Perkuat Program Internasional, SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari Hadirkan Mahasiswa Northern Illinois University

  • Belajar Langsung dari Mahasiswa NIU – Mia Malavee dan Lorrayne berbagi pengalaman mengenai kehidupan sebagai mahasiswa di Amerika Serikat, mulai dari aktivitas perkuliahan, budaya kampus, hingga kehidupan sehari-hari.
  • Perluas Wawasan Internasional – Murid diajak mengenal sistem pendidikan tinggi di Amerika Serikat, budaya masyarakat, keberagaman, serta pentingnya kemampuan beradaptasi di lingkungan global.
  • Mempersiapkan Generasi Berdaya Saing Global – Kegiatan menjadi salah satu bentuk komitmen SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari dalam menghadirkan pengalaman belajar internasional yang menginspirasi murid untuk berani bermimpi dan berprestasi di tingkat dunia.

AYWS – SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari menyelenggarakan kegiatan Sharing Session with NIU Students bertajuk “A Day in the Life of an American College Student” bersama dua mahasiswa Northern Illinois University (NIU), Mia Malavee dan Lorrayne, pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.30 WIB tersebut diselenggarakan di Ruang Aula SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari dan diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX beserta guru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program internasional Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) yang bertujuan memberikan pengalaman belajar lintas budaya sekaligus memperluas wawasan peserta didik mengenai kehidupan pendidikan di luar negeri.

Acara diawali dengan pembukaan dan penyambutan kepada kedua mahasiswa NIU, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kehidupan mahasiswa di Amerika Serikat. Dengan suasana yang komunikatif dan interaktif, Mia Malavee dan Lorrayne mengajak para murid mengenal bagaimana keseharian seorang mahasiswa Amerika, mulai dari mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, memanfaatkan fasilitas kampus, mengikuti organisasi kemahasiswaan, hingga membangun keseimbangan antara akademik dan kehidupan sosial.

Melalui materi bertajuk “A Day in the Life of an American College Student“, kedua narasumber menjelaskan bahwa kehidupan mahasiswa di Amerika Serikat tidak hanya berfokus pada proses belajar di ruang kelas, tetapi juga pada pengembangan keterampilan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, komunikasi, dan pengalaman organisasi. Mereka juga memperkenalkan berbagai fasilitas yang tersedia di kampus, seperti perpustakaan modern, laboratorium, pusat olahraga, ruang diskusi, hingga layanan pendampingan akademik yang mendukung keberhasilan mahasiswa.

Selain memperkenalkan kehidupan kampus, Mia dan Lorrayne juga mengajak para murid mengenal keberagaman budaya di Amerika Serikat. Mereka menjelaskan bahwa kampus-kampus di Amerika menjadi tempat bertemunya mahasiswa dari berbagai negara dengan latar belakang budaya, bahasa, dan tradisi yang berbeda. Oleh karena itu, sikap saling menghormati, terbuka terhadap perbedaan (open-minded), serta kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi siapa pun yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri.

Keduanya juga berbagi pengalaman pribadi selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Northern Illinois University. Mereka menceritakan tantangan beradaptasi dengan lingkungan baru, perubahan musim, perbedaan budaya, hingga cara membangun pertemanan dengan mahasiswa dari berbagai negara. Menurut mereka, pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga dalam membentuk kemandirian, rasa percaya diri, serta kemampuan berkomunikasi secara global.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Murid-murid tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kehidupan mahasiswa di Amerika Serikat, sistem perkuliahan, kebiasaan belajar, makanan khas, kegiatan organisasi, hingga pengalaman tinggal di negara dengan empat musim. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya rasa ingin tahu murid terhadap dunia internasional sekaligus menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Dalam sesi penutup, Mia Malavee dan Lorrayne memberikan motivasi kepada seluruh murid agar terus semangat belajar, berani bermimpi besar, serta tidak takut mengejar kesempatan untuk belajar di luar negeri. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau penguasaan bahasa Inggris, tetapi juga oleh karakter yang baik, rasa ingin tahu yang tinggi, kemauan untuk terus belajar, serta keberanian keluar dari zona nyaman.

Dalam sesi wawancara, siswa harus memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai bidang sebelum memutuskan jurusan yang paling sesuai. Pengalaman nyata, seperti kegiatan sukarela atau organisasi, dapat membantu seseorang menemukan minat dan tujuan kariernya. Secara keseluruhan, percakapan ini menegaskan bahwa kombinasi passion, pengalaman, eksplorasi, dan kerja keras merupakan kunci dalam memilih jurusan dan membangun karier yang bermakna.

Melalui kegiatan Sharing Session with NIU Students ini, SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari berharap peserta didik semakin memiliki wawasan global, memahami pentingnya menghargai keberagaman budaya, serta termotivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran berstandar internasional yang tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan kesiapan murid menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat global. (Salis, Fajriya)