- Parents Meeting menjadi forum penyampaian visi BERLIAN: Beriman, Luhur, Inovatif, Adaptif, dan Nalar Kritis.
- Sekolah memaparkan program terintegrasi mencakup kurikulum, tahfizh, keagamaan, dan pembiasaan adab.
- Kolaborasi orang tua dan sekolah ditekankan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
AYWS — Toodler-KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik melalui visi BERLIAN dalam kegiatan Parents Meeting yang digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Auditorium Al Hafidh.
Kepala Satuan Pendidikan, Ketut Tuti, S.Ag., S.Pd., menyampaikan bahwa visi BERLIAN: Beriman, Luhur, Inovatif, Adaptif, dan Nalar Kritis menjadi arah utama dalam seluruh proses pendidikan di sekolah. Visi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan anak usia dini yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan berpikir.
“Anak-anak perlu dipersiapkan sejak dini agar memiliki keseimbangan antara nilai keimanan, akhlak, serta kemampuan berpikir kritis dan adaptif. Inilah yang menjadi landasan visi BERLIAN,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan visi BERLIAN diwujudkan melalui berbagai program terintegrasi, mulai dari pembelajaran di kelas, penguatan kurikulum tahfizh, pembiasaan adab, hingga kegiatan keagamaan. Seluruh program tersebut disusun untuk membangun lingkungan belajar yang holistik dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga memaparkan program kerja selama satu tahun ajaran yang mencakup lima bidang utama, yaitu Kemuridan, Kurikulum KB-TK, Kurikulum Tahfizh TK, Keagamaan, dan Adab. Pemaparan ini memberikan pemahaman kepada orang tua terkait arah pembelajaran dan target perkembangan anak.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertemuan di kelas bersama wali kelas yang diisi dengan penjelasan pengalaman belajar anak, tata tertib sekolah, serta dialog interaktif antara guru dan orang tua.
Melalui Parents’ Meeting ini, KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta mendorong keterlibatan aktif orang tua sebagai mitra strategis sekolah. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi BERLIAN yang unggul dan berkarakter sejak usia dini. (Fadhil)






