lepas dari kisah pertemuannya dengan sang istri ketika sama-sama menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pertemuan di Gedung Pusat UGM itu kemudian menjadi awal perjalanan keluarga yang kelak bersama-sama membangun lembaga pendidikan.
Berbekal pengalaman sebagai pengusaha dan semangat untuk berkontribusi bagi bangsa, Hafidh Asrom mulai merancang sebuah sistem pendidikan yang menurutnya mampu menjawab kebutuhan Indonesia di masa depan.
Bertumbuh Selangkah demi Selangkah
Perjalanan Yayasan Asram dimulai dengan pendirian lembaga pendidikan pada 2004. Setahun kemudian, KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta resmi beroperasi melalui kerja sama dengan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jakarta.
Langkah tersebut menjadi fondasi lahirnya unit-unit pendidikan lain. Pada 2006 berdiri sekolah dasar, disusul SMP, kemudian SMA pada 2014. Perkembangan itu terus berlangsung hingga kini Yayasan Asram mengelola berbagai satuan pendidikan yang menjadi rujukan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satu pencapaian yang mendapat perhatian nasional adalah keberhasilan SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta masuk dalam program Sekolah Unggul Garuda Transformasi sebagai sekolah unggulan nasional. Dalam waktu relatif singkat sekolah tersebut berhasil masuk jajaran 30 SMA unggulan Indonesia dengan peringkat kesembilan.
Antusiasme masyarakat pun terus meningkat. Setiap tahun jumlah pendaftar bertambah hingga kuota penerimaan siswa baru telah terisi jauh sebelum tahun ajaran dimulai. Namun bagi Hafidh Asrom, prestasi tersebut bukanlah garis akhir.
“Kami masih terus belajar. Pendidikan tidak boleh berhenti berinovasi.”
Mencari Jawaban ke Berbagai Penjuru Dunia
Keinginan menghadirkan pendidikan terbaik membuat Hafidh Asrom tidak hanya belajar dari pengalaman di Indonesia.
Sejak 2014, ketika mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta, ia memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mempelajari sistem pendidikan di sejumlah negara. Finlandia menjadi salah satu tujuan penting.
Negara tersebut dikenal sebagai salah satu pemilik sistem pendidikan terbaik di dunia. Namun yang justru membuatnya terkesan adalah kenyataan bahwa banyak nilai utama pendidikan Finlandia ternyata memiliki kesamaan dengan ajaran Islam. Kedisiplinan, kebersihan, penghormatan terhadap lingkungan, kejujuran, dan pembelajaran yang memanusiakan peserta didik merupakan prinsip-prinsip yang menurutnya telah lama diajarkan dalam Islam.
Perjalanan itu berlanjut ke Turki untuk mempelajari konsep pendidikan Islam moderat yang berkembang melalui jejaring internasional. Dari sana ia semakin yakin bahwa pendidikan Islam harus mampu berdialog dengan perkembangan dunia, bukan berjalan sendiri.
Karena itu Yayasan Asram kemudian memperluas jejaring ke Amerika Serikat, Australia, Jerman, dan berbagai negara Eropa agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar bertaraf global.
Lahirnya Hafidh Asrom World Schools
Seluruh pengalaman, penelitian, dan perjalanan itulah yang kemudian melahirkan Hafidh Asrom World Schools (HAWS).
Menurut Hafidh, HAWS bukan sekadar nama baru dalam dunia pendidikan. HAWS merupakan representasi dari cita-cita menghadirkan sekolah masa depan yang mengintegrasikan pendidikan nasional, nilai-nilai Islam, kurikulum internasional, penguasaan teknologi, kepemimpinan, literasi digital, serta kemampuan berbahasa asing.
Kehadiran HAWS Magelang menjadi langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berstandar global. Sekolah ini diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya generasi baru yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia.
“Anak-anak kita kelak akan hidup pada zaman yang jauh berbeda dengan hari ini. Karena itu sekolah harus mempersiapkan mereka untuk masa depan, bukan hanya untuk menghadapi ujian.”
Boarding School dan Pendidikan 24 Jam
Konsep tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan boarding school modern. Menurut Hafidh Asrom, pembentukan karakter tidak cukup dilakukan selama beberapa jam di ruang kelas. Anak-anak memerlukan lingkungan yang mampu membangun kebiasaan baik selama 24 jam.
Karena itu Yayasan Asram mengembangkan boarding school dengan fasilitas modern yang dirancang mendukung pembelajaran, pembinaan karakter, ibadah, kepemimpinan, hingga kemandirian peserta didik. Model pendidikan tersebut kini menjadi salah satu inspirasi dalam pengembangan ekosistem pendidikan di HAWS.
Asram Edupark, Belajar dari Alam
Visi pendidikan Hafidh Asrom tidak berhenti di dalam ruang kelas. Ia kemudian membangun Asram Edupark, kawasan pendidikan terpadu yang memadukan pembelajaran, rekreasi, olahraga, pertanian, peternakan, hingga penguatan karakter. Kawasan disulap menjadi laboratorium alam tempat anak-anak belajar melalui pengalaman langsung.
Di sana peserta didik tidak hanya membaca buku, tetapi juga menanam, memanen, mengenal peternakan, menangkap ikan, menyusuri sungai, hingga memahami bagaimana makanan diproduksi sebelum sampai di meja makan.
Asram Edupark juga dilengkapi amfiteater berkapasitas 10 ribu orang, greenhouse melon, villa agro, glamping, area manasik haji, camping ground, lapangan mini soccer, area pemancingan, hingga sekitar 24 aktivitas edukatif. Konsep tersebut lahir dari hasil studi ke Jepang dan China yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman.
Menjadi Warga Dunia
Komitmen menuju pendidikan internasional terus diperkuat melalui implementasi kurikulum Cambridge dan kerja sama dengan North Illinois University (NIU), Amerika Serikat. Melalui program Global Immersion, mahasiswa dan profesor dari luar negeri hadir langsung ke Indonesia untuk berkolaborasi dalam proses pembelajaran.
Menurut Hafidh Asrom, internasionalisasi bukan sekadar memasang label “international school”, tetapi menghadirkan pengalaman global yang nyata bagi peserta didik. Karena itulah HAWS dibangun sebagai sekolah yang membuka jendela dunia tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai Islam.
Pendidikan Adalah Investasi Peradaban
Hafidh Asrom mengajak para orang tua memahami bahwa pendidikan merupakan kerja sama antara sekolah dan keluarga. Ia berharap para orang tua tidak hanya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah, tetapi menjadi mitra yang berjalan bersama dalam membentuk karakter dan masa depan putra-putri mereka.
Menurutnya, lahirnya Hafidh Asrom World Schools Magelang merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun melalui pengalaman, riset, kolaborasi internasional, serta keyakinan bahwa Indonesia membutuhkan model pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Bagi Hafidh Asrom, membangun sekolah bukan semata mendirikan gedung atau membuka kelas baru. Yang ingin diwujudkan adalah sebuah ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi muslim berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan, berpikiran global, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Di hadapan para orang tua siswa baru HAWS Magelang, ia menutup paparannya dengan sebuah harapan sederhana namun sarat makna.
“Kalau kita ingin melihat Indonesia maju dan Islam kembali berjaya, jalannya adalah melalui pendidikan. Kita harus menyiapkan anak-anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak, mampu memimpin, dan siap membawa manfaat bagi dunia.”
Parents Meeting hari itu bukan sekadar pertemuan awal tahun ajaran, melainkan kesempatan memahami bahwa di balik berdirinya Hafidh Asrom World Schools Magelang terdapat sebuah perjalanan panjang, nilai pengabdian kepada orang tua, keberanian belajar dari berbagai belahan dunia, dan sebuah cita-cita besar untuk melahirkan generasi Indonesia yang siap menjadi pemimpin masa depan. (Chaidir)






