Perkuat Budaya Riset dan Bernalar, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul Luncurkan Program Literasi

  • Peluncuran Program: SMP Islam Al Azhar 66 Bantul resmi membuka Gerakan Literasi Tahun Pelajaran 2026–2027 yang dilaksanakan setiap Jumat pagi sebagai budaya belajar berkelanjutan.
  • Fokus Tiap Jenjang: Kegiatan disesuaikan per kelas—kelas 7 berfokus pada membaca dan numerasi kontekstual, kelas 8 pada pengembangan budaya riset/penelitian sederhana, serta kelas 9 pada penguatan akademik persiapan TKA.
  • Tujuan dan Komitmen: Program bertujuan membangun ekosistem belajar yang menyenangkan, terukur, dan berdampak nyata dalam mencetak generasi kritis, literat, serta berkecakapan global.

AYWS – SMP Islam Al Azhar 66 Bantul mengawali Gerakan Literasi Tahun Pelajaran 2026–2027 pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi ini menjadi pembuka program literasi sepanjang tahun sekaligus penutup bulan Juli. Melalui program tersebut, sekolah berkomitmen membangun budaya literasi yang mendorong murid menjadi pembelajar sepanjang hayat, berpikir kritis, serta memiliki kecakapan literasi dan numerasi sebagai bekal menghadapi tantangan global.

Gerakan literasi tahun ini dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap jenjang. Murid kelas 7 mengikuti kegiatan membaca artikel yang dipadukan dengan berbagai aktivitas literasi yang menarik, seperti permainan (game) literasi, diskusi, serta penyelesaian berbagai studi kasus yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Selain mengembangkan kemampuan memahami bacaan, kegiatan tersebut juga dirancang untuk memperkuat kompetensi numerasi melalui soal-soal kontekstual yang menuntut kemampuan menganalisis data, menafsirkan informasi, dan mengambil keputusan secara logis. Dengan demikian, murid tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga mampu berpikir kritis dan bernalar dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Sementara itu, murid kelas 8 diarahkan untuk mengembangkan budaya riset melalui penyusunan penelitian sederhana. Hasil akhir kegiatan ini berupa artikel ilmiah maupun karya terapan yang diharapkan mampu menjadi wadah bagi murid dalam mengasah keterampilan berpikir ilmiah, memecahkan masalah, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Berbeda dengan kelas 7 dan 8, program literasi bagi murid kelas 9 difokuskan pada penguatan kompetensi akademik sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Melalui berbagai kegiatan membaca, menganalisis informasi, latihan bernalar, serta penguatan literasi dan numerasi, sekolah berharap murid semakin siap menghadapi asesmen sekaligus memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Kepala SMP Islam Al Azhar 66 Bantul menegaskan bahwa Gerakan Literasi tidak sekadar menjadi agenda rutin setiap hari Jumat, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan kompetensi murid. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada Koordinator Gerakan Literasi agar setiap kegiatan dirancang secara terarah, terukur, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

“Gerakan literasi harus mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid serta memberikan dampak nyata. Kegiatannya harus menyenangkan, terukur, dan berdampak sehingga menjadi budaya belajar yang dinantikan setiap Jumat pagi,” pesannya.

Melalui Gerakan Literasi Tahun Pelajaran 2026–2027, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul berkomitmen menghadirkan ekosistem belajar yang membiasakan murid gemar membaca, berpikir kritis, menguasai literasi dan numerasi, melakukan riset, serta menghasilkan karya yang bermanfaat. Program ini menjadi salah satu implementasi visi sekolah dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berkecakapan global melalui budaya literasi yang berkelanjutan. (Argo)