- Jam’iyyah SMP Islam Al Azhar 66 Bantul bersama UKS dan RS Siloam menggelar pelatihan Basic Life Support bagi murid kelas VII dan VIII.
- Murid mendapatkan materi, demonstrasi, dan praktik langsung keterampilan Bantuan Hidup Dasar.
- Kegiatan ini menanamkan kepedulian, keberanian, dan tanggung jawab untuk membantu sesama dalam situasi darurat.
AYWS – Menolong seseorang dalam situasi darurat tidak selalu harus menunggu tenaga medis datang. Pengetahuan dan keterampilan dasar yang tepat, disertai tindakan cepat, bisa menjadi pertolongan awal yang sangat berarti bagi seseorang yang membutuhkan bantuan.
Kesadaran inilah yang ingin ditanamkan Jam’iyyah SMP Islam Al Azhar 66 Bantul melalui kegiatan Guest Teacher berupa pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar bagi murid kelas VII dan VIII, Rabu (4/11/2026).
Bekerja sama dengan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Rumah Sakit Siloam, kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.00 WIB di Aula SMP Islam Al Azhar 66 Bantul ini menghadirkan pengalaman belajar kesehatan yang berbeda. Murid tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan, tetapi juga diperkenalkan pada keterampilan yang berpotensi membantu menyelamatkan nyawa.
Ketua Jam’iyyah SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, drg Silvi Kusuma Wardani, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pengetahuan Bantuan Hidup Dasar bukan sekadar materi pelatihan, melainkan keterampilan penting yang dapat digunakan kapan saja ketika seseorang menghadapi situasi darurat.
Ia mengajak seluruh murid mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan. Sebab, pemahaman yang baik mengenai pertolongan pertama dapat menjadi bekal untuk membantu teman, keluarga, maupun orang lain yang membutuhkan.
“Kegiatan ini sangat penting untuk diikuti dan diperhatikan dengan saksama. Dengan materi ini, kita bisa membantu menyelamatkan orang lain dari dampak tersedak yang dapat menyebabkan kematian. Melalui materi ini, kita juga bisa memberikan bantuan dan pertolongan hidup dasar kepada teman maupun siapa pun yang membutuhkan,” ungkap drg Silvi Kusuma Wardani.
Belajar Tidak Hanya Mendengar, tetapi Juga Mempraktikkan
Suasana pelatihan semakin menarik ketika narasumber dari RS Siloam tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memperagakan tahapan Bantuan Hidup Dasar. Murid diajak mengenali langkah-langkah pertolongan dalam kondisi darurat sekaligus menyaksikan secara langsung bagaimana keterampilan tersebut diterapkan.
Kesempatan praktik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Dengan bimbingan narasumber, murid memperoleh pengalaman untuk mencoba keterampilan dasar yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui penjelasan.
Pendekatan belajar seperti ini diharapkan membuat murid lebih mudah memahami materi sekaligus memiliki gambaran mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menjumpai situasi kegawatdaruratan.
Lebih dari sekadar agenda edukasi kesehatan, kegiatan Guest Teacher ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian sosial. Murid diajak memahami bahwa kemampuan menolong orang lain merupakan bagian dari tanggung jawab dan nilai kemanusiaan yang perlu ditumbuhkan sejak usia sekolah.
Kolaborasi Jam’iyyah, UKS, dan RS Siloam pun menjadi wujud sinergi dalam memperkaya pengalaman belajar murid di luar pembelajaran kelas.
Melalui pelatihan ini, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kepedulian, keberanian, dan kesiapan untuk memberikan pertolongan awal secara tepat ketika menghadapi keadaan darurat. (Argo)






